- Bukalapak rugi bersih Rp425,5 miliar di Q1-2026, usai laba Rp110,6 miliar tahun lalu.
- Pendapatan naik jadi Rp2,3 triliun, namun tergerus beban pokok Rp2,2 triliun.
- Efisiensi berlanjut, jumlah karyawan BUKA berkurang menjadi 419 orang per Maret 2026.
Suara.com - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) harus menelan pil pahit pada awal tahun 2026. Emiten teknologi ini mencatatkan rapor merah dengan membukukan kerugian bersih pada kuartal I-2026, berbanding terbalik dengan kondisi tahun sebelumnya yang masih mencicipi laba.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Bukalapak mencatatkan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp425,5 miliar sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Padahal, pada periode yang sama tahun 2025, BUKA masih mampu mengantongi laba bersih senilai Rp110,65 miliar.
Kondisi ini terjadi meski dari sisi top line, perseroan sebenarnya menunjukkan taji. Pendapatan neto Bukalapak melonjak signifikan menjadi Rp2,3 triliun di kuartal I-2026, dibandingkan perolehan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,45 triliun.
Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut nyatanya dibarengi dengan pembengkakan beban pokok pendapatan yang mencapai Rp2,2 triliun, naik tajam dari posisi Rp1,32 triliun pada kuartal I-2025.
Walhasil, beban yang berat tersebut menggerus margin hingga menyebabkan rugi usaha membengkak menjadi Rp519,1 miliar. Angka ini melonjak drastis jika dibandingkan rugi usaha pada periode serupa tahun lalu yang 'hanya' sebesar Rp94,4 miliar.
Dari sisi neraca, hingga akhir Maret 2026, total aset Bukalapak tercatat berada di level Rp25,4 triliun. Perseroan menjaga posisi keuangan dengan liabilitas sebesar Rp657,8 miliar dan ekuitas yang masih tebal di angka Rp24,7 triliun.
Di tengah tekanan kinerja keuangan, Bukalapak juga terpantau terus melakukan PHK kepada 5 orang karyawannya. Hal tersebut terlihat dari adanya efisiensi pada sisi sumber daya manusia. Jumlah karyawan perseroan menyusut menjadi 419 orang per 31 Maret 2026, berkurang dari posisi akhir Desember 2025 yang sebanyak 424 karyawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga