Bisnis / Makro
Senin, 18 Mei 2026 | 13:06 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026). [Suara.com/Novian]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengimbau investor tidak khawatir dan segera membeli saham saat IHSG merosot pada 18 Mei 2026.
  • Penurunan IHSG ke level 6.470 disebabkan oleh sentimen negatif dari pasar saham Amerika Serikat serta ketegangan geopolitik Timur Tengah.
  • Pemerintah memprediksi pelemahan pasar saham bersifat sementara dan akan kembali pulih dalam waktu sekitar dua hari ke depan.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi soal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok hingga ke level 6.470 pada penutupan sesi I di hari Senin (18/6/2026).

Menkeu Purbaya justru meminta para investor saham untuk tidak khawatir. Bahkan ia mengajak mereka untuk segera membeli pasar saham, atau yang disebut serok, saat ada di level bawah.

"Investor pasar saham kalau saya bilang jangan takut. Serok bawah sekarang," katanya di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Senin (18/5/2026).

Purbaya juga memprediksi kalau penurunan IHSG hanya terjadi dalam waktu singkat. Bahkan ia mengklaim pasar saham akan kembali pulih dalam dua hari ke depan.

"Kalau saya lihat teknikalnya, sehari dua hari sudah balik. Jadi jangan lupa beli saham," jelasnya.

Diketahui IHSG masih ambles pada sesi pertama perdagangan Senin, 18 Mei 2026. IHSG pada sesi I turun 252 poin atau 3,76 persen ke level 6.470.

Ilustrasi IHSG. [Antara]

Mengutip riset Pilarmas Investindo Sekuritas, tekanan datang dari sentimen global dan domestik, mulai dari aksi jual tajam di Wall Street hingga memanasnya konflik di Timur Tengah.

Pilarmas menyebut pelemahan IHSG sejalan dengan pergerakan bursa regional Asia yang juga berada di zona merah setelah pasar merespons negatif aksi jual besar-besaran di pasar saham Amerika Serikat pada akhir pekan lalu.

Selain itu, pasar juga dibayangi kekhawatiran meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan minyak global.

Baca Juga: Rupiah Makin Jeblok ke Rp 17.660, Purbaya Tuding Gegara Ada Sentimen 1998

Pada perdagangan sesi I, sebanyak 20,07 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 11,94 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,71 juta kali.

Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 90 saham bergerak naik, sedangkan 715 saham mengalami penurunan, dan 154 saham tidak mengalami pergerakan.

Pada sesi pertama perdagangan hari ini, saham-saham yang mencatat penguatan terbesar di antaranya BLUE, BPTR, ABDA, LABS, dan GSMF. Sementara saham dengan pelemahan terbesar yakni DSSA, TPIA, AMMN, APIC, dan KONI.

Load More