- IHSG ditutup menguat 0,41 persen ke level 7.101,23 pada perdagangan Rabu, 29 April 2026 akibat aksi technical rebound.
- Penguatan IHSG didorong oleh sektor industri, namun pergerakan pasar masih dibayangi potensi aksi ambil untung investor jangka pendek.
- Sentimen global memengaruhi pasar, termasuk penantian data ekonomi Amerika Serikat serta kebijakan suku bunga bank sentral di Eropa.
Suara.com - Para investor akhirnya bisa bernafas legas setelah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada perdagangan Rabu, 29 April 2026.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, penguatan ini didorong oleh aksi technical rebound seiring posisi indeks yang sudah berada di area jenuh jual (oversold).
IHSG tercatat naik 0,41 persen ke level 7.101,23. Namun, pergerakan indeks masih dibayangi sentimen teknikal dan potensi aksi ambil untung dalam jangka pendek.
Secara sektoral, sektor industri menjadi penopang utama dengan kenaikan sebesar 2,41 persen. Sebaliknya, sektor basic materials justru mencatatkan pelemahan terdalam hingga 1,08 persen.
Dari sisi teknikal, pergerakan IHSG masih belum sepenuhnya solid. Indikator MACD menunjukkan pelebaran histogram negatif, sementara Stochastic RSI memang sudah berada di area oversold, namun belum mengindikasikan adanya pembalikan arah (reversal) yang kuat.
Phintraco Sekuritas menilai IHSG berpeluang melanjutkan penguatan terbatas dengan menguji level MA5 di kisaran 7.156. Namun demikian, investor diingatkan untuk mewaspadai potensi profit taking, terutama menjelang periode libur panjang (long weekend).
Sentimen global juga turut memengaruhi arah pergerakan pasar. Bursa Asia bergerak variatif (mix), seiring pelaku pasar mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta kebijakan produksi minyak oleh OPEC.
Dari Amerika Serikat, pelaku pasar menantikan rilis data indeks PCE prices Maret 2026 yang diperkirakan meningkat ke level 3,3 persen dari sebelumnya 2,8 persen pada Februari. Selain itu, pertumbuhan ekonomi AS kuartal I 2026 diproyeksikan tumbuh 1,5 peraen secara kuartalan (QoQ), naik dari 0,5 persen pada kuartal sebelumnya.
Sementara itu, dari China akan dirilis data manufaktur dan non-manufaktur April. Dari kawasan Eropa, investor menunggu rilis data PDB kuartal I 2026, inflasi, tingkat pengangguran, hingga hasil pertemuan bank sentral Eropa.
Baca Juga: Airlangga Soroti Sepinya IPO Pasar Saham RI di Q1 2026, Ini Penyebabnya
Secara konsensus, bank sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) diperkirakan masih akan menahan suku bunga acuannya di level 2,15 persen. Hal serupa juga diperkirakan terjadi pada Bank of England (BoE) yang berpotensi mempertahankan suku bunga di level 3,75 persen.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 41,32 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 17,21 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,41 juta kali.
Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 399 saham bergerak naik, sedangkan 297 saham mengalami penurunan, dan 263 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, INOV, TOOL, KONI, BAPA, ICON, APLN, BLUE, NEST.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, DEFI, LNPI, KJEN, PPRE, LCKM, NAIK, SDMU, PTMP, PADA.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Aksi Nyata Peduli Bumi, Pegadaian Inisiasi Gerakan PURE Movement
-
BI Kuras Devisa Negara Triliunan Demi Rupiah Menguat 'Se-Perak Dua-Perak'
-
Pemerintah Klaim Ketergantungan Indonesia ke Selat Hormuz Hanya 20 Persen
-
Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS
-
Kelas Menengah Terus Mengelus Dada: Gaji Tak Naik-naik dan Daya Beli yang Kian Payah
-
Hilirisasi Digeber, RI Bidik Pangkas Impor BBM dan LPG hingga Rp1,25 Miliar per Tahun
-
Purbaya Siap Kasih Insentif Pajak ke Pasar Modal, Tapi Ada Syaratnya
-
Gerbong Wanita Disorot Usai Kecelakaan KRL, Salah Posisi atau Salah Sistem?
-
Duduk Lesu dan Baju Lusuh saat Tragedi KRL Bekasi, Harta Kekayaan Dirut KAI Bobby Rasyidin Disorot
-
Airlangga Soroti Sepinya IPO Pasar Saham RI di Q1 2026, Ini Penyebabnya