- Irwin Ka Pui Wan resmi mengundurkan diri dari jabatan Direktur PT Amman Mineral Internasional Tbk per 14 Mei 2026.
- Pengakhiran masa jabatan tersebut menunggu persetujuan pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 19 Mei 2026.
- Saham AMMN mengalami tekanan jual asing signifikan sebesar Rp123,67 miliar setelah dikeluarkan dari indeks MSCI Global Standard.
Suara.com - PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) mengumumkan adanya pengurus yang mengundurkan diri dari jabatannya. Sosok itu adalah Irwin Ka Pui Wan yang mundur dari jajaran Direksi AMMN.
Corporate Secretary AMMN, Vemmy Febrianti, mengatakan, mundurnya Irwin karena memang masa jabatannya sebagai direksi telah berakhir.
Adapun, dalam informasi di laman resminya, Irwin telah bergabung dengan AMMN sejak 2016 lalu.
"Perseroan telah menerima pemberitahuan resmi dari Bapak Irwin Ka Pui Wan terkait rencana pengunduran dirinya selaku Direktur Perseroan pada 14 Mei 2026," ujar Vemmy seperti dilansir dari keterbukaan informasi, Senin (18/5/2026).
Mundurnya Irwin ini akan berlaku setelah perseroan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk meminta persetujuan pemegang saham atas pengakhiran masa jabatan Bapak Irwin Ka Pui Wan sebagai Direktur Perseroan.
"Agenda terkait pengunduran diri tersebut akan diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026," kata Vemmy.
Untuk diketahui, AMMN merupakan salah satu saham yang terbuang MSCI Global Standard Indexes dalam rebalancing MSCI. Hal ini memicu aksi jual investor asing pada emiten milik Grup Salim ini.
Berdasarkan data Stockbit, pada sesi I ini, saham AMMN juga menjadi sasaran aksi jual asing dengan nilai mencapai Rp 123,67 miliar.
Volume perdagangan saham AMMN tercatat sebanyak 1,01 juta saham dengan frekuensi transaksi 15,47 ribu kali. Tekanan jual membuat harga saham AMMN ambles 14,86 persen atau turun 550 poin ke level Rp 3.150.
Baca Juga: 5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce
-
DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah
-
Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi
-
Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?
-
Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman
-
Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia
-
Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia
-
Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi
-
Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu
-
RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun