- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen pada triwulan pertama tahun 2026.
- Kebijakan percepatan belanja pemerintah dan menjaga likuiditas sektor swasta sejak awal tahun terbukti memperkuat daya beli masyarakat.
- BPS mencatat pertumbuhan ekonomi tahunan meningkat dibanding tahun 2025, meskipun terjadi kontraksi musiman sebesar 0,77 persen secara kuartalan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan sejumlah kebijakannya dalam mencapai pertumbuhan ekonomi 5,61 persen. Ia membandingkan kinerjanya dengan tahun lalu, yang mana saat itu jabatan Menkeu masih dipegang Sri Mulyani.
Menkeu Purbaya mengklaim kalau selama ini dirinya menjaga likuiditas supaya sektor privat atau swasta bisa ikut menggairahkan pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, dirinya juga mendorong percepatan Belanja Pemerintah yang dilakukan sejak awal tahun, berbeda dibanding tahun lalu.
"Saya jaga likuiditas supaya private sectornya bisa gerak. Saya dorong belanja pemerintah di bulan pertama dipercepat. Sehingga daya dorong ke ekonomi lebih merata sepanjang tahun," katanya dalam media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Selasa (12/5/2026).
Kebijakan fiskal yang dilakukan Purbaya saat awal tahun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yakni pembayaran uang untuk pupuk hingga Pertamina. Pemerintah juga terus menyalurkan bantuan terhadap bencana banjir yang terjadi di Aceh pada sejak awal 2026.
"Tahun lalu ada bencana enggak? Januari enggak ada kan? Tahun lalu ada langkah kayak saya enggak? Kayak kita enggak? Digeser ke awal tahun? Enggak ada. Tahun lalu Pertamina-nya punya uang cukup enggak? Enggak. Apa lagi?" beber dia.
"Jadi kalau Pertamina dibayar tepat waktu, seluruh subkontraktor juga akan dibayar tepat waktu. Itu akan memutarkan ekonomi juga," tambahnya lagi.
Tak hanya itu, Purbaya juga membeberkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,52 persen, yang mana ini berkontribusi paling tinggi ke Produk Domestik Bruto sebesar 54,36 persen.
"Anda lihat pertumbuhan konsumsi rumah tangganya berapa? 5,2 (persen) kan? Tertinggi sepanjang yang saya lihat, yang saya ingat. Artinya daya beli masyarakat juga membaik," pungkasnya.
Baca Juga: Purbaya Serang Balik Ekonom: Jelek Ribut, Tinggi Ribut Juga, Maunya Apa?
Diketahui Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2025 lalu sebesar 4,87 persen.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan capaian tersebut tercermin dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku yang mencapai Rp6.187,2 triliun, sementara atas dasar harga konstan sebesar Rp3.447,7 triliun.
“Ekonomi Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan satu 2026 atas dasar harga berlaku sebesar 6.187,2 triliun rupiah, atas dasar harga konstan 3.447,7 triliun rupiah, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan satu 2026 bila dibandingkan triwulan satu 2025 atau secara year on year tumbuh 5,61 persen,” jelas Amalia di Kantor BPS RI, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Meski secara tahunan tumbuh kuat, secara kuartalan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 0,77 persen dibanding triwulan IV 2025.
"Secara triwulanan, ekonomi Indonesia triwulan satu 2026 mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen,” ujarnya.
Menurut BPS, kontraksi kuartalan tersebut merupakan pola musiman, sementara secara tahunan kinerja ekonomi menunjukkan penguatan yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
Berita Terkait
-
Purbaya Serang Balik Ekonom: Jelek Ribut, Tinggi Ribut Juga, Maunya Apa?
-
Janji Purbaya kepada Peserta Tax Amnesty
-
Potensi Ekonomi dan Kesehatan Industri Tembakau Alternatif
-
Ekonomi Indonesia Diprediksi Melambat di Kuartal II 2026, Ini Penyebab Utamanya
-
Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Gegara MSCI dan Perang, IHSG Telah Merosot 20,14% Sejak Awal Tahun
-
Jelang Pengumuman MSCI, Saham 'Gorengan' dan 'Konglomerat' Bisa Bikin IHSG Turun Kelas!
-
RUPST WIKA: Apri Artoto Ditunjuk jadi Komut Arthur Hedar Komisaris
-
Purbaya Serang Balik Ekonom: Jelek Ribut, Tinggi Ribut Juga, Maunya Apa?
-
Harga Emas Hari Ini Kompak Turun, Cek Update Terbaru di Pegadaian
-
Janji Purbaya kepada Peserta Tax Amnesty
-
Potensi Ekonomi dan Kesehatan Industri Tembakau Alternatif
-
Wanti-wanti OJK Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI Hari Ini
-
Harga Minyak Sulit Turun dan Tembus US$ 104 per Barel, Pemerintah AS Terguncang
-
Ekonomi Indonesia Diprediksi Melambat di Kuartal II 2026, Ini Penyebab Utamanya