- PGN Gagas dukung CNG jadi alternatif energi demi kurangi ketergantungan impor LPG nasional.
- Operasikan 14 SPBG dan layani 600+ industri, PGN Gagas punya modal kuat kembangkan CNG.
- Kolaborasi dengan ESDM fokus pada optimalisasi gas domestik untuk kemandirian energi.
Suara.com - PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), menyatakan kesiapan penuh mendukung langkah pemerintah dalam mengembangkan Compressed Natural Gas (CNG). Langkah ini diproyeksikan sebagai strategi jitu untuk menekan ketergantungan nasional terhadap impor Liquified Petroleum Gas (LPG).
Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, menegaskan bahwa pengembangan CNG merupakan solusi konkret untuk memperluas pilihan energi masyarakat yang sejalan dengan peta jalan energi pemerintah.
"Masyarakat maupun pelaku usaha membutuhkan akses terhadap beragam sumber energi yang andal, terjangkau, dan berbasis sumber daya dalam negeri. CNG merupakan salah satu opsi energi yang telah tersedia dan dapat terus dikembangkan secara bertahap,” ujar Santiaji dalam keterangan resminya, Kamis (30/4/2026).
Menyambut wacana pemerintah tersebut, PGN Gagas tidak berangkat dari nol. Perusahaan telah membangun fondasi infrastruktur yang kokoh selama lebih dari sepuluh tahun. Saat ini, PGN Gagas telah mengoperasikan 14 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di tujuh provinsi.
Layanan gas untuk kendaraan yang dikenal dengan brand 'Gasku' tersebut tercatat melayani rata-rata pengisian sekitar 2.200 kendaraan setiap harinya.
Tak hanya di sektor transportasi, penetrasi gas bumi non-pipa melalui layanan 'Gaslink' juga menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, Gaslink telah melayani lebih dari 600 pelanggan di segmen industri, komersial, hingga UMKM, dengan total penyaluran mencapai 4.067.002 MMBTU.
Santiaji menambahkan, kekuatan utama CNG terletak pada integrasi pasokan gas bumi dengan jaringan infrastruktur PGN. Hal ini memastikan pemanfaatan sumber daya domestik dilakukan secara optimal tanpa harus bergantung pada fluktuasi harga energi global.
Meski demikian, ia menekankan bahwa pengembangan ini akan terus diselaraskan dengan aspek keekonomian, kesiapan infrastruktur tambahan, serta kebutuhan pasar di lapangan.
“Kami siap berkolaborasi dengan Kementerian ESDM dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengkaji aspek teknis, distribusi, hingga edukasi ke masyarakat. Kami siap berkontribusi optimal sebagai mitra pemerintah demi mewujudkan kemandirian energi nasional,” pungkasnya.
Baca Juga: Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Besok Diumumkan, MSCI Ancam Turunkan Status RI? Dana Asing Rp230 T Bakal Kabur?
-
Ramai-Ramai Mundur, Panselnas Akhirnya Hapus Denda Rp100 Juta Manajer Koperasi Desa Merah Putih
-
Operasional 2 Perusahan Ini Disetop Diduga Tawarkan Jasa Penipuan Pinjol
-
Dunia Kerja Berubah! Ini 5 Kompetensi yang Dicari Perusahaan di Era AI
-
Purbaya Kantongi Utang Rp 302,8 T dari China, Biayai Proyek Pemerintah hingga 2029
-
APWNU Gandeng Investor, Siapkan Sejumlah Program Ekonomi Baru
-
Transformasi Berbuah Manis, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun untuk Negara pada 2025
-
Mendag Pastikan HET Minyakita Tak Naik, Pilih Fokus Distribusi Stok ke Pasar Rakyat
-
Berlaku 1 Juli, BBM Jenis Baru B50 Masuk Tahap Evaluasi Akhir
-
Perdamaian AS - Iran Tekan Harga Minyak Dunia, Risiko Krisis Energi Mulai Mereda