Bisnis / Makro
Rabu, 13 Mei 2026 | 11:19 WIB
Ilustrasi elektronik. [Unsplash]
Baca 10 detik
  • Pedagang elektronik di Pasar Minggu mendesak pemerintah menstabilkan harga akibat pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
  • Kenaikan nilai tukar dolar menyebabkan harga barang elektronik impor melonjak sejak awal bulan Mei tahun 2026.
  • Lonjakan harga tersebut mengakibatkan volume penjualan pedagang elektronik menurun drastis hingga lima puluh persen dari biasanya.

Suara.com - Pedagang elektronik meminta pemerintah segera menekan lonjakan harga barang setelah rupiah terus melemah hingga Rp17.500 per dolar AS. Sebab, kenaikan harga mulai memukul penjualan dan daya beli konsumen.

“Kalau buat pemerintah sih pengennya ya harga ya tolong dituruninlah jangan sampai naiknya melonjak banget, pengaruh soalnya buat yang dagang,” kata pedagang elektronik Pasar Minggu, Riri kepada Suara.com, Selasa (12/5/2026).

Menurut dia, pelemahan rupiah dan kenaikan harga elektronik kini tidak hanya membebani pembeli, tetapi juga menekan pedagang yang penjualannya ikut turun tajam.

“Soalnya pengaruh ke penjual-penjual sama yang pembeli itu pengaruh semua,” ujarnya.

Kondisi ini terjadi seiring naiknya harga berbagai produk elektronik yang banyak bergantung pada impor barang maupun komponen berbasis dolar AS. Saat nilai tukar rupiah tertekan, harga jual di pasar ikut terdorong naik.

Riri mengaku dampak paling nyata terlihat dari penurunan jumlah pembeli sejak awal Mei, ketika harga mulai bergerak naik dibanding bulan sebelumnya.

Ilustrasi Dolar Naik (Freepik)

“Lumayan sih, mungkin sekitar 50 persen ada. Dari 100 persen, 50 persen ada, separuh,” ungkapnya.

Ia menuturkan, pada awal April kondisinta masih relatif normal karena harga belum banyak berubah, tetapi tekanan mulai terasa kuat ketika kurs rupiah terus melemah.

“Kalau yang bulan April kemarin soalnya kan harga belum masih belum naik, masih standar. Pengaruhnya baru awal-awal ini,” jelasnya.

Baca Juga: Rupiah Ambruk, Konsumen Ramai-ramai Beralih ke Produk China

Bagi pedagang, situasi ini membuat pasar semakin berat karena kenaikan harga tidak otomatis meningkatkan keuntungan, justru memperlambat transaksi akibat konsumen lebih berhati-hati dalam membeli barang.

Load More