- PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk menargetkan perolehan marketing sales sebesar Rp4,3 triliun pada tahun buku 2026.
- Perusahaan berfokus pada pengembangan kawasan PIK2 dengan mengandalkan penjualan produk hunian residensial serta beragam unit komersial.
- Manajemen menetapkan target tersebut dengan prinsip kehati-hatian terhadap dinamika geopolitik global serta memanfaatkan progres pembangunan infrastruktur strategis.
Suara.com - Emiten properti PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) secara resmi menetapkan target pertumbuhan kinerja yang optimistis namun terukur untuk tahun buku 2026.
Pengembang kawasan berskala kota ini membidik perolehan pemasaran atau marketing sales sebesar Rp4,3 triliun di tengah kondisi pasar properti dan ekonomi global yang masih dibayangi fluktuasi.
PANI berupaya menjaga momentum pertumbuhan dengan memaksimalkan potensi pengembangan di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2), yang kini tengah bertransformasi menjadi salah satu pusat ekonomi baru di utara Jakarta.
Dalam peta jalan bisnis tahun ini, segmen residensial diproyeksikan tetap menjadi tulang punggung utama pendapatan perusahaan.
Tingginya minat masyarakat terhadap hunian di kawasan terpadu menjadi landasan kuat bagi PANI untuk terus meluncurkan produk-produk perumahan inovatif.
Selain sektor hunian, PANI juga menaruh harapan besar pada kontribusi penjualan dari produk komersial. Strategi ini mencakup penjualan kaveling tanah komersial serta produk bangunan siap pakai seperti rumah toko (ruko), rumah kantor (rukan), hingga Small Office Home Office (SOHO).
Diversifikasi produk ini sengaja dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan tempat tinggal dengan kebutuhan ruang usaha bagi para pelaku bisnis di kawasan tersebut.
Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma, mengungkapkan bahwa penetapan target Rp4,3 triliun tersebut telah melalui proses pengkajian yang mendalam terhadap berbagai variabel eksternal.
Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian manajemen adalah dinamika geopolitik internasional yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.
Baca Juga: PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
"Komposisi marketing sales yang kami tetapkan ini diambil setelah mencermati perkembangan geopolitik yang terjadi, sehingga unsur kehati-hatian dan target yang dapat dicapai menjadi prinsip utama kami," ujar pria yang akrab disapa Aguan tersebut dalam keterangan resminya kepada media di Jakarta, Minggu (19/4/2026).
Prinsip kehati-hatian ini tercermin dalam pemilihan produk yang diluncurkan, di mana PANI lebih mengutamakan produk yang memiliki daya serap pasar tinggi dan risiko yang terkendali, tanpa mengabaikan potensi pertumbuhan jangka panjang.
Meskipun bersikap waspada terhadap kondisi makro, perseroan tetap melihat peluang besar dari progres pembangunan infrastruktur di kawasan PIK2.
Keberadaan fasilitas penunjang berskala internasional dan konektivitas yang semakin baik menjadi faktor pembeda (unique selling point) yang kuat bagi proyek-properti milik PANI.
Salah satu infrastruktur kunci yang disoroti adalah Nusantara International Convention Exhibition (NICE). Fasilitas ini diharapkan mampu menarik arus kunjungan besar melalui sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), yang pada gilirannya akan meningkatkan aktivitas ekonomi dan nilai properti di sekitarnya.
Dari sisi aksesibilitas, konektivitas menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta integrasi dengan jaringan tol dalam dan luar kota melalui Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg (KATARAJA) menjadi motor penggerak utama.
Berita Terkait
-
Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor
-
CBDK Genjot Produk Margin Tinggi, Profitabilitas Terdongkrak di 2025
-
CBDK Raup Pendapatan Rp2,5 Triliun di 2025, Laba Bersih Melonjak 48 Persen
-
Laba PANI Terbang 83 Persen di 2025, Efek Domino Gurita Bisnis PIK2
-
Java Jazz Festival 2026 Pindah ke PIK 2, Boyong Jon Batiste hingga Wave to Earth
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
Terkini
-
OJK Desak BNI Kembalikan Dana Umat Gereja Rp28 Miliar yang Hilang
-
Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor
-
Awas, Risiko Kebocoran Solar Subsidi Imbas Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan
-
BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang
-
Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'
-
Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara
-
Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya
-
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump
-
Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA
-
Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal