Bisnis / Makro
Selasa, 19 Mei 2026 | 19:54 WIB
CEO Danantara, Rosan Roeslani, tak mau mengumbar soal pembentukan Badan Ekspor. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
Baca 10 detik
  • Rosan Roeslani dan Bahlil Lahadalia enggan mengonfirmasi rumor pembentukan badan ekspor di Jakarta pada Selasa (19/5/2026).
  • Pemerintah diisukan akan mengumumkan badan pengelola ekspor komoditas strategis pada Rabu (20/2/2026) di Jakarta.
  • Isu pembentukan badan tersebut memicu kekhawatiran monopoli pasar dan menyebabkan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan nasional.

Suara.com - CEO Danantara, Rosan Roeslani dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia irit bicara ketika dikonfirmasi soal pemerintah yang dirumorkan membentuk membentuk badan ekspor

Usai menghadiri rapat dengan di Kementerian ESDM, Rosan enggan menjawab saat ditanya wartawan soal isu pembentukan badan ekspor tersebut. 

"Ya, sudah tunggu besok. Entar ada penjelasan besok semua," kata Rosan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Selasa (19/5/2026). 

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tak mau mengumbar soal pembentukan Badan Ekspor. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].

Serupa dengan Rosan, Bahlil juga enggan berkomentar lebih jauh terkait isu pembentukan badan tersebut. 

"Tunggu saja, ya," kata Bahlil. 

Untuk diketahui, pemerintah dirumorkan akan membentuk badan ekspor yang khusus mengelola ekspor komoditas Indonesia. Rumor itu memantik kekhawatiran akan adanya monopoli dan memicu ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dua hari terakhir.

Dalam rumor itu disebut badan ekspor komoditas akan diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada Rabu (20/2/2026) besok. Badan itu akan memegang kendali atas ekspor komoditas strategis Indonesia seperti batu bara, minyak kelapa sawit hingga barang tambang. 

Nantinya seluruh perusahaan terkait di Indonesia harus menjual produk mereka ke badan ekspor. Belum ditentukan apakah badan ekspor tersebut akan berada di bawah Danantara atau tidak. 

Dalam rumor tersebut diterangkan bahwa pembentukan badan ekspor berkaitan dengan upaya pemerintah menekan praktik under invoicing dalam aktivitas ekspor nasional. 

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Load More