- Kegagalan sistem Ditjen Anggaran akibatkan pengadaan motor listrik lolos meski sudah ditolak Menkeu.
- Dirjen Anggaran Luky Alfirman dicopot akibat celah keamanan software yang rugikan disiplin anggaran.
- Koordinasi buruk: BGN tetap beli 21.801 motor listrik di tengah skandal kebocoran sistem Kemenkeu.
Suara.com - Aroma kegagalan manajemen sistem di internal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyeruak ke publik. Menteri Keuangan Purbaya secara terbuka mengakui adanya "kebobolan" fatal dalam sistem penganggaran.
Hal ini terjadi usai Purbaya mencopot dua Direktur Jenderal (Dirjen) Kemenkeu yakni Febrio Nathan Kacaribu dari posisi Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal serta Luky Alfirman dari posisi Dirjen Anggaran.
Untuk Luky Alfirman, sumber Suara.com mengatakan salah satu penyebab pencopotan ini adalah karena dirinya disebut-sebut ceroboh dengan meloloskan anggaran untuk pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketika dikonfirmasi hal ini, Purbaya hanya senyum-senyum tipis. "Mungkin (karena hal itu). Anda tebak sendiri," kata Purbaya, Senin (11/5/2026).
Lolosnya anggaran pengadaan puluhan ribu motor listrik luput dari perhatian internal Kemenkeu. Purbaya sendiri mengklaim sudah menolak mentah-mentah usulan anggaran tersebut. Ironisnya, anggaran yang seharusnya diblokir justru "melenggang" keluar akibat adanya celah keamanan atau loophole pada perangkat lunak milik Direktorat Jenderal Anggaran (DJA).
"Itu software dari Ditjen Anggaran, sedang diperbaiki sehingga enggak kebobolan kayak kemarin. Ya kan kebobolan, tahun lalu. Waktu kita sudah menolak beli motor untuk BGN, jadi sudah saya tolak," ungkap Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Kamis (7/5/2026).
Insiden ini melempar sorotan tajam kepada Luky Alfirman, sosok yang saat itu bertanggung jawab penuh atas perencanaan dan pengelolaan APBN sebagai Dirjen Anggaran. Publik mempertanyakan bagaimana seorang birokrat senior dengan latar belakang pendidikan doktor ekonomi dari University of Colorado bisa kecolongan oleh "celah software" yang mengakibatkan pengadaan 21.801 unit motor listrik tetap berjalan.
Luky Alfirman sendiri bukanlah orang baru di Kemenkeu. Sejak bergabung pada 1995, ia memiliki rekam jejak mentereng, termasuk menjabat sebagai Chief of Staff Menteri Keuangan, Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, hingga Dirjen Perimbangan Keuangan. Namun, karier panjangnya kini harus tercoreng oleh isu inefisiensi dan lemahnya pengawasan sistem di bawah kepemimpinannya.
Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana tetap bergeming dan mengonfirmasi bahwa belasan ribu unit motor listrik telah dibeli untuk menunjang mobilitas operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025. Perbedaan sikap antara Menkeu yang menolak dan BGN yang tetap melakukan pengadaan menunjukkan adanya koordinasi yang buruk dan kegagalan sistem filtrasi anggaran di tubuh DJA yang selama ini dianggap sebagai "benteng" APBN.
Baca Juga: Purbaya Tegur Dirjen Pajak, Minta Jangan Kejar Peserta Tax Amnesty Jilid II
Kini, meski Kemenkeu berjanji telah memperbaiki sistem agar tidak "kembali bocor", publik terlanjur melihat adanya celah dalam akuntabilitas belanja negara yang melibatkan pejabat setingkat eselon I.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor
-
Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok
-
Komitmen Penegakan Hukum, BRI Bantul Dukung Pengusutan Korupsi Eks Mantri
-
Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya