- IHSG anjlok 3,46 persen di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (19/5/2026) akibat rumor pembentukan badan ekspor komoditas.
- Investor khawatir rencana pemerintah mengendalikan ekspor komoditas strategis akan menekan marjin laba perusahaan secara signifikan.
- Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengumumkan kebijakan tersebut saat pidato di DPR pada Rabu (20/5/2026) di Jakarta.
Suara.com - Rumor pembentukan badan ekspor komoditas strategis oleh pemerintah membuat Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok pada Selasa sore (19/5/2026).
IHSG ditutup melemah 228,56 poin atau 3,46 persen ke posisi 6.370,68. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 16,27 poin atau 2,50 persen ke posisi 634,82.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebelas atau semua sektor melemah. Sektor barang baku turun paling dalam, minus 7,54 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor transportasi & logistik yang masing-masing turun sebesar 6,89 persen dan 6,60 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni DSNG, ELPI, TAPG, ICON dan DFAM. Sementara yang menikmati menguat terbesar yaitu LCKM, RELI, ASPR, UDNG, dan CINT.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.804.569 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 46,07 miliar lembar saham senilai Rp25,80 triliun. Sebanyak 112 saham naik 612 saham menurun, dan 94 tidak bergerak nilainya.
"IHSG melemah akibat tekanan jual setelah beredarnya rumor bahwa pemerintah berencana untuk mengatur ekspor komoditas melalui satu badan khusus bentukan negara," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim dalam kajiannya.
Adapun, sejumlah komoditas strategis yang dirumorkan akan diatur melalui badan khusus tersebut, diantaranya batu bara, Crude Palm Oil (CPO) hingga mineral logam.
"Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran investor bahwa akan ada potensi pengendalian harga jual yang dapat berdampak pada penurunan marjin laba perusahaan," ujar Ratna.
Ratna menjelaskan, rumor ini juga dikaitkan dengan rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR, yang akan menyampaikan pidato tentang Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 pada Rabu (20/5).
Baca Juga: Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor
Rencana ini akan menjadi pertama kalinya kepala negara langsung menyampaikan dokumen KEM-PPKF di hadapan DPR, yang biasanya disampaikan oleh Menteri Keuangan.
Badan ekspor?
Sebelumnya diwartakan pemerintah berencana membentuk badan ekspor. Sejumlah anggota kabinet mengakui rencana itu akan diungkapkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang ditemui di Jakarta, Selasa (19/5/2026) mengatakan Presiden Prabowo yang akan mengumumkan pembentukan badan khusus tersebut.
"Wah saya enggak tahu, nanti presiden ngomongin itu," kata Purbaya.
Sementara CEO Danantara, Rosan Roeslani dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia yang ditemui usai menghadiri rapat di Kementerian ESDM, hanya berkomentar singkat soal badan ekspor.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
BULOG Tindak Lanjuti Laporan Warga di Karawang, Perkuat Pengendalian Hama Gudang
-
Prambanan Jazz Festival Kembali Hadir, Pengunjung Bisa Nikmati Berbagai Promo lewat BRImo
-
Ekonom CORE Minta Danantara Buka Laporan Keuangan 2025, Buktikan Diri SWF Global
-
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud, Setiap Indikasi Korupsi Dilaporkan ke APH
-
Legalisasi Sumur Minyak Rakyat Dinilai Jadi Titik Balik Industri Migas
-
Ekonomi Jakarta Melaju 5,59 Persen, Ini Strategi Pramono Menuju 50 Kota Global
-
Bulog Tindak Lanjuti Laporan Warga Sekitar Gudang, Pastikan Kenyamanan Lingkungan Tetap Terjaga
-
Kabar Tokopedia PHK Ribuan Karyawan, GOTO Bilang Begini
-
Harga Emas Pegadaian Naik di Sabtu 4 Juli 2026
-
Harga Emas Antam Stabil di Sabtu 4 Juli, Tapi