Bisnis / Keuangan
Rabu, 29 April 2026 | 12:03 WIB
Ilustrasi pengembangan dari AVIA [Suara.com/HO]
Baca 10 detik
  • PT Avia Avian Tbk mencatatkan pendapatan Rp2,3 triliun dengan pertumbuhan 16,8% selama kuartal pertama tahun 2026 di Indonesia.
  • Laba bersih perusahaan meningkat sebesar 12,5% menjadi Rp503 miliar melalui strategi efisiensi serta perluasan segmen bisnis utama.
  • Manajemen mengoptimalkan rantai pasok dan menambah pusat distribusi guna memastikan ketersediaan produk di tengah volatilitas pasar global.

Suara.com - PT Avia Avian Tbk, emiten manufaktur cat dekoratif terkemuka di Indonesia, melaporkan capaian kinerja keuangan yang positif pada kuartal pertama tahun 2026.

Perseroan berhasil mempertahankan tren pertumbuhan yang konsisten dengan mencatatkan kenaikan signifikan pada sisi top-line maupun bottom-line, mengindikasikan ketahanan model bisnis di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.

Sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026, emiten AVIA membukukan pendapatan sebesar Rp2,3 triliun. Angka ini merepresentasikan pertumbuhan sebesar 16,8% atau meningkat Rp339 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Secara rinci, kontribusi pertumbuhan disokong oleh performa dua segmen bisnis utama:

  • Solusi Arsitektur: Tumbuh sebesar 15,7%, didorong oleh kenaikan volume penjualan sebesar 12,6% secara tahunan (year-on-year).
  • Barang Dagangan: Mencatatkan pertumbuhan agresif sebesar 21,6%.

Capaian ini mencerminkan keberhasilan strategi ekspansi pasar dan penguatan penetrasi pelanggan yang dilakukan secara terukur di seluruh wilayah operasional Indonesia.

Dari sisi profitabilitas, Avian Brands membukukan laba bersih sebesar Rp503 miliar pada kuartal I-2026, atau meningkat 12,5% secara tahunan.

Meskipun pasar menghadapi tekanan biaya, Perseroan mampu menjaga marjin laba bersih (net profit margin) pada level yang cukup kuat, yakni sebesar 21,3%.

Perseroan mengakui adanya tekanan dari dinamika pasar global, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik yang berdampak pada volatilitas harga bahan baku utama. Untuk memitigasi risiko gangguan logistik dan pasokan, manajemen AVIA menempuh sejumlah langkah proaktif, antara lain:

  1. Optimalisasi hubungan jangka panjang dengan pemasok global dan lokal.
  2. Peningkatan level persediaan (inventory) secara strategis.
  3. Prioritas pengiriman untuk memastikan ketersediaan produk di pasar.

Secara historis, Perseroan menunjukkan kapabilitas dalam mengelola fluktuasi biaya melalui disiplin pengadaan, efisiensi operasional, serta kebijakan penyesuaian harga jual yang dilakukan secara selektif.

Baca Juga: Analisis Teknikal IHSG Hari Ini, Cek Rekomendasi Saham Pilihan Para Analis

Sebagai upaya mempercepat pertumbuhan pangsa pasar, Avian Brands terus memperluas infrastruktur logistiknya. Pada kuartal pertama tahun ini, Perseroan telah menambah 2 pusat distribusi mandiri dan 1 pusat distribusi mini.

Penambahan ini memperkuat kapabilitas distribusi langsung ke lebih dari 60.000 toko yang tersebar di seluruh penjuru tanah air.

Dari sisi pengembangan produk, Perseroan meluncurkan 7 produk baru yang mencakup kategori cat tembok, pelapis anti-bocor (waterproofing), hingga cat lantai.

Portofolio baru ini dirancang untuk mencakup seluruh spektrum pasar, mulai dari segmen ekonomis hingga kategori premium, guna merespons evolusi kebutuhan konsumen secara tepat.

Load More