Suara.com - Sarana dan prasarana yang memadai menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pendidikan berkualitas, terutama di wilayah kepulauan yang menghadapi keterbatasan akses pembangunan. Di Maluku Utara, kebutuhan ini masih menjadi tantangan besar.
Data Dinas Pendidikan se-kabupaten dan kota di Maluku Utara yang telah diserahkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat sedikitnya 300 sekolah membutuhkan bantuan rehabilitasi bangunan. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan dari upaya memperbaiki fasilitas pendidikan secara berkelanjutan.
Pemerintah daerah pun menaruh perhatian serius pada persoalan ini. Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menargetkan tidak ada sekolah yang tertinggal melalui percepatan revitalisasi satuan pendidikan dan pemenuhan sarana prasarana.
“Kami akan memastikan percepatan pembangunan, pendampingan sekolah dan penyelarasan data sehingga tidak ada satu pun sekolah yang tertinggal,” ungkapnya di Ternate, Minggu.
Upaya ini membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk sektor industri yang beroperasi di daerah. Dalam konteks inilah Harita Nickel turut ambil bagian melalui program pemberdayaan masyarakat (PPM) sepanjang 2025 di bidang infrastruktur pendidikan, salah satunya melalui revitalisasi ruang belajar di Pulau Obi.
Selain renovasi dan revitalisasi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Obi Marahai, perusahaan juga melakukan perbaikan gedung SMA Darul Fatah berupa pemasangan keramik lantai, plafon, plesteran dinding luar, serta penambahan fasilitas papan tulis. Tidak hanya itu, Harita Nickel membangun Rumah Belajar di Desa Gambaru dan Ocimaloleo yang dilengkapi permainan edukatif guna merangsang kemampuan anak dalam mengenal huruf, angka, serta keterampilan berhitung sejak dini.
Di Desa Gambaru, Pulau Obi, MTs Obi Marahai yang hadir sejak 2003 mengusung semangat menghadirkan akses pendidikan bagi masyarakat di pulau yang berjarak sekitar 260 kilometer dari Sofifi. Sayangnya, selama bertahun-tahun, sekolah ini beroperasi dalam kondisi sederhana dengan dinding papan, tanpa plafon, serta lantai semen yang lapuk dan rusak seiring waktu. Keterbatasan itulah menjadi tantangan tersendiri bagi proses belajar mengajar.
Melalui program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat bidang infrastruktur pada 2025, Harita Nickel melakukan rehabilitasi menyeluruh terhadap gedung MTs Obi Marahai. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memberikan manfaat bagi sekitar 840 jiwa penduduk Desa Gambaru yang menggantungkan akses pendidikan pada madrasah itu. Proses rehabilitasi kini telah selesai dan resmi diserahterimakan kembali pada 31 Januari 2026.
Perbaikan fisik dilakukan secara komprehensif, meliputi pemasangan dinding baru, pemasangan lantai keramik, pergantian atap ruang kelas dan ruang guru, serta penggantian pintu dan jendela. Fasilitas sanitasi dan air bersih juga dibangun melalui pembuatan toilet, pembangunan sumur bor, pemasangan pompa air, instalasi pipa air bersih dan air kotor, serta pembangunan dudukan tangki air. Infrastruktur pendukung lainnya mencakup instalasi listrik dan pemasangan lampu di ruang belajar.
Baca Juga: Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia
Selain renovasi bangunan, kelengkapan belajar turut diperkuat melalui penyediaan 72 meja sekolah, 72 kursi sekolah, empat lemari buku, empat meja guru, enam kursi guru, dua lemari tambahan, serta satu unit kipas angin. Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan kondusif bagi siswa maupun tenaga pengajar.
"Sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Maluku Utara, kami memandang pendidikan sebagai fondasi penting dalam pengembangan sumber daya manusia di daerah. Melalui perbaikan fasilitas Madrasah Tsanawiyah Obi Marahai di Desa Gambaru, kami berharap proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman bagi para siswa dan guru, sekaligus memperkuat semangat belajar generasi muda di Pulau Obi,” papar CSR Program Development & Compliance Manager Harita Nickel, M Yuda Pranata, yang menegaskan pentingnya pendidikan dalam pembangunan daerah.
Apresiasi juga datang dari pihak yayasan yang menaungi sekolah. Ketua Yayasan Muhammad Al Muzakir, Abdulrahman Al Cakri, yang menyampaikan, “Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Harita Nickel yang telah melakukan perbaikan terhadap gedung madrasah tsanawiyah Obi Marahai. Sebelumnya kondisi sekolah kami sangat sederhana, namun sekarang murid-murid bisa belajar dengan lebih nyaman. Kami berharap fasilitas yang lebih baik ini dapat memotivasi anak-anak untuk terus semangat menempuh pendidikan.”
Hal senada disampaikan oleh Kepala Seksi Pemerintahan Desa Gambaru, Sudarjo Haringan, yang memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Harita Nickel.
“Pemerintah desa sangat berterima kasih kepada Harita Nickel yang telah melakukan perbaikan terhadap gedung Mts Obi Marahai. Kami ingin menyampaikan bahwa pemerintah desa selalu mendukung aktivitas dan program-program yang dilakukan oleh Harita Nickel. Bagi masyarakat Desa Gambaru, madrasah ini sangat penting karena menjadi salah satu tempat anak-anak melanjutkan pendidikan. Ketika bangunan sekarang sudah jauh lebih baik, kegiatan belajar mengajar semoga dapat jadi lebih nyaman. Kami berharap fasilitas yang lebih layak ini dapat mendukung semangat belajar generasi muda di desa,” ungkap Sudarjo Haringan.
Upaya perbaikan infrastruktur pendidikan di Pulau Obi menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat dimulai dari langkah konkret di tingkat komunitas. Melalui kolaborasi dan keberlanjutan program, ruang belajar yang lebih layak diharapkan menjadi pijakan bagi lahirnya generasi muda yang lebih siap menghadapi masa depan.***
Berita Terkait
-
Cara Harita Nickel Gerakkan Roda Ekonomi Kerakyatan
-
Beasiswa Harita Gemilang Antar Mahasiswa Pulau Obi dari Desa ke Kampus Perantauan
-
Harita Nickel Masuk Daftar Perusahaan Tambang yang Penuhi Standar Perlindungan HAM
-
Harita Nickel Cetak Pendapatan Rp22,4 Triliun, Kuatkan Komitmen ESG Lewat Audit IRMA
-
BP Taskin Apresiasi Program CSR Harita Nickel di Pulau Obi: Dukung Kemandirian Ekonomi
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
-
Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus Ternyata Anggota BAIS, TNI: Sudah Diamankan di Puspom
Terkini
-
Pembalap Indonesia WorldSSP Aldi Satya Mahendra Jadi Korban Tabrak Lari di Yogyakarta
-
1.506 Narapidana dan Anak Binaan Dapat Remisi Nyepi 2026, 4 Langsung Bebas
-
Waspada Penipuan! KPK Bantah Ada WA kepada Pimpinan Badan Usaha dari Deputi Korsup
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Bukan Hanya TNI, Legislator PDIP: Kasus Andrie Yunus Bisa Berkembang, Mungkin Pihak Sipil Terlibat
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Komisi III DPR Tekankan Sinergi Polri-TNI Tangani Kasus Andrie Yunus Sesuai KUHAP Baru
-
Tok! Komisi III DPR Resmi Bentuk Panja Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Angin Kencang Picu Api Mengganas, Deretan Lapak di Kalideres Ludes Terbakar
-
Kapan Lebaran 2026? Arab Saudi Ajak Umat Muslim Pantau Hilal Pakai Teropong atau Mata Telanjang