- Bank Dunia puji ketahanan ekonomi RI hadapi gejolak harga energi global per April 2026.
- Ekspor komoditas jadi "lindung nilai alami" yang menjaga stabilitas neraca dagang Indonesia.
- Subsidi BBM efektif redam inflasi RI tetap rendah di angka 0,22% saat harga minyak dunia naik.
Suara.com - Bank Dunia memberikan rapor hijau bagi ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang kian memanas.
Dalam laporan terbarunya, lembaga moneter internasional tersebut menyebut Indonesia sebagai salah satu negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik yang paling tangguh menghadapi tekanan harga energi akibat gejolak geopolitik.
Mengutip laporan World Bank bertajuk East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026 yang dirilis Kamis (9/4/2026), ekonomi Indonesia dinilai memiliki bantalan (buffer) yang cukup kuat untuk menahan guncangan eksternal. Salah satu faktor kuncinya adalah status Indonesia yang masih menikmati pendapatan ekspor komoditas.
Bank Dunia menyebut fenomena ini sebagai "natural hedge" atau lindung nilai alami. Keuntungan dari ekspor komoditas ini diyakini mampu menjaga stabilitas neraca dagang, transaksi berjalan, hingga menekan defisit fiskal meskipun harga energi di pasar global tengah melonjak.
"Negara dengan bantalan kuat, seperti Kamboja, Vietnam, dan Indonesia, memiliki ruang kebijakan yang besar untuk menyerap tekanan tersebut," tulis Bank Dunia dalam laporannya.
Selain faktor komoditas, Bank Dunia juga menyoroti kebijakan pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Langkah ini dinilai sangat efektif dalam meredam transmisi kenaikan harga energi global ke tingkat inflasi domestik.
Berdasarkan simulasi empiris Bank Dunia, jika harga minyak dunia naik sebesar USD 20 per barel, dampaknya terhadap inflasi di Indonesia diprediksi akan tetap moderat.
Sebagai perbandingan, inflasi Thailand diperkirakan bakal melonjak hingga 0,67 persen dan Filipina sebesar 0,62 persen dalam enam bulan ke depan. Sementara itu, Indonesia diproyeksikan hanya mengalami dampak inflasi sebesar 0,22 persen, angka yang mendekati stabilitas inflasi China.
"Indonesia menunjukkan respons inflasi yang moderat, yang sebagian disebabkan oleh subsidi domestik dan mekanisme harga yang diatur pemerintah, sehingga melindungi konsumen dari tekanan harga energi," lanjut laporan tersebut.
Baca Juga: Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
Dengan fundamental yang solid dan kebijakan subsidi yang tepat sasaran, Bank Dunia meyakini Indonesia masih memiliki ruang manuver kebijakan yang luas untuk menavigasi tantangan ekonomi global ke depan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Pelindo Lakukan Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa
-
Setelah Sah Jadi BUMN, Danantara Mulai Audisi Direksi DSI
-
Danantara Punya Yayasan Filantropi, Fokus Benahi Kesehatan dan Pendidikan
-
BRI Salurkan KUR Perumahan Rp9,2 Triliun, Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Manfaat untuk UMKM
-
Viral Pantai Kartika di Konawe Selatan Hancur Digempur Tambang, Ini Perusahaan Pemilik Konsesinya
-
Qita by BRI Diluncurkan, Permudah Pengelolaan Finansial dan Gaya Hidup Digital
-
Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional
-
Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini
-
Prabowo Siapkan Pelatihan Industri Semikonduktor untuk 15 Ribu Anak Muda
-
PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI