Bisnis / Keuangan
Selasa, 12 Mei 2026 | 08:32 WIB
Ilustrasi. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) resmi mengumumkan susunan pengurus baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Wika Tower, Jakarta, Senin (11/5/2026). Foto ist,
Baca 10 detik
  • Prof. Harris Arthur Hedar kembali jabat Komisaris Independen WIKA via RUPST 2025.
  • Ketut Pasek Senjaya tetap Dirut; WIKA segarkan jajaran direksi dan komisaris.
  • Fokus RUPST: Laporan Keuangan 2025, dana PMN, dan penguatan tata kelola legal.

Suara.com - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) resmi mengumumkan susunan pengurus baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Wika Tower, Jakarta, Senin (11/5/2026). Salah satu poin strategis dalam rapat tersebut adalah kembali terpilihnya Prof. Harris Arthur Hedar sebagai Komisaris Independen perseroan.

Prof. Harris Arthur, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Peradi Profesional dan Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM), dipandang memiliki rekam jejak yang kuat dalam aspek hukum dan tata kelola. Kehadirannya di jajaran Dewan Komisaris diharapkan mampu memperkuat pengawasan independen di tengah upaya WIKA memacu efisiensi dan transparansi.

Berdasarkan pembacaan Surat Pemegang Saham Seri A Dwiwarna, RUPST menetapkan Apri Artoto sebagai Komisaris Utama. Sementara di jajaran direksi, Ketut Pasek Senjaya Putra kembali dipercaya menakhodai emiten konstruksi pelat merah ini sebagai Direktur Utama, didampingi oleh jajaran direktur yang fokus pada transformasi SDM, operasional, hingga manajemen risiko dan legal.

Selain perombakan pengurus, RUPST kali ini membahas agenda krusial terkait persetujuan laporan keuangan tahun buku 2025. Perseroan juga memberikan laporan mendalam mengenai realisasi penggunaan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) yang menjadi motor penggerak proyek-proyek strategis nasional.

Dengan nakhoda baru dan pengawasan dari dewan komisaris yang mumpuni, WIKA optimistis dapat memperkuat fundamental keuangan dan melanjutkan transformasi bisnis di sektor infrastruktur dan energi.

Load More