- Menteri Keuangan menyiapkan regulasi bisnis fasilitas penyimpanan terapung dan bunkering kapal untuk PT Asinusa Putra Sekawan di Pulau Nipa.
- Pemanfaatan lokasi strategis Pulau Nipa bertujuan menarik kapal asing agar memberikan kontribusi pendapatan negara melalui layanan labuh tersebut.
- Satgas P2SP menargetkan penyelesaian kendala regulasi dalam satu bulan agar Indonesia mampu bersaing dengan Malaysia dan Singapura.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan penyusunan regulasi untuk bisnis floating storage unit (FSU atau fasilitas penyimpanan terapung) dan bunkering kapal.
Hal ini sekaligus menanggapi masukan dari PT Asinusa Putra Sekawan dalam sidang debottlenecking yang digelar di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Perusahaan itu ingin membangun bisnis FSU dan bunkering di Pulau Nipa, Selat Malaka.
Saat ditemui sesudah sidang, Menkeu Purbaya mengatakan kalau dirinya pernah ke kawasan tersebut saat bertugas di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Ia bercerita, di lokasi itu terdapat pulau kecil yang dijadikan kawasan bersinggah kapal sebelum berlabuh ke Singapura. Purbaya menilai kalau pulau tersebut sebenarnya bisa menjadi potensi bisnis untuk FSU maupun bunkering.
"Jadi itu bisa buat berlabuh kapal-kapal besar. Sementara ini kapal-kapal yang menunggu di Singapura itu, ya dekat-dekat Singapura. Jadi kita enggak dapat apa-apa. Kadang-kadang mereka parkir di tempat kita, kita enggak tahu, enggak bayar loh," katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Jumat (10/4/2026).
Dari pengalaman itu, ia melihat potensi bisnis pulau tersebut untuk menjadikannya sebagai tempat berlabuh kapal-kapal yang sedang menunggu. Saat ini bisnis semacam itu memang sudah ada, namun belum maksimal.
"Kayaknya sudah jalan sebagian, yang tadi (PT Asinusa Putra Sekawan) mau diperluas, untuk penempatan. Boleh enggak dijadikan floating storage unit, kapal untuk floating storage, di situ semacam storage tapi kapal. Di mana orang bisa taruh di situ. Mungkin nanti kalau sudah dibetulkan nanti diekspor ke negara-negara sekeliling kita," papar dia.
Bendahara Negara menilai kalau ide itu bagus karena selama ini Indonesia memiliki laut yang luas, pulau bagus, lokasi strategis, namun belum dimanfaatkan maksimal.
Maka dari itu, Purbaya bakal mengatasi kendala PT Asinusa Putra Sekawan untuk memperluas bisnis FSU dan bunkering. Ia menargetkan satu bulan masalah itu bisa diselesaikan lewat Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP).
Baca Juga: Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya
"Saya harapkan satu bulan sudah celar. Sehingga mereka bisa betul-betul bersaing dengan negara-negara Malaysia dan Singapura dalam hal menarik kapal-kapal asing yang mau isi bahan bakar, mau menunggu, dan lain-lain. Sehingga income buat kita bertambah," jelasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya
-
Aldi Taher Ditegur Ustaz Abu Takeru soal Kalimat 'Semuanya Milik Allah', Reaksinya Bikin Salut
-
Kejar Setoran Barang Mewah, Bea Cukai dan DJP Segel 4 Kapal Pesiar Asing di Jakarta Utara
-
UMKM Terancam Gulung Tikar Imbas Wacana Larangan Total Vape
-
Wacana Pangkas Gaji Menteri, Purbaya Nyatakan Tak Keberatan, Sebut Bisa Capai 25 Persen
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Dukung Liburan Sekolah Makin Seru, Gojek Hadirkan Kurasi Jalan Jajan di Aplikasi
-
BRI Hadirkan ORI030 untuk Investasi ORI dengan Kupon Tetap Bulanan
-
Jembatan Enang-enang Hasil Patungan Rakyat Aceh Rp1 M Ditutup, Menteri PU Nilai Struktur Belum Kuat
-
Purbaya Akan Minta Penjelasan Kemenhan soal Anggaran Rudal Brahmos India
-
LNG Murah Industri hanya Berlaku hingga 31 Desember
-
BBM Shell Masih Kosong Hingga Saat Ini, Anak Buah Bahlil: Cerita Lama!
-
Mitra Binaan Batik BNI Meriahkan Pameran Puspa Nuswantara 2026
-
Airlangga Ungkap Biang Kerok Neraca Dagang Sempat Defisit, Impor BBM Jadi Pemicu
-
Emas Anjlok, Dolar Perkasa! Investor Disarankan Pantau Rasio Emas Sebelum Ambil Keputusan
-
Emiten RANS Dirumorkan Jadi Perusahaan Pencucian Uang, Apa Kata Raffi dan Nagita Slavina?