Bisnis / Keuangan
Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:09 WIB
Emiten properti besutan Agung Sedayu Group dan Salim Group ini meraup penjualan sebesar Rp 987 miliar pada kuartal I-2026. Angka ini melonjak tajam 112 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca 10 detik
  • Marketing sales PANI kuartal I-2026 melonjak 112% jadi Rp987 miliar.
  • Sektor properti premium pulih berkat konsep kawasan terpadu dan infrastruktur.
  • Tol KATARAJA dan proyek NICE jadi katalis utama pertumbuhan ekonomi di PIK2.

Suara.com - Sektor properti nasional menunjukkan taringnya di awal tahun 2026. Meski daya beli kelas menengah masih dibayangi tantangan, segmen hunian premium justru terbang tinggi. Fenomena ini dibuktikan oleh PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) yang mencatatkan lonjakan marketing sales fantastis.

Emiten properti besutan Agung Sedayu Group dan Salim Group ini meraup penjualan sebesar Rp 987 miliar pada kuartal I-2026. Angka ini melonjak tajam 112 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma atau yang akrab disapa Aguan, mengungkapkan bahwa respons pasar terhadap produk perusahaan tetap positif di tengah selektifnya konsumen dalam memilih hunian.

"Kami melihat PIK2 terus berkembang sebagai kawasan terpadu yang memiliki daya tarik tinggi, baik bagi end-user maupun investor," ujar Aguan dalam keterangannya, dikutip Senin (1/5/2026).

Capaian gemilang ini didorong oleh moncernya penjualan di sejumlah proyek residensial premium. Nama-nama seperti Pasir Putih Residence, Rumah Milenial, hingga Bukit Nirmala menjadi primadona penyumbang pundi-pundi perusahaan.

Tak hanya rumah, kaveling tanah komersial juga diburu investor. Hal ini seiring dengan kebutuhan pusat bisnis baru yang punya prospek cuan jangka panjang. Aguan menyebut, kunci utama daya tarik PIK2 adalah konektivitas.

Hadirnya Tol KATARAJA yang menghubungkan kawasan langsung ke Bandara Soekarno-Hatta dan pusat Jakarta menjadi game changer. Selain itu, kehadiran Nusantara International Convention Exhibition (NICE) diyakini bakal jadi magnet aktivitas bisnis internasional.

"Kawasan ini kami persiapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang mampu menciptakan nilai jangka panjang," tambah Aguan.

Dengan cadangan lahan raksasa mencapai 1.825 hektare, PANI masih punya ruang luas untuk ekspansi. Stabilitas ekonomi domestik dan pembangunan infrastruktur yang masif diprediksi akan terus menjaga momentum pemulihan properti di sepanjang tahun ini.

Baca Juga: PANI Bidik Penjualan Rp4,3 Triliun di PIK 2, Ini Kata Aguan

Load More