- Marketing sales PANI kuartal I-2026 melonjak 112% jadi Rp987 miliar.
- Sektor properti premium pulih berkat konsep kawasan terpadu dan infrastruktur.
- Tol KATARAJA dan proyek NICE jadi katalis utama pertumbuhan ekonomi di PIK2.
Suara.com - Sektor properti nasional menunjukkan taringnya di awal tahun 2026. Meski daya beli kelas menengah masih dibayangi tantangan, segmen hunian premium justru terbang tinggi. Fenomena ini dibuktikan oleh PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) yang mencatatkan lonjakan marketing sales fantastis.
Emiten properti besutan Agung Sedayu Group dan Salim Group ini meraup penjualan sebesar Rp 987 miliar pada kuartal I-2026. Angka ini melonjak tajam 112 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma atau yang akrab disapa Aguan, mengungkapkan bahwa respons pasar terhadap produk perusahaan tetap positif di tengah selektifnya konsumen dalam memilih hunian.
"Kami melihat PIK2 terus berkembang sebagai kawasan terpadu yang memiliki daya tarik tinggi, baik bagi end-user maupun investor," ujar Aguan dalam keterangannya, dikutip Senin (1/5/2026).
Capaian gemilang ini didorong oleh moncernya penjualan di sejumlah proyek residensial premium. Nama-nama seperti Pasir Putih Residence, Rumah Milenial, hingga Bukit Nirmala menjadi primadona penyumbang pundi-pundi perusahaan.
Tak hanya rumah, kaveling tanah komersial juga diburu investor. Hal ini seiring dengan kebutuhan pusat bisnis baru yang punya prospek cuan jangka panjang. Aguan menyebut, kunci utama daya tarik PIK2 adalah konektivitas.
Hadirnya Tol KATARAJA yang menghubungkan kawasan langsung ke Bandara Soekarno-Hatta dan pusat Jakarta menjadi game changer. Selain itu, kehadiran Nusantara International Convention Exhibition (NICE) diyakini bakal jadi magnet aktivitas bisnis internasional.
"Kawasan ini kami persiapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang mampu menciptakan nilai jangka panjang," tambah Aguan.
Dengan cadangan lahan raksasa mencapai 1.825 hektare, PANI masih punya ruang luas untuk ekspansi. Stabilitas ekonomi domestik dan pembangunan infrastruktur yang masif diprediksi akan terus menjaga momentum pemulihan properti di sepanjang tahun ini.
Baca Juga: PANI Bidik Penjualan Rp4,3 Triliun di PIK 2, Ini Kata Aguan
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
KEK Sanur Gandeng Unud Jadi Pusat Riset Kesehatan Berkelas Dunia
-
Fundamental Kuat Jadi Alasan Saham BBRI Masih Jadi Rekomendasi
-
SIG Kantongi Laba Rp 80 Miliar di Kuartal I-2026, Naik 88 Persen
-
Implementasi Green Shipping Pertamina Patra Niaga Klaim Sukses Pangkas 13.000 Ton CO2
-
Harga Referensi CPO Mei 2026 Naik 6,06 Persen, Bea Keluar Tembus 178 Dolar AS per MT
-
Dorong Energi Terbarukan, Emiten HGII Raup Laba Rp17,96 Miliar di Kuartal I 2026
-
Berapa Besaran Dana Pensiun yang Aman di Indonesia? Ini Perhitungannya
-
Pasokan Terancam, Harga Minyak Dunia Naik Tajam di Awal Mei 2026
-
Harga Pangan 1 Mei 2026 Cabai Rawit Merah Tembus Rp84.000/Kg, Bawang Merah dan Beras Ikut Meroket
-
CIMB Niaga Cetak Laba Rp2,3 Triliun di Kuartal I 2026