- Pakar investasi Rivan Kurniawan merekomendasikan saham BBRI karena memiliki potensi pembalikan kinerja keuangan positif pada awal tahun 2026.
- Perbaikan kualitas aset dan penguasaan segmen mikro yang luas menjadi faktor pendukung utama efektivitas manajemen risiko perusahaan tersebut.
- Strategi pembagian dividen jumbo dan valuasi harga saham yang sedang diskon dinilai menarik untuk memaksimalkan nilai pemegang saham.
Suara.com - Pasar modal Indonesia belakangan menunjukkan pola fluktuasi yang ekstrem imbas ketegangan geopolitik, termasuk perang AS-Iran di Timur Tengah.
Di tengah ketegangan ekonomi ini, perdebatan mengenai pilihan terbaik di sektor perbankan raksasa (Big Four) selalu menjadi topik hangat bagi para investor.
Baru-baru ini, pakar investasi kenamaan Rivan Kurniawan memberikan pandangan tajamnya dalam sebuah wawancara mendalam di kanal YouTube Leon Hartono.
Rivan mengaku bahwa pilihannya tetap jatuh pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), meskipun ia tidak menampik opsi emiten lainnya tetap menarik.
Keputusan Rivan memilih emiten bank dengan fokus segmen mikro ini bukan tanpa alasan. Ia melihat adanya kombinasi langka antara harga yang sedang "diskon", perbaikan kualitas aset, hingga strategi manajemen modal yang sangat menguntungkan pemegang saham ritel.
Satu poin krusial yang disoroti Rivan adalah potensi turnaround atau pembalikan kinerja. Perlu diingat bahwa pada tahun buku 2025, BBRI sempat mencatatkan penurunan laba bersih sekitar 5,5%, dari Rp60,6 triliun menjadi Rp57,1 triliun. Penurunan ini dipicu oleh kebijakan manajemen yang mempertebal biaya provisi (CKPN) sebagai langkah antisipatif.
Namun, memasuki tahun 2026, awan mendung tersebut mulai tersingkap. Data per Februari 2026 menunjukkan laba BBRI melesat 17% secara tahunan (YoY) menjadi Rp7,7 triliun.
"Saya melihat dari empat big banks, hanya BRI dan BNI yang labanya sempat negatif tahun lalu. Sebagai investor yang menyukai saham turnaround, momentum pemulihan laba BRI ini adalah sinyal yang sangat positif," ungkap Rivan dalam wawancara tersebut.
Kualitas Aset yang Semakin Kinclong
Baca Juga: Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030
Seringkali, investor khawatir terhadap risiko kredit di segmen mikro. Namun, Rivan membedah data dengan lebih optimistis.
Meskipun biaya pencadangan sempat melonjak 24% untuk memitigasi risiko gagal bayar di masa lalu, indikator kualitas aset BBRI saat ini justru menunjukkan tren perbaikan yang solid.
Rivan mencatat bahwa indikator-indikator teknis seperti:
- Loan at Risk (LAR): Menunjukkan tren menurun.
- Write-off (Hapus Buku): Mengalami penurunan volume.
- Special Mention: Kredit dalam perhatian khusus yang mulai berkurang.
Perbaikan kualitas aset ini mengindikasikan bahwa manajemen risiko BBRI berjalan efektif. Dampaknya, beban CKPN di masa depan diprediksi akan menyusut, yang secara otomatis memberikan ruang lebih besar bagi pertumbuhan laba bersih di kuartal-kuartal mendatang.
Keunggulan kompetitif BBRI terletak pada penguasaan segmen mikro dan UMKM yang mencapai 58% dari total penyaluran kredit.
Dengan ekosistem unik yang melibatkan Pegadaian dan PNM, BBRI memiliki akses ke lapisan masyarakat yang tidak terjangkau oleh bank besar lainnya.
Berita Terkait
-
IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis
-
Kunci Keberhasilan Persija Jakarta Bantai Persis, Dony Tri Pamungkas Jadi Pemain Terbaik
-
IHSG Terus Terjun ke Zona Merah, Nyaris ke Level 6.900
-
Kurban Praktis dan Penuh Makna, Ibadah Jadi Lebih Mudah Lewat BRImo
-
BRI Dukung Respon Cepat Kesiapsiagaan Bencana Bersama BPBD Buleleng
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
BRI Perkuat UMKM Kepulauan Talaud Lewat Dedikasi Mantri BRI
-
Mantri BRI Tempuh Perjalanan Antardesa untuk Dampingi UMKM di Kepulauan Talaud
-
Venom Audio Hadirkan Head Unit Berbasis ChatGPT dan Produk Terbaru di GIIAS 2026
-
Tolak Suap Rp1 Miliar, Eks Wakapolri Oegroseno Buka-bukaan Soal Kasus Tanah Sepolwan
-
Menjangkau Pelosok Talaud, Mantri BRI Perkuat Perekonomian Masyarakat Lewat Pendampingan UMKM
-
1 Agustus Hari Apa? Ini Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional
-
WIND UP: The Movie Membuktikan Olahraga Bukan tentang Kemenangan Semata
-
3 Serum Wardah untuk Kulit Kering dan Kusam yang Cocok Dipakai Sehari-hari
-
UMKM Antre Ajukan KUR Perumahan, Kuota Dinaikkan Jadi Rp50 Triliun
-
Modus Terbongkar! Bea Cukai Gagalkan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Disamarkan Keramik Senilai Rp17,5 Miliar