- Menko Perekonomian mencatat pasar modal Indonesia lesu pada triwulan pertama 2026 karena hanya terdapat satu perusahaan yang melakukan IPO.
- Ketidakpastian ekonomi global menjadi penyebab utama rendahnya minat perusahaan untuk melakukan penawaran umum perdana di bursa saham domestik.
- Investasi sektor riil Indonesia meningkat 7,22 persen menjadi Rp498,79 triliun dengan menyerap 706.000 tenaga kerja selama triwulan pertama 2026.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti fenomena pasar modal Indonesia yang sepi peminat di triwulan pertama 2026.
Sebab sejauh ini hanya ada satu perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di 2026, yakni PT BSA Logistic Indonesia Tbk (WBSA).
Menko Perekonomian menilai pasar modal seharusnya berperan untuk menarik dana dari investor. Ia mengatakan, rendahnya IPO terjadi buntut ketidakpastian global.
"Ini tentu capital market adalah fungsinya untuk menarik dana untuk IPO, yang mungkin dalam periode first quarter ini ketidakpastian tinggi. Sehingga ini masih dalam pipeline, pipeline-nya belum muncul. Nah ini mungkin perlu dikejar ke depan karena ini salah satu sektor juga yang penting," ungkap Airlangga dalam acara Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Main Hall BEI, dikutip Rabu (29/4/2026).
Namun demikian Airlangga mengungkapkan kalau pasar saham Indonesia tumbuh empat kali lipat dalam rentang sembilan tahun. Hal ini terjadi selama periode 2004 hingga 2013.
Kala itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih di kisaran 1.000. Namun di 2013, indeks naik ke level sekitar 4.200.
Sayang di periode 2014 sampai sekarang, pasar saham Indonesia mengalami fluktuatif. Airlangga mengungkapkan efek Covid-19 jadi faktor yang membuat penurunan pasar modal RI.
"Jadi sempat kita turun, average-nya baru 5 sampai 6 persen," lanjutnya.
Sedangkan untuk sektor rill, Airlangga mengatakan investasi yang masuk ke Indonesia pada triwulan pertama 2026 sudah mencapai Rp 498,79 triliun atau naik 7,22 persen. Sedangkan jumlah tenaga kerja terserap mencapai 706.000.
Baca Juga: Bukukan Pendapatan Rp2,3 triliun, AVIA Catat Pertumbuhan 16,8 Persen
Sementara untuk kebutuhan pembiayaan, Airlangga mengatakan tahun 2026 bakal meningkat Rp 7.400 triliun. Lalu di tahun 2029 bakal naik menjadi Rp 9.200 triliun.
Berita Terkait
-
Bukukan Pendapatan Rp2,3 triliun, AVIA Catat Pertumbuhan 16,8 Persen
-
IHSG Menghijau di Awal Perdagangan Rabu, Simak Saham yang Cuan
-
IHSG Tertekan, Rp1,2 T Uang Asing Kabur: Ini Saham-saham Paling Banyak Dilego
-
Wall Street Meloyo Imbas Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi
-
BEI Buka Gembok Dua Emiten Ini, Ada yang Punya Anak Orang Miliarder Indonesia
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?