- Ratidjo Hardjosuwarno mendirikan rumah makan Jejamuran di Sleman pada tahun 2006 untuk mempromosikan olahan kuliner berbahan dasar jamur.
- Ia melakukan edukasi intensif selama tiga tahun guna mengatasi stigma negatif masyarakat mengenai keamanan konsumsi makanan jamur.
- Berkat bantuan modal Bank BRI, usaha Ratidjo berkembang pesat hingga meraih berbagai penghargaan nasional dan dikunjungi tokoh penting.
Hingga akhirnya, kesempatan datang dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yang bersedia memberikan pinjaman untuk mengembangkan usahanya.
"Persiapannya belum bisa, saya punya dana 200 ribu, beli meja kursi untuk melengkapi. Kemudian, baru dibantu BRI tahun 2006 sebesar 25 juta," kata Ratidjo.
"Awalnya tidak ada bank yang menawarkan, waktu jualan itu saya dianggap belum layak. Risiko tinggi. Teman-teman dari bank itu tidak ada yang merespons. Saya kemudian datang ke BRI, dipercaya waktu itu, saya pun yakin bisa mengembalikan. Saya dapat pinjaman 25 juta, saya pakai membangun bangunan ini, sarana pakai alat rumah sendiri," lanjutnya.
"Saya kalau tidak penting, saya tidak pinjam. Kerja dengan bank itu, bisnis kepercayaan, akhirnya sekarang semua bank nawari saya," imbuh pengusaha kelahiran Yogyakarta itu.
Dengan modal terbatas dan perjuangan panjang untuk mendapatkan kepercayaan bank, Ratidjo membangun usahanya secara bertahap. Dari fasilitas sederhana, usaha tersebut perlahan berkembang mengikuti meningkatnya jumlah pengunjung.
Dari kondisi serba terbatas itu, Jejamuran kemudian tumbuh menjadi salah satu destinasi kuliner yang dikenal luas di Yogyakarta.
Dari Sleman ke Istana
Kerja keras Ratidjo membuahkan hasil. Pada 2009, ia meraih penghargaan UKM terbaik DIY dari Hamengkubuwono X. Di tahun yang sama, ia mendapat undangan ke Istana Negara pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
Penghargaan itu kembali terulang pada 2014, ketika ia kembali dipanggil ke Istana pada era Joko Widodo.
Baca Juga: Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan
Seiring berkembangnya usaha, berbagai tokoh penting turut berkunjung, mulai dari Jusuf Kalla, Boediono, hingga Try Sutrisno. Tokoh kuliner seperti Bondan Winarno hingga petinju Chris John juga pernah datang.
"Jejamuran akhirnya berkembang, Bondan almarhum itu membantu. Saya tetap membina petani, 2009 penghargaan UKM terbaik DIY dari sultan HB X," ujar Ratidjo
"Kemudian tahun 2009 dipanggil Istana, setelah itu 2014 ke Istana lagi. Akhirnya para pejabat datang, seperti bapak Jusuf Kalla, Budiono, Try Sutrisno. Jadi tiga wakil presiden sudah ke Jejamuran," tutup pria yang pernah bekerja di perusahaan batik itu.
Hubungan dengan BRI Terus Terjalin
Sementara itu, Astika selaku Relationship Manager Funding & Transaction (RMFT) Bank BRI Cabang Sleman, yang hadir di Jejamuran pada kunjungan BRI pada 14 April 2026, turut bangga dengan kesuksesan Ratidjo.
Ia mengaku hubungan antara pria 82 tahun itu dengan BRI masih sangat baik hingga sekarang. Bahkan, transaksi hingga tabungan dari Ratidjo masih menggunakan BRI.
Astika berharap hubungan antara BRI dan Ratidjo bisa terus meluas. Juga para pengusaha lainnya yang bekerja sama dengan BRI.
"Beliau sama manajemen itu alhamdulillah, dengan BRI bagus hubungannya. Seperti kita kan tidak hanya masalah terkait kredit. Beliau sempat menyampaikan kredit, sebenarnya tidak hanya kredit," kata Astika dengan ditemani Hani Widyasari selaku Funding & Transaction Manager.
"Beliau semuanya, tabungan kemudian transaksi, itu hampir sebagian besar di BRI," imbuhnya.
Kisah Ratidjo menjadi bukti bahwa memulai tidak mengenal usia. Di saat banyak orang memilih berhenti, ia justru melangkah dan membuktikan bahwa keberanian untuk memulai bisa membuka jalan menuju kesuksesan.
Tag
Berita Terkait
-
Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan
-
Bukan Cuma Bangun Rumah, Strategi KPR BRI Ini Ternyata Hidupkan UMKM di Daerah
-
BRI Salurkan Bantuan Sembako bagi Korban Banjir Lebong Secara Langsung
-
Promo Diskon Belanja Hero Supermarket, Nasabah BRI Merapat!
-
Bayar Pajak Kendaraan Tak Perlu Antre, Cukup Lewat BRImo Saja!
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
AS-Iran Damai: Pasar Melesat, Harga Minyak Diprediksi Terus Turun ke Level 70 Dolar
-
Utang Luar Negeri Membengkak Tembus Rp7.784 Triliun, Pemerintah Fokus Biayai 3 Sektor Ini
-
Bapanas Ultimatum Pedagang Beras, Stok Tembus Rekor 5,3 Juta Ton: Jangan Mainkan Harga!
-
PIK2 Jadi Magnet Investor, PANI Bukukan Laba Rp578 Miliar dan Tebar Dividen
-
BRI Perluas Akses Investasi Global melalui BRImo, Hadirkan Reksa Dana USD Batavia
-
Rupiah Paling Perkasa di Asia, Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.726
-
Kabar Baik bagi Konsumen, Harga Cabai dan Ayam Turun di Awal Pekan!
-
Diikuti 45.000 Peserta, BTN Jakim 2026 Dorong Jakarta Menuju Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
-
Investor Tahan Dulu, Harga Emas Antam Mulai Naik Lagi Jadi Rp 2.729.000/Gram
-
Penguatan Kenaikan IHSG Cerminkan Kepercayaan Investor terhadap Kekuatan Ekonomi Indonesia