- Indonesia memerlukan peningkatan rasio kewirausahaan muda untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi delapan persen dan status negara maju.
- Calon Ketua Umum BPP Hipmi, Jona, mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan aspirasi kewirausahaan bagi 70 juta anak muda.
- Strategi penguatan meliputi perluasan akses pembiayaan UMKM, hilirisasi industri, serta pemanfaatan teknologi digital untuk menembus pasar global.
Suara.com - Indonesia dinilai membutuhkan lebih banyak pengusaha muda untuk mengejar status negara maju. Saat ini, rasio kewirausahaan nasional masih dinilai tertinggal dibanding negara-negara maju yang rata-rata memiliki jumlah pengusaha di atas 4 persen dari total populasi.
Calon Ketua Umum BPP Hipmi Jona menilai penciptaan pengusaha muda baru menjadi instrumen penting untuk mengubah kondisi ekonomi masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia melihat ada sekitar 70 juta anak muda Indonesia yang memiliki keinginan untuk memperbaiki taraf hidup melalui kewirausahaan.
"Mimpi mereka hari ini, adalah mimpi saya 15 tahun yang lalu,"ujarnya seperti dikutip, Minggu (10/5/2026).
Menurutnya, kewirausahaan menjadi salah satu jalan strategis untuk mengubah nasib sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas organisasi dan daerah agar lahir lebih banyak pengusaha muda di Indonesia.
"Tapi saya tidak bisa bergerak sendirian. Saya butuh dukungan dari teman-teman BPD, BPC, Hipmi Perguruan Tinggi, dan seluruh kader Hipmi untuk bersama-sama mewujudkan mimpi 70 juta anak muda Indonesia," pesan Jona.
Ia juga mengaitkan pentingnya penciptaan pengusaha muda dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, target tersebut akan sulit tercapai tanpa kolaborasi dan penguatan kapasitas pengusaha muda di berbagai sektor ekonomi.
Karena itu, Hipmi didorong menjadi rumah kolaborasi pengusaha muda yang inklusif dan memiliki daya saing global menuju Indonesia Emas 2045.
Baca Juga: Bidik Sektor Strategis, Anthony Leong Siap Tarung di Bursa Calon Ketum HIPMI
Selain memperkuat kaderisasi pengusaha muda, sejumlah agenda strategis juga disoroti. Mulai dari penguatan UMKM sektor pertanian, swasembada energi, hilirisasi industri, hingga perluasan akses pembiayaan usaha.
Salah satu usulan yang mencuat ialah menaikkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Rp500 juta menjadi Rp2 miliar agar UMKM memiliki ruang lebih besar untuk berkembang.
"Perlu diperjuangkan agar UMKM punya ruang pembiayaan lebih besar untuk tumbuh dan naik kelas," tegas Jona.
Tak hanya itu, kemudahan akses kredit juga dinilai penting karena banyak pelaku UMKM kesulitan memperoleh pembiayaan akibat persyaratan perbankan yang dianggap terlalu ketat.
"Solusinya menaikkan limit, sekaligus menyederhanakan persyaratan," katanya.
Penguatan pengusaha muda juga diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) agar UMKM mampu meningkatkan efisiensi usaha sekaligus menembus pasar global.
"Mendorong UMKM go public. Caranya melalui digitalisasi dan AI agar UMKM lebih efisien, mengakses pasar global, dan menganalisis data pasar dengan lebih baik," pungkas Jona.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Arus Peti Kemas Melesat, Ekspor Tapioka hingga Udang Jadi Motor Pertumbuhan
-
Danantara Bangun Industri Unggas Rp20 T, Ganggu Bisnis Emiten Peternakan?
-
Impor Minyak dari Rusia Telah Jalan, Tapi Bukan Pertamina Melainkan Lemigas
-
Skandal 'Bisnis Haram' Izin WNA di Bali, KPK Periksa Enam Saksi Agensi Visa
-
Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?
-
Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027
-
IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar
-
Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'
-
Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya
-
Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen