- PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk membagikan dividen sebesar Rp350,33 miliar kepada pemegang saham setelah disetujui dalam RUPST di Jakarta.
- Perseroan mencatatkan laba bersih Rp756,2 miliar selama 2025 yang didukung oleh pertumbuhan penjualan bersih menjadi sebesar Rp13,1 triliun.
- RUPST dan RUPSLB memutuskan pengangkatan E Maurits Klavert sebagai Komisaris Independen baru untuk memperkuat tata kelola perusahaan ke depan.
Suara.com - Emiten produsen makanan dan minuman, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (GOOD), memutuskan pembagian dividen sebesar Rp 350,33 miliar atau setara Rp 9,5 per lembar saham kepada para pemegang saham.
Hal ini diputuskan setelah pemegang saham menyetujui usulan tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta.
Adapun, nilai dividen itu setara dengan 50,9 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 688.65 milar.
Sepanjang 2025, Garudafood berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp756,2 miliar, meningkat 10,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan profitabilitas ini ditopang oleh pertumbuhan penjualan bersih sebesar 7,2 persen menjadi Rp 13,1 triliun dari Rp 12,2 triliun pada 2024.
Direktur Utama Garudafood, Hardianto Atmadja, menyampaikan segmen makanan dalam kemasan menjadi pilar utama pertumbuhan Perseroan. Segmen tersebut berkontribusi sebesar 89,9 persen terhadap total penjualan dan mencatatkan pertumbuhan 9,9 persen secara tahunan.
"Kami berhasil memanfaatkan momentum konsumsi domestik secara optimal. Kinerja Perseroan di tahun 2025 merupakan hasil dari sinergi seluruh unit kerja dalam mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis," ujar Hardianto Atmadja dalam paparan publik secara virtual yang dikutip, Jumat (24/4/2026).
Penjualan dalam negeri tetap menjadi penopang utama kinerja Garudafood dengan kontribusi sebesar 97,2 persen dari total pendapatan bersih Perseroan. Pada 2025, penjualan domestik tercatat tumbuh 7,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh penguatan distribusi di berbagai wilayah, efektivitas program penciptaan nilai (value creation program/VCP) yang berjalan konsisten, dan permintaan yang konsisten terhadap produk Perseroan.
Kinerja positif tersebut turut ditopang oleh kontribusi kuat kategori produk utama, yaitu Ready to Serve (RTS), biskuit, serta keju dan susu (dairy).
Baca Juga: Rugi Bersih Garuda Indonesia Susut 45% di Kuartal I-2026
Garudafood juga menjalankan sejumlah inisiatif strategis meliputi inovasi produk unggulan baru, pengembangan saluran distribusi, transformasi digital, optimalisasi operasional, serta kolaborasi strategis lintas fungsi. Pendekatan holistik ini diyakini Perseroan sebagai fondasi untuk menjaga daya saing jangka panjang.
Dalam agenda RUPSLB, pemegang saham menyetujui pengangkatan E Maurits Klavert sebagai Komisaris Independen Perseroan, menggantikan Dorodjatun Kuntjoro Jakti. Pergantian ini merupakan bagian dari penyegaran komposisi Dewan Komisaris dalam rangka memperkuat tata kelola Perseroan yang baik (good corporate governance) ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
BRI Dorong Inklusi Keuangan dan UMKM Lewat Teras Kapal di 4 Wilayah Kepulauan
-
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris PT Telkom
-
Borong Penghargaan HR Asia 2026, PT Pegadaian Jadi Best Company to Work For in Asia untuk ke-8 Kali
-
Dorong Kenyamanan Wisata Bali, BTN Ekspansif Dorong Bale Untuk Permudah Transaksi
-
RUPS PT Telkom Setujui Dividen Rp21,9 Triliun dan Buyback Saham Rp4 Triliun
-
Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI
-
OJK dan CFX Dorong Inovasi dan Regulasi Adaptif di Industri Aset Kripto
-
CFX Gandeng Sejumlah Perguruan Tinggi Perkuat Literasi Aset Kripto dan Blockchain Nasional
-
IDRX: Stablecoin Rupiah Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia
-
Regulasi Kripto Sudah di Level UU, DPR Sebut Indonesia Selangkah Lebih Maju