- Rupiah menguat 134 poin ke level Rp 17.726 per dolar AS pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026.
- Penguatan rupiah dipicu sentimen positif perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran serta penurunan harga minyak dunia.
- Kondisi ini menempatkan rupiah sebagai mata uang dengan performa paling perkasa dibandingkan mata uang Asia lainnya.
Suara.com - Rupiah konsisten menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin pagi, (15/6/2026). Penguatan ini membuat mata uang Garuda masuk zona hijau.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka ke level Rp 17.726 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menguat 134 poin atau 0,75 persen dari pekan sebelumnya yang ada di Rp 17.860 per dolar AS.
Dalam hal ini, Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah menguat dengan adanya sentimen positif pernyataan Trump yang akan berdamai dengan Iran.
"Rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS di tengah meningkatnya harapa perdamaian di Timur Tengah memicu sentimen risk on dan penurunan pada harga minyak mentah dunia," katanya saat dihubungi Suara.com.
Kata dia, mata uang Garuda juga disebabkan oleh dolar AS yang turun. Apalagi, faktor eksternal menjadi penentu untuk pergerakan rupiah.
"Indeks dolar AS turun oleh laporan bahwa kesepakatan damai interim antara AS-Iran telah tecapai. Range 17700-17850," jelasnya.
Sementara itu, mata uang Asia cenderung menguat dengan dipimpin rupiah paling perkasa.Lalu disusul rupee India yang menguat 67 persen. Disusul oleh baht Thailand yang menguat 0,52 persen dan peso Filipna juga menguat 0,31 persen.
Diikuti dolar Taiwan juga menguat 30 persen dan ada won Korea yang menguat 0,29 persen. Ada juga mata uang Malaysia dan Dolar Singapura yang menguat 0,19 persen.
Baca Juga: BI Bongkar Jamu Kuat yang Bikin Rupiah Perkasa, Bisa Jadi Daya Tarik Investor?
Berita Terkait
-
Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan
-
Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah
-
Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis
-
Indef: Pemerintah Rasional Naikkan Harga Pertamax
-
Rupiah Menguat Berkat Keberanian Pemerintah Naikkan Harga Pertamax
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga