- Defisit APBN RI 2020 capai 6,1%, rekor tertinggi dalam 20 tahun akibat pandemi.
- Belanja negara naik 12,3% demi lindungi warga, sementara pendapatan turun 16%.
- Pemerintah komitmen kembalikan defisit di bawah 3% PDB mulai tahun 2023.
Suara.com - Sejarah pernah mencatat pengelolaan keuangan negara Indonesia mengalami titik nadir yang begitu buruk pada 2020.
Saat itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020 pernah mencatat defisit melebihi ketentuan perundang-undangan yang disepakati 3 persen yakni dengan tembus 6,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Angka ini menjadi torehan defisit terdalam yang dialami Indonesia dalam kurun waktu dua dekade terakhir sejak 2020. Menteri Keuangan waktu itu, Sri Mulyani Indrawati mengatakan pelebaran defisit yang fantastis ini merupakan konsekuensi logis dari kebijakan luar biasa (extraordinary) pemerintah demi menahan hantaman pandemi Covid-19.
"Defisit APBN 2020 mencapai 6,1 persen PDB, tingkat yang belum pernah terjadi dalam kurun waktu dua puluh tahun terakhir," ujar Sri Mulyani dalam rapat paripurna membahas KEM PPKF RAPBN 2022 di Gedung DPR RI waktu itu.
Wanita yang akrab disapa Ani ini menjelaskan, APBN harus "bekerja keras" menjadi bantalan bagi masyarakat. Di satu sisi, belanja negara melonjak hingga 12,3 persen atau setara Rp2.593,5 triliun untuk sektor kesehatan dan bantuan sosial. Di sisi lain, pendapatan negara justru terjun bebas sebesar 16 persen akibat lumpuhnya dunia usaha.
"Pemerintah memberikan berbagai insentif perpajakan untuk menolong dunia usaha agar tetap mampu bertahan," tambahnya.
Akibat hilangnya kesempatan menciptakan nilai tambah selama pandemi, Sri Mulyani menyebut Indonesia mengalami kerugian nominal hingga Rp1.356 triliun pada tahun tersebut.
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2003, defisit APBN sejatinya dibatasi maksimal 3% dari PDB. Namun, lewat UU No. 2 Tahun 2020, aturan ini ditangguhkan sementara demi merespons krisis.
Berikut rincian momen defisit jumbo Indonesia pada saat pandemi Covid-19:
Baca Juga: Anggaran 2026 Efisiensi Ekstrem Imbas Defisit, Dana Program-program Ini Tetap Aman
- Tahun 2020: Defisit melonjak ke level 6,14% (Rp947,7 triliun).
- Tahun 2021: Defisit mulai melandai ke angka 4,65% (Rp783,7 triliun).
- Tahun 2022: Tahun terakhir relaksasi dengan defisit tetap di atas 3%.
Pasca pandemi, pemerintah berkomitmen mengembalikan disiplin fiskal. Pada tahun anggaran 2025, meskipun tekanan ekonomi masih ada, defisit APBN diproyeksikan tetap terjaga di level 2,92% dari PDB mendekati batas legal namun tetap berada di bawah koridor 3%.
Langkah ini diambil untuk memastikan kesehatan fiskal jangka panjang tetap terjaga setelah sempat "berdarah-darah" di masa pandemi waktu itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Tahan Beli, Emas Antam Harganya Naik Lagi Jadi Rp2,61 juta/Gram
-
CNMA Kantongi Rp2,6 Triliun, Keuntungan Besarnya Ternyata Bukan Bioksop!
-
Dua Aksi Demo Warnai Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Kerahkan 597 Personel
-
Tak Hanya Penggerak Ekonomi, Industri Juga Jadi Motor Konservasi Laut
-
7 Perbedaan Parfum EDT, EDP, dan Extrait de Parfum: Daya Tahan hingga Karakter Aroma
-
IHSG Pagi Ini Melesat ke Level 6.200, Saham Diburu Investor
-
Baru Sehari Dibuat, Mural 'Tritura Baru' Mahasiswa Trisakti Dicat Hitam Petugas
-
Harga Jual Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Senin 3 Agustus 2026
-
Dari Bali hingga Sumatra, Main Hakim Sendiri Kian Marak: Krisis Kepercayaan atau Efek Populisme?
-
Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026