Bisnis / Energi
Rabu, 13 Mei 2026 | 12:49 WIB
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
Baca 10 detik
  • Menteri Bahlil rapat darurat bahas dampak rupiah loyo terhadap subsidi BBM.
  • Rupiah sempat menyentuh rekor terendah Rp17.540 per dolar AS.
  • Harga minyak dunia (USD 106) melampaui jauh asumsi APBN 2026 (USD 70).

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai memasang alarm waspada terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang kian mengkhawatirkan. Merespons kondisi tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumpulkan jajaran menteri terkait untuk membahas potensi pembengkakan anggaran subsidi BBM.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Laode Sulaeman, mengonfirmasi bahwa rapat tingkat menteri sedang berlangsung guna memitigasi dampak tekanan kurs terhadap sektor energi.

"Ini kebetulan Pak Menteri sama jajaran menteri-menteri sedang merapatkan hal tersebut ya, jadi kita tunggu saja," ujar Laode saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Kondisi fiskal Indonesia saat ini terjepit di antara dua beban besar. Pertama, nilai tukar rupiah baru saja mencetak rekor terendah di posisi Rp17.540 per dolar AS pada Selasa (12/5), sebelum bergerak tipis ke Rp17.493 pada Rabu pagi.

Pengendara mengisi bensin untuk kendaraannya di SPBU Pertamina, kawasan Palmerah, Jakarta, Jumat (8/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Kedua, harga minyak mentah dunia masih betah nangkring di atas level psikologis USD 100 per barel. Pagi ini, minyak jenis Brent berada di angka USD 106,95 per barel dan WTI di posisi USD 101,52 per barel. Angka ini jauh melampaui asumsi makro APBN 2026 yang hanya mematok harga minyak di level USD 70 per barel.

Terkait kemungkinan penyesuaian harga BBM akibat selisih kurs dan harga minyak yang lebar, Laode menyatakan bahwa pemerintah masih melakukan pemantauan ketat.

"Itu masih kan belum ada info-info lain lagi kan, selain yang ada sekarang (harga BBM tidak naik), jadi kita lihat perkembangan berikutnya saja nanti," tutupnya.

Load More