- Program Belanja Nasional mencatat Rp184,02 triliun, lebih tinggi dari target Rp172,38 triliun.
- Friday Mubarak (Rp129,12 triliun) dan BINA Lebaran (Rp54,9 triliun) sukses menjaga momentum konsumsi masyarakat.
- Kunjungan ke pusat perbelanjaan naik 12 persen, dengan konsumsi didominasi sektor makanan, minuman, dan hiburan.
Suara.com - Pemerintah mengungkapkan daya beli masyarakat Indonesia terbukti masih terjaga kuat di tengah pola konsumsi awal tahun. Hal ini tercermin dari capaian Program Belanja Nasional kuartal I-2026 yang berhasil melampaui target pemerintah.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan, realisasi program tersebut mencapai Rp 184,02 triliun, lebih tinggi dari target awal sebesar Rp 172,38 triliun.
"Keberhasilan ini membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha mampu menciptakan stimulus yang efektif bagi konsumsi masyarakat, khususnya dalam menyambut momentum Ramadan dan Idulfitri," ujar Mendag dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).
Capaian ini diklaim Mendag menjadi sinyal kuat bahwa konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama ekonomi nasional. Program belanja seperti Friday Mubarak dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 dinilai berhasil menjaga momentum konsumsi di tengah tantangan ekonomi.
Program Friday Mubarak yang digelar oleh APRINDO mencatatkan transaksi sebesar Rp 129,12 triliun atau 8,5 persen di atas target. Sementara itu, program BINA Lebaran 2026 yang diinisiasi HIPPINDO menyumbang transaksi Rp 54,9 triliun atau 2,8 persen melampaui target.
Tidak hanya dari sisi transaksi, peningkatan daya beli masyarakat juga tercermin dari lonjakan aktivitas di pusat perbelanjaan. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mencatat kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan selama Ramadan dan Idulfitri 2026 meningkat hingga 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Konsumsi terpantau didominasi kategori makanan dan minuman, serta sektor hiburan," jelas Mendag.
Pemerintah menilai, keberhasilan ini menjadi fondasi penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026. Program belanja nasional pun akan terus dilanjutkan melalui berbagai agenda sepanjang tahun.
"Capaian pada Kuartal 1 menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan daya beli domestik sepanjang tahun 2026," pungkas Mendag.
Baca Juga: Defisit APBN RI 6 Persen, Menkeu Bilang Belum Pernah Terjadi Sejak 20 Tahun Terakhir
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Bank Investasi China Berikan Pinjaman Rp71,5 Triliun untuk Indonesia, Mau Buat Apa?
-
BUMN Dana Pensiun Perluas Bantuan Hunian ke Pensiunan
-
Pertamina Salurkan Lebih dari 4.400 Hewan Kurban untuk Masyarakat pada hari raya Iduladha 2026
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp 3,96 Triliun dalam Dua Hari, BBCA Jadi Bulan-bulanan
-
Rupiah Anjlok ke Rp17.870 Hari Ini, Cek Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI
-
Cukai Tak Naik Jadi Angin Segar, Kinerja Industri Rokok Disebut Masih Tinggi
-
Iduladha 2026, Pertamina Trans Kontinental Jaga Operasional & Berbagi Berkah Kurban pada Masyarakat
-
Harga Minyak Dunia Naik Turun, Berikut Daftar Harga BBM di Pertamina dan SPBU Swasta!
-
Menkeu Purbaya Tegaskan Kurban Pakai Uang Pribadi Bukan APBN
-
BSDE Didepak dari MSCI, Bagaimana Prospek Sahamnya?