- Investor asing melakukan aksi jual besar-besaran pada sejumlah saham perbankan dan pertambangan di pasar modal Indonesia.
- Kegiatan tersebut terjadi pada sesi pertama perdagangan hari Senin, 18 Mei 2026 akibat sentimen pasar global.
- Aksi jual asing menyebabkan penurunan signifikan pada harga saham BBRI, BMRI, AMMN, BBCA, dan juga saham ANTM.
Suara.com - Sejumlah saham perbankan hingga emiten tambang menjadi sasaran aksi jual investor asing pada sesi I perdagangan Senin, 18 Mei 2026. Aksi jual ini terjadi di tengah sentimen negatif pasar global dan domestik.
Mengutip data Stockbit, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing pada sesi pertama perdagangan hari ini.
Nilai aksi jual asing di saham BBRI mencapai Rp 273,55 miliar dengan volume transaksi sebanyak 1,97 juta saham dan frekuensi perdagangan mencapai 57,02 ribu kali.
Tekanan jual tersebut membuat harga saham BBRI anjlok 2,88 persen atau turun 90 poin ke level Rp 3.030 per saham.
Posisi kedua ditempati saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI dengan aksi jual asing sebesar Rp 139,76 miliar. Volume perdagangan saham BMRI mencapai 2 juta saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 15,47 ribu kali.
Harga saham BMRI turun 2,14 persen atau terkoreksi 90 poin ke level Rp 4.110.
Selanjutnya, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk atau AMMN juga menjadi sasaran aksi jual asing dengan nilai mencapai Rp 123,67 miliar.
Volume perdagangan saham AMMN tercatat sebanyak 1,01 juta saham dengan frekuensi transaksi 15,47 ribu kali. Tekanan jual membuat harga saham AMMN ambles 14,86 persen atau turun 550 poin ke level Rp 3.150.
Di posisi berikutnya ada saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA yang mencatat aksi jual asing sebesar Rp 91,96 miliar.
Baca Juga: IHSG Keok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Tak Takut: Serok Bawah Sekarang, 1-2 Hari Balik
Saham BBCA diperdagangkan sebanyak 1,18 juta saham dengan frekuensi transaksi mencapai 29,16 ribu kali. Harga sahamnya melemah 2,46 persen atau turun 159 poin ke level Rp 5.950.
Sementara itu, saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau ANTM menempati posisi kelima saham paling banyak dijual asing pada sesi I.
Nilai aksi jual asing di saham ANTM mencapai Rp 62,69 miliar dengan volume perdagangan 2,11 juta saham dan frekuensi transaksi sebanyak 57,90 ribu kali.
Harga saham ANTM juga tertekan cukup dalam setelah anjlok 10 persen atau turun 350 poin ke level Rp 3.150 per saham.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce
-
DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah
-
Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi
-
Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?
-
Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman
-
Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia
-
Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia
-
Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi
-
Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu
-
RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun