Bisnis / Inspiratif
Jum'at, 01 Mei 2026 | 07:44 WIB
Owner rumah makan Jejamuran, Ratidjo Hardjo Suwarno, tersenyum usai menceritakan perjalanan bisnisnya, Selasa (14/4/2026). (Suara.com/Irwan Febri)
Baca 10 detik
  • Ratidjo Hardjosuwarno mendirikan rumah makan Jejamuran di Sleman pada tahun 2006 untuk mempromosikan olahan kuliner berbahan dasar jamur.
  • Ia melakukan edukasi intensif selama tiga tahun guna mengatasi stigma negatif masyarakat mengenai keamanan konsumsi makanan jamur.
  • Berkat bantuan modal Bank BRI, usaha Ratidjo berkembang pesat hingga meraih berbagai penghargaan nasional dan dikunjungi tokoh penting.

Hingga akhirnya, kesempatan datang dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yang bersedia memberikan pinjaman untuk mengembangkan usahanya.

"Persiapannya belum bisa, saya punya dana 200 ribu, beli meja kursi untuk melengkapi. Kemudian, baru dibantu BRI tahun 2006 sebesar 25 juta," kata Ratidjo.

"Awalnya tidak ada bank yang menawarkan, waktu jualan itu saya dianggap belum layak. Risiko tinggi. Teman-teman dari bank itu tidak ada yang merespons. Saya kemudian datang ke BRI, dipercaya waktu itu, saya pun yakin bisa mengembalikan. Saya dapat pinjaman 25 juta, saya pakai membangun bangunan ini, sarana pakai alat rumah sendiri," lanjutnya.

"Saya kalau tidak penting, saya tidak pinjam. Kerja dengan bank itu, bisnis kepercayaan, akhirnya sekarang semua bank nawari saya," imbuh pengusaha kelahiran Yogyakarta itu.

Dengan modal terbatas dan perjuangan panjang untuk mendapatkan kepercayaan bank, Ratidjo membangun usahanya secara bertahap. Dari fasilitas sederhana, usaha tersebut perlahan berkembang mengikuti meningkatnya jumlah pengunjung.

Dari kondisi serba terbatas itu, Jejamuran kemudian tumbuh menjadi salah satu destinasi kuliner yang dikenal luas di Yogyakarta.

Dari Sleman ke Istana

Kerja keras Ratidjo membuahkan hasil. Pada 2009, ia meraih penghargaan UKM terbaik DIY dari Hamengkubuwono X. Di tahun yang sama, ia mendapat undangan ke Istana Negara pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Penghargaan itu kembali terulang pada 2014, ketika ia kembali dipanggil ke Istana pada era Joko Widodo.

Baca Juga: Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan

Momen owner Jejamuran, Ratidjo Hardjo Suwarno, mendapatkan penghargaan oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Istana Merdeka pada 2014. (Dok. Pribadi)

Seiring berkembangnya usaha, berbagai tokoh penting turut berkunjung, mulai dari Jusuf Kalla, Boediono, hingga Try Sutrisno. Tokoh kuliner seperti Bondan Winarno hingga petinju Chris John juga pernah datang.

"Jejamuran akhirnya berkembang, Bondan almarhum itu membantu. Saya tetap membina petani, 2009 penghargaan UKM terbaik DIY dari sultan HB X," ujar Ratidjo

"Kemudian tahun 2009 dipanggil Istana, setelah itu 2014 ke Istana lagi. Akhirnya para pejabat datang, seperti bapak Jusuf Kalla, Budiono, Try Sutrisno. Jadi tiga wakil presiden sudah ke Jejamuran," tutup pria yang pernah bekerja di perusahaan batik itu.

Hubungan dengan BRI Terus Terjalin

Sementara itu, Astika selaku Relationship Manager Funding & Transaction (RMFT) Bank BRI Cabang Sleman, yang hadir di Jejamuran pada kunjungan BRI pada 14 April 2026, turut bangga dengan kesuksesan Ratidjo.

Ia mengaku hubungan antara pria 82 tahun itu dengan BRI masih sangat baik hingga sekarang. Bahkan, transaksi hingga tabungan dari Ratidjo masih menggunakan BRI.

Load More