- Pakar investasi Rivan Kurniawan merekomendasikan saham BBRI karena kombinasi harga diskon serta potensi pemulihan laba perusahaan tahun 2026.
- BBRI mencatatkan perbaikan kualitas aset melalui penurunan Loan at Risk dan efektivitas manajemen risiko pada sektor mikro.
- Strategi pembagian dividen jumbo bertujuan mengoptimalkan rasio modal guna meningkatkan nilai Return on Equity bagi pemegang saham.
Fokus pada segmen "akar rumput" ini memungkinkan BBRI mencatatkan Net Interest Margin (NIM) sebesar 7,8%. Angka ini jauh mengungguli rata-rata bank besar lain yang biasanya hanya bermain di kisaran 4-5%.
Menariknya, potensi pertumbuhan di segmen ini masih sangat luas. Dari total 53 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 15,5 juta yang tersentuh layanan perbankan, memberikan runway pertumbuhan jangka panjang bagi BBRI.
Strategi Dividen: Bukan Sekadar Bagi-Bagi Laba
Kebijakan BBRI yang membagikan dividen jumbo dengan payout ratio mencapai 92% seringkali memicu kekhawatiran mengenai pertumbuhan masa depan. Namun, Rivan Kurniawan melihat hal ini sebagai langkah cerdas dalam optimalisasi modal.
Saat ini, rasio kecukupan modal (CAR) BBRI berada di level yang sangat tinggi, yakni 23%. Dengan membagikan dividen besar, manajemen secara sengaja menekan CAR ke level yang lebih efisien di kisaran 20%. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan Return on Equity (ROE).
"Ketika ROE meningkat, pasar akan memberikan valuasi yang lebih premium terhadap saham tersebut. Jadi, dividen besar ini adalah upaya manajemen untuk memaksimalkan nilai bagi pemegang saham tanpa mengganggu kesehatan bank," jelas Rivan.
Valuasi yang Sedang "Obral"
Bagi investor fundamental, harga adalah segalanya. Rivan menyoroti bahwa saat ini BBRI diperdagangkan dengan Price to Book Value (PBV) di kisaran 1,5 hingga 1,6 kali.
Valuasi ini tergolong sangat murah jika dibandingkan dengan titik tertingginya (all-time high) di mana PBV sempat menyentuh angka 3 kali. Dengan kata lain, harga saham BBRI saat ini sedang terdiskon sekitar 30% hingga 40%.
Baca Juga: Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030
Kombinasi antara ekosistem bisnis yang sulit ditiru, perbaikan performa keuangan di awal 2026, serta komitmen dividen yang tinggi menjadikan BBRI sebagai instrumen investasi yang sangat menarik untuk navigasi portofolio di tahun ini.
Catatan Redaksi: Analisis ini berdasarkan pandangan pakar investasi dan data kinerja keuangan terkini. Keputusan investasi tetap berada di tangan investor dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing.
Berita Terkait
-
Kunci Keberhasilan Persija Jakarta Bantai Persis, Dony Tri Pamungkas Jadi Pemain Terbaik
-
IHSG Terus Terjun ke Zona Merah, Nyaris ke Level 6.900
-
Kurban Praktis dan Penuh Makna, Ibadah Jadi Lebih Mudah Lewat BRImo
-
BRI Dukung Respon Cepat Kesiapsiagaan Bencana Bersama BPBD Buleleng
-
Mudahkan Akses Kesehatan, BRI Kepanjen Hadirkan Ambulans untuk Santri di Malang
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan
-
YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan
-
64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan
-
KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN
-
Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
-
Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya
-
Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman
-
IHSG Terus Terjun ke Zona Merah, Nyaris ke Level 6.900
-
TelkomGroup Dukung Menkomdigi, Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak Melalui PP Tunas