- OJK & Bibit luncurkan PINTAR Reksa Dana guna perkuat literasi keuangan domestik.
- Strategi SIP Bibit bidik disiplin investasi, berkaca pada sukses 600% AAUM India.
- Investor pasar modal RI tembus 26 juta, potensi pertumbuhan reksa dana kian besar.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pelaku industri pasar modal resmi meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana serta Pekan Reksa Dana 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/4/2026). Langkah strategis ini membidik penguatan pasar keuangan domestik melalui disiplin investasi masyarakat.
Hadir dalam peluncuran tersebut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Gerakan ini menjadi momentum krusial mengingat jumlah investor pasar modal Indonesia kini telah menembus angka 26 juta investor.
Aplikasi investasi digital Bibit.id turut mengambil peran sentral dalam gerakan ini. Direktur Bibit.id, Hilmawan Kusumajaya menyatakan bahwa pihaknya telah mempelopori fitur Systematic Investment Plan (SIP) atau nabung rutin sejak tahun 2020.
"Filosofi investasi terencana dan berkala telah terbukti menjadi cara paling efektif bagi masyarakat untuk membangun kekayaan jangka panjang," ujar Hilmawan.
Strategi SIP menggabungkan kekuatan bunga majemuk (the power of compounding) dan Dollar Cost Averaging. Investor diwajibkan menyetor dana dalam jumlah tetap secara terjadwal. Metode ini dinilai cocok untuk target jangka panjang, seperti pembelian hunian dalam horizon waktu 10 tahun.
Ambisi Indonesia untuk memperbesar basis investor reksa dana bukan tanpa referensi. Chief Executive AMFI (India), Venkat N. Chalasani, yang turut hadir, memaparkan data mencengangkan dari Negeri Bollywood.
Melalui kampanye “Mutual Fund Sahi Hai” yang dimulai pada 2017, India berhasil mengubah lanskap investasinya. Dalam periode singkat Februari 2017 hingga Maret 2019 saja, Average Assets Under Management (AAUM) reksa dana di India tumbuh 33%.
"Yang lebih mencengangkan, sejak gerakan itu dicanangkan hingga hari ini, AAUM reksa dana di India tercatat tumbuh 600%," ungkap Venkat.
Hilmawan optimis Indonesia mampu mengejar ketertinggalan dan meraih kesuksesan serupa. "Dengan lebih dari 26 juta investor per hari ini, kami optimis dapat mencapai kesuksesan yang sama dengan India melalui disiplin dan teknologi finansial," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
Terkini
-
IHSG Masih Loyo Pada Penutupan Senin, Padahal 423 Saham Menghijau
-
Pangkas Impor LPG, Bahlil Siapkan Strategi CNG: Bahan Baku Melimpah, Gas Dalam Negeri!
-
Superbank Raup Laba Bersih Sebelum Pajak Rp 143,3 M Sepanjang 2025
-
Emiten TRON Sulap Bus AKAP Gunakan AI dalam Operasional
-
Krakatau Steel Bukukan Laba Bersih 4,6 Juta Dolar AS di Kuartal I-2026
-
Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS ke Level Rp 17.211 per Dolar AS
-
Mengapa Purbaya Lembek soal Pajak ke Orang Super Kaya di RI?
-
3 Jenis Reksadana yang Paling Cocok untuk Investor Pemula, Risiko Rendah
-
Indonesia Merugi Rp30 Triliun per Tahun dari Makanan Tidak Aman
-
Wamenkeu: MBG Absen di Sabtu Rp1 Triliun Dihemat per Pekan