Bisnis / Makro
Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Screenshot YouTube Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperingatkan APRDI agar mengelola dana masyarakat dengan integritas tinggi saat acara PINTAR di BEI, Senin (27/4/2026).
  • Pemerintah menuntut pengawasan ketat terhadap manajer investasi untuk mencegah penyimpangan demi menjaga kepercayaan publik dalam pasar keuangan nasional.
  • Pihak yang terbukti melakukan pelanggaran akan menghadapi sanksi tegas hingga tindakan hukum dari Otoritas Jasa Keuangan sesuai aturan berlaku.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melayangkan peringatan keras kepada Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) untuk berhati-hati dalam mengelola dana investor.

Menkeu Purbaya menilai kalau APRDI adalah suatu wadah yang bagus selaku pengelola investasi reksa dana. Ia pun meminta asosiasi tersebut diawasi agar tidak melakukan penyimpangan.

"Asal dikontrol saja, jangan sampai mereka juga main-main. Asal mereka dikontrol dengan baik, itu suatu tempat yang paling aman bagi masyarakat untuk menaruh uangnya dengan aman," katanya dalam acara Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana dan Pembukaan Pekan Reksa Dana Tahun 2026 di Gedung BEI, Senin (27/4/2026).

Bendahara Negara percaya kalau APRDI pasti melakukan evaluasi setiap tahun, mulai dari penilaian (ranking) dan lainnya. Namun ia kembali melayangkan ultimatum apabila ada yang melakukan penyimpangan.

"Kalau yang jelek pasti dikasih peringatan ya. Kalau yang main-main, berhentiin aja. Jadi aturan akan dijalankan dengan tegas," lanjutnya.

Di saat yang sama, Purbaya meminta publik untuk menyerahkan investasi reksa dana kepada ahlinya, dalam hal ini APRDI. Tapi jika ada kesalahan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wajib menghukum, bila perlu dimasukkan ke penjara.

Ilustrasi reksa dana. (dok. ist)

Ia juga menilai kalau pengelolaan investasi tak cukup hanya menggunakan teknologi. Hal lain yang diperlukan adalah integritas.

"Teknologi saja enggak cukup. Teknologi tanpa integritas adalah resep menuju bencana. Kepercayaan adalah mata uang tertinggi di pasar keuangan," imbuhnya.

Purbaya kemudian berpesan kepada para manajer investasi untuk hati-hati dalam mengelola uang masyarakat. Ia menegaskan bakal terus mengejar mereka apabila tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

"Jadi teman-teman yang terlibat dalam me-manage uang juga harus hati-hati. Sekarang saya ikut mengawasi. Kalau ada yang macam-macam, saya hajar Anda. Walaupun Ibu ketua OJK dulu yang hantam ya, tapi saya enggak akan lepaskan Anda di manapun Anda berada. kalau Anda main-main," tegasnya.

Load More