- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menindaklanjuti keluhan PT GBKEK terkait hambatan perizinan lahan di KEK Galang Batang, Kepulauan Riau.
- Keterlambatan izin penggunaan kawasan hutan sejak 2022 menyebabkan investor mundur serta terhambatnya pembangunan pelabuhan dan perluasan industri perusahaan.
- Purbaya memberikan tenggat waktu dua minggu kepada Kementerian Kehutanan untuk menyelesaikan perizinan lahan demi mengejar target investasi Rp102,5 triliun.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turun tangan mengatasi hambatan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang, Kepulauan Riau karena mandek sejak 2022.
Hal ini bermula dari keluhan perwakilan PT GBKEK Industri Park, Song Jianbo dalam sidang debottlenecking yang digelar di Kementerian Keuangan, Kamis (9/4/2026) kemarin.
Ia mengaku kalau izin perubahan fungsi dan pelepasan kawasan hutan untuk perluasan kawasan industri belum direstui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) sejak 2022 lalu. Rencananya, mereka ingin membangun pelabuhan di kawasan tersebut.
"Akibatnya juga ini menyebabkan investor kami yang pertama di sektor caustic soda sudah hengkang karena kelamaan menunggu. Dan perizinan-perizinan lainnya terhambat. AMDAL juga jadi belum bisa dilakukan, dengan pelabuhan juga menunggu AMDAL-nya selesai juga," kata Jianbo saat mengadukan hambatan itu Purbaya, dikutip Jumat (10/4/2026).
PT GBKEK Industri Park sendiri mengajukan permohonan persetujuan penggunaan kawasan hutan di daerah Kp Masiran dengan luas sekitar 80,98 hektare untuk pembangunan pelabuhan.
Ia mengklaim apabila perizinan tuntas, KEK Galang Batang bisa merealisasikan tambahan investasi hingga Rp 102,5 triliun di 2027. Serapan tenaga kerja juga bisa mencapai 110 ribu orang.
Dalam paparannya, ekspansi itu mencakup peningkatan kapasitas produksi smelter grade alumina dari 2 juta ton ke 4 juta ton hingga pembangunan smelter aluminium ingot berkapasitas 250 ribu ton per tahun.
Menanggapi aduan itu, Purbaya meminta perwakilan Kemenhut untuk menyelesaikan surat keputusan dalam waktu dua minggu.
“Kami beri waktu dua minggu. Nanti kami cek apakah izin pemakaian lahan sudah terbit,” jelas Purbaya.
Baca Juga: Purbaya Bidik Potensi Bisnis FSU dan Bunkering, Klaim Bisa Saingi Malaysia dan Singapura
Tag
Berita Terkait
-
Purbaya Bidik Potensi Bisnis FSU dan Bunkering, Klaim Bisa Saingi Malaysia dan Singapura
-
Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya
-
Investasi Tanpa Modal? BRI Tawarkan 'Modal Awal' Gratis Lewat BRImo
-
Wacana Pangkas Gaji Menteri, Purbaya Nyatakan Tak Keberatan, Sebut Bisa Capai 25 Persen
-
Lowongan Kerja Bea Cukai Lulusan SMA Dipercepat Purbaya Jadi Bulan Ini
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material
-
Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja
-
Menteri Dody Santai Anggaran PU Dipotong, Infrastruktur Tetap Jalan
-
Telah Kucurkan Rp 530 Triliun, Ini Strategi BTN Genjot Penyaluran KPR
-
Kejati Geledah Kantor Kementerian PU, Menteri Dody: 16 Item Disita, Termasuk PC dan Dokumen Audit
-
Pemerintah Sebut Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz Belum Jelas
-
Pasar Saham RI Bergairah, IHSG Naik 2% Lebih ke Level 7.458
-
Pemerintah Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Investasi
-
Ekspansi Strategis BRI Group: Pegadaian Resmikan Kantor Cabang Luar Negeri Pertama di Timor Leste
-
Purbaya Bidik Potensi Bisnis FSU dan Bunkering, Klaim Bisa Saingi Malaysia dan Singapura