- Mata uang rupiah melemah ke level Rp17.658 pada Senin (18/5/2026) akibat persepsi negatif dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto.
- Pernyataan Presiden yang meremehkan dampak pelemahan rupiah terhadap warga desa dinilai tidak tepat dan memicu ketidakpastian pasar.
- Pelemahan rupiah berdampak luas pada kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya energi, serta beban impor minyak bagi seluruh masyarakat.
Suara.com - Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi menyebut pelemahan rupiah pada Senin (18/5/2026) ke level Rp17.658, diakibatkan oleh pernyataan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.
Prabowo sebelumnya menyebut, masyarakat desa tidak terlalu merasakan dampak pelemahan rupiah karena tidak menggunakan dolar.
Bagi Ibrahim, pernyataan tersebut justru dinilai menimbulkan persepsi negatif di pasar karena dianggap meremehkan tekanan kurs terhadap ekonomi nasional, padahal pelemahan rupiah memiliki efek luas hingga ke kebutuhan dasar masyarakat.
Ia menilai, narasi bahwa warga desa tidak terdampak karena tidak bertransaksi langsung dengan dolar tidak sepenuhnya tepat.
Menurut dia, pelemahan rupiah tetap berimbas melalui kenaikan harga barang impor, biaya energi, logistik, hingga tekanan inflasi yang pada akhirnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
“Ya, rupanya pernyataan dari Presiden Prabowo ini juga berakibat fatal terhadap pelemahan mata uang rupiah,” ujar Ibrahim kepada wartawan, Senin (17/5/2026).
Ibrahim menjelaskan, saat dolar menguat, Indonesia menghadapi beban besar terutama dari impor minyak mentah yang mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari.
Kondisi ini dapat memperbesar tekanan terhadap APBN, subsidi energi, dan harga kebutuhan masyarakat secara luas, termasuk di pedesaan.
“Kita tahu bahwa pada saat dolar mengalami penguatan, harga minyak mentah mengalami penguatan, kemudian berdampak terhadap impor minyak yang begitu besar, 1,5 juta barel per hari,” beber dia.
Baca Juga: Membaca Ketakutan The Economist terhadap Prabowo
Selain faktor impor, ia juga menyoroti perpindahan dana masyarakat dari tabungan rupiah ke valuta asing sebagai respons atas pelemahan kurs.
Menurut Ibrahim, kondisi ini bisa mempercepat tekanan terhadap rupiah jika kepercayaan publik terus menurun.
“Kemudian masyarakat berpindah menabung dari tabungan rupiah menjadi valuta asing. Ini membuat apa? Membuat rupiah terus mengalami pelemahan,” ucapnya.
Ibrahim juga menilai pernyataan Presiden soal warga desa justru berisiko menimbulkan kesan bahwa pemerintah kurang memahami perubahan perilaku masyarakat saat ini.
Ia menegaskan, akses teknologi membuat masyarakat desa kini jauh lebih sadar terhadap isu ekonomi global dibanding masa lalu.
“Ya, di desa pun juga banyak orang juga tahu tentang dolar, ya, karena apa? Sekarang zaman teknologi,” kata Ibrahim.
Berita Terkait
-
Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?
-
Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!
-
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
-
3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS
-
Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Ambisi Raksasa PSEL Danantara: Target IPO 2028 di Tengah Penundaan dan Penolakan Keras Daerah
-
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.649 Triliun di Bulan Mei
-
Pihak-pihak Ini Senang Dengar Rupiah Melemah
-
Telkom Solution Siap Dorong Transformasi Digital BUMN
-
1 Dollar USD Hari Ini Berapa Rupiah? Geger Ucapan Prabowo soal Orang Desa Tak Pakai Dolar
-
IHSG Anjlok 26,45 Persen, Mimpi Indah Purbaya Buyar Tahun Ini?
-
IHSG Longsor Lebih dari 4%, Sentuh Level Terendah Baru dalam 52 Minggu!
-
Beras Murah Naik Tajam, Harga Minyakita dan Cabai Bikin Emak-Emak Menjerit
-
Mudah dan Cepat, JKN Bantu Amalia Sehat
-
Dolar AS Menggila, Rupiah Tersungkur ke Level Rp17.658