News / Nasional
Rabu, 18 Maret 2026 | 18:29 WIB
(Dok: Harita Nickel)

Suara.com - Sarana dan prasarana yang memadai menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pendidikan berkualitas, terutama di wilayah kepulauan yang menghadapi keterbatasan akses pembangunan. Di Maluku Utara, kebutuhan ini masih menjadi tantangan besar.

Data Dinas Pendidikan se-kabupaten dan kota di Maluku Utara yang telah diserahkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat sedikitnya 300 sekolah membutuhkan bantuan rehabilitasi bangunan. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan dari upaya memperbaiki fasilitas pendidikan secara berkelanjutan.

Pemerintah daerah pun menaruh perhatian serius pada persoalan ini. Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menargetkan tidak ada sekolah yang tertinggal melalui percepatan revitalisasi satuan pendidikan dan pemenuhan sarana prasarana. 

“Kami akan memastikan percepatan pembangunan, pendampingan sekolah dan penyelarasan data sehingga tidak ada satu pun sekolah yang tertinggal,” ungkapnya di Ternate, Minggu.  

Suasana Serah terima pekerjaan perbaikan MTS Obi Marahai, Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Harita Nickel (Dok: Harita Nickel)

Upaya ini membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk sektor industri yang beroperasi di daerah. Dalam konteks inilah Harita Nickel turut ambil bagian melalui program pemberdayaan masyarakat (PPM) sepanjang 2025 di bidang infrastruktur pendidikan, salah satunya melalui revitalisasi ruang belajar di Pulau Obi.

Selain renovasi dan revitalisasi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Obi Marahai, perusahaan juga melakukan perbaikan gedung SMA Darul Fatah berupa pemasangan keramik lantai, plafon, plesteran dinding luar, serta penambahan fasilitas papan tulis. Tidak hanya itu, Harita Nickel membangun Rumah Belajar di Desa Gambaru dan Ocimaloleo yang dilengkapi permainan edukatif guna merangsang kemampuan anak dalam mengenal huruf, angka, serta keterampilan berhitung sejak dini.

Di Desa Gambaru, Pulau Obi, MTs Obi Marahai yang hadir sejak 2003 mengusung semangat menghadirkan akses pendidikan bagi masyarakat di pulau yang berjarak sekitar 260 kilometer dari Sofifi. Sayangnya, selama bertahun-tahun, sekolah ini beroperasi dalam kondisi sederhana dengan dinding papan, tanpa plafon, serta lantai semen yang lapuk dan rusak seiring waktu. Keterbatasan itulah menjadi tantangan tersendiri bagi proses belajar mengajar.

(Dok: Harita Nickel)

Melalui program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat bidang infrastruktur pada 2025, Harita Nickel melakukan rehabilitasi menyeluruh terhadap gedung MTs Obi Marahai. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memberikan manfaat bagi sekitar 840 jiwa penduduk Desa Gambaru yang menggantungkan akses pendidikan pada madrasah itu. Proses rehabilitasi kini telah selesai dan resmi diserahterimakan kembali pada 31 Januari 2026.

Perbaikan fisik dilakukan secara komprehensif, meliputi pemasangan dinding baru, pemasangan lantai keramik, pergantian atap ruang kelas dan ruang guru, serta penggantian pintu dan jendela. Fasilitas sanitasi dan air bersih juga dibangun melalui pembuatan toilet, pembangunan sumur bor, pemasangan pompa air, instalasi pipa air bersih dan air kotor, serta pembangunan dudukan tangki air. Infrastruktur pendukung lainnya mencakup instalasi listrik dan pemasangan lampu di ruang belajar.

Baca Juga: Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia

Selain renovasi bangunan, kelengkapan belajar turut diperkuat melalui penyediaan 72 meja sekolah, 72 kursi sekolah, empat lemari buku, empat meja guru, enam kursi guru, dua lemari tambahan, serta satu unit kipas angin. Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan kondusif bagi siswa maupun tenaga pengajar.

"Sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Maluku Utara, kami memandang pendidikan sebagai fondasi penting dalam pengembangan sumber daya manusia di daerah. Melalui perbaikan fasilitas Madrasah Tsanawiyah Obi Marahai di Desa Gambaru, kami berharap proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman bagi para siswa dan guru, sekaligus memperkuat semangat belajar generasi muda di Pulau Obi,” papar CSR Program Development & Compliance Manager Harita Nickel, M Yuda Pranata, yang menegaskan pentingnya pendidikan dalam pembangunan daerah.

(Dok: Harita Nickel)

Apresiasi juga datang dari pihak yayasan yang menaungi sekolah. Ketua Yayasan Muhammad Al Muzakir, Abdulrahman Al Cakri, yang menyampaikan, “Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Harita Nickel yang telah melakukan perbaikan terhadap gedung madrasah tsanawiyah Obi Marahai. Sebelumnya kondisi sekolah kami sangat sederhana, namun sekarang murid-murid bisa belajar dengan lebih nyaman. Kami berharap fasilitas yang lebih baik ini dapat memotivasi anak-anak untuk terus semangat menempuh pendidikan.”

Hal senada disampaikan oleh Kepala Seksi Pemerintahan Desa Gambaru, Sudarjo Haringan, yang memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Harita Nickel. 

“Pemerintah desa sangat berterima kasih kepada Harita Nickel yang telah melakukan perbaikan terhadap gedung Mts Obi Marahai. Kami ingin menyampaikan bahwa pemerintah desa selalu mendukung aktivitas dan program-program yang dilakukan oleh Harita Nickel. Bagi masyarakat Desa Gambaru, madrasah ini sangat penting karena menjadi salah satu tempat anak-anak melanjutkan pendidikan. Ketika bangunan sekarang sudah jauh lebih baik, kegiatan belajar mengajar semoga dapat jadi lebih nyaman. Kami berharap fasilitas yang lebih layak ini dapat mendukung semangat belajar generasi muda di desa,” ungkap Sudarjo Haringan.

Upaya perbaikan infrastruktur pendidikan di Pulau Obi menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat dimulai dari langkah konkret di tingkat komunitas. Melalui kolaborasi dan keberlanjutan program, ruang belajar yang lebih layak diharapkan menjadi pijakan bagi lahirnya generasi muda yang lebih siap menghadapi masa depan.***

Load More