“Kehadiran ruang publik komunal seperti rumah belajar dapat mereduksi stres, mempererat hubungan sosial, dan menumbuhkan harapan orang tua terhadap anak-anaknya,” jelas Syaiful Bahry, S.Psi, MA, Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara sekaligus Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Maluku Utara.
Ia juga menambahkan, “Inisiatif sektor swasta dalam pendidikan non-formal seperti Rumah Belajar Simore pada dasarnya akan dipandang positif, strategis, dan bahkan diperlukan, terutama dalam konteks sosial Maluku Utara. Bahkan perlu diapresiasi atas keberhasilannya dalam gerakan literasi mencerdaskan masa depan anak-anak di lingkaran industri. Perlu juga diakui secara akademik sebagai bagian penting dari pendidikan non-formal. selaras dengan pendekatan psikologi komunitas dalam meningkatkan kesejahteraan mental, dan secara nyata memenuhi kebutuhan psikososial masyarakat lokal, terutama di wilayah dengan tekanan struktural seperti lingkar industri. Bahkan dalam banyak kasus, justru ruang-ruang kecil seperti ini yang menjadi fondasi kuat bagi ketahanan mental, kohesi sosial, dan pembangunan manusia jangka panjang.”
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendekatan belajar yang ramah anak.
“Pendekatan belajar tanpa tekanan seperti yang diterapkan di Rumah Belajar justru sangat baik dalam membangun self-esteem (harga diri) dan kepercayaan diri anak, terutama bagi anak yang belum lancar membaca. Secara psikologis, anak belajar paling efektif saat merasa aman, dihargai, dan tidak takut salah. Dengan rasa aman dan dihargai, anak akan lebih berani untuk mencoba. Untuk meningkatkan rasa aman dan harga diri anak pada saat proses belajar mengajar seorang pengajar tidak boleh membandingkan anak yang satu dengan anak yang lain, tidak memberi label lambat belajar pada anak, karena setiap anak punya gaya dan daya tangkap belajar yang berbeda-beda. Selanjutnya guru harus dapat bersikap hangat dan selalu suportif pada anak dan jangan lupa memberikan apresiasi kepada anak ketika ada kemajuan dalam proses belajar membaca. Misalnya dengan memberi hadiah kartu huruf, hal ini memotivasi anak untuk lebih giat belajar,” ungkap Syaiful Bahry.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari pemerintah daerah. Mulyadi Tutupoho, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Maluku Utara, mengatakan, “Inisiatif ini sangat membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya anak-anak di desa.”
Sementara itu, Latif Supriadi, Executive Vice President External Relations Harita Nickel, menegaskan komitmen perusahaan.
“Rumah belajar ini merupakan komitmen nyata Harita Nickel dalam mewujudkan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat pada pilar pendidikan. Kami berharap Rumah Belajar ini dapat menjadi ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar sekaligus bermain, sekaligus menjadi sarana untuk memperluas wawasan, membentuk karakter, serta membimbing mereka agar bijak dalam memanfaatkan teknologi di tengah perkembangan zaman,” jelas Latif Supriadi.
Atas kontribusi Harita Nickel, program Rumah Belajar ini juga meraih penghargaan Subroto Awards 2025 dalam kategori Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Terinovatif Komoditas Mineral bidang pendidikan.
Melalui kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat, inisiatif seperti rumah belajar menjadi langkah nyata dalam memperkuat fondasi literasi, khususnya di wilayah 3T. Lebih dari sekadar tempat belajar, ruang-ruang ini menjadi harapan baru bagi masa depan generasi muda.***
Baca Juga: Perkuat Pendidikan Papua, Komite Otonomi Khusus Nyatakan Siap Dukung Sekolah Rakyat
Berita Terkait
-
Perkuat Pendidikan Papua, Komite Otonomi Khusus Nyatakan Siap Dukung Sekolah Rakyat
-
Peringatan Hari Otonomi Daerah: Wamendagri Bima Dorong Tata Kelola Pemerintahan Efektif dan Efisien
-
Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Mendagri Anugerahkan Pemprov, Pemkab, Pemkot Terbaik
-
Kualitas Air Terjaga, Nelayan Halmahera Penuhi Kebutuhan Gizi Karyawan Harita Nickel
-
Harita Nickel Tingkatkan Kualitas Pendidikan Pulau Obi Melalui Revitalisasi Sekolah
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal
-
Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi
-
Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun
-
Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz
-
Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?
-
Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi
-
Lawan Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Mulai Berbuah Manis
-
Lahan Pusat Kota Menipis, Kawasan Kemayoran Bakal Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru
-
Cara Payfazz Bantu UMKM Cari Cuan Tambahan