- PGN gelar program tukar botol plastik jadi kupon BBG untuk sopir Bajaj Gas.
- Setiap botol dihargai Rp400 untuk dukung ekonomi sirkular dan kurangi beban sampah di TPAS.
- Sampah plastik akan didaur ulang menjadi furnitur dan paving block oleh mitra pengelola sampah.
Suara.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina meluncurkan terobosan ekonomi sirkular yang unik. PGN kini memfasilitasi pengemudi bajaj untuk menukarkan sampah botol plastik menjadi kupon pengisian Bahan Bakar Gas (BBG).
Langkah inovatif ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang menyasar Komunitas Bajaj Gas (Kobagas). Melalui inisiatif ini, setiap botol plastik yang dikumpulkan dihargai Rp400. Para peserta dapat menukarkan hingga maksimal 61 botol, yang nilainya kemudian dikonversi menjadi bahan bakar untuk operasional armada mereka.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menjelaskan bahwa program ini bertujuan menciptakan budaya peduli lingkungan sembari memperkuat ekosistem energi bersih. "Kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga berdampak positif bagi lingkungan," ujarnya pada Senin (11/5/2026).
Direktur Utama Gagas Energi Indonesia, Santiaji Gunawan, menyoroti urgensi pengelolaan sampah di Indonesia. Mengutip proyeksi Bappenas, ia mengingatkan bahwa Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Indonesia berpotensi penuh pada tahun 2030 jika pola konsumsi dan pembuangan sampah tidak diubah.
"Sampah plastik tidak harus berakhir di TPAS. Melalui kolaborasi dengan Kertabumi Recycling Centre dan Bank Sampah Al-Bustaniyah, botol yang terkumpul akan diolah menjadi produk bernilai guna seperti furnitur dan paving block," terang Santiaji.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya