Bri / News
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:40 WIB
Ilustrasi Agen BRILink. (Dok: BRI)
Baca 10 detik
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dinominasikan sebagai kandidat peraih penghargaan The Best Investortrust Companies 2026 di Bursa Efek Indonesia.
  • BRI mencatatkan laba bersih kuartal I-2026 sebesar Rp15,63 triliun, didorong oleh pertumbuhan kredit 13,7% dan peningkatan dana murah.
  • KB Valbury Sekuritas memberikan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp4.010 karena kinerja keuangan yang sangat solid.

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) semakin memperkokoh posisinya sebagai pemimpin di industri perbankan nasional.

Bank pelat merah ini kini dijagokan sebagai salah satu kandidat paling kuat untuk memboyong penghargaan bergengsi dalam ajang The Best Investortrust Companies 2026.

Penghargaan tahunan yang diinisiasi oleh Investortrust ini diberikan sebagai bentuk apresiasi tertinggi bagi emiten-emiten dengan performa paling cemerlang di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Masuknya bank yang fokus pada pembiayaan komersial dan UMKM ini ke dalam jajaran nominasi didorong oleh rekam jejaknya dalam mempertahankan pertumbuhan bisnis secara konsisten.

BRI dinilai memiliki fundamental keuangan yang kokoh, tingkat profitabilitas yang tinggi, serta likuiditas posisi kas yang sangat sehat.

Selain itu, perseroan juga dinilai sukses memperluas ekosistem layanannya guna menjawab berbagai dinamika kebutuhan masyarakat modern saat ini.

Melihat ke belakang, sepanjang tahun buku 2025, BRI berhasil membukukan kenaikan Pendapatan Operasional Sebelum Pencadangan (PPOP) dari Rp116,37 triliun menjadi Rp119,43 triliun.

Adapun laba bersih yang berhasil dikumpulkan untuk setahun penuh mencapai Rp56,65 triliun, sedikit bergeser dari capaian periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp59,94 triliun.

Kinerja tahun lalu tersebut ditopang oleh tingkat margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) yang bertengger kuat di level 7,7% serta pertumbuhan penyaluran kredit yang menembus angka 12%.

Baca Juga: Mauricio Souza Bangga Persija Jakarta Pecahkan Rekor Poin

Tren pertumbuhan tersebut semakin melesat memasuki awal tahun ini. Pada kuartal I-2026, BRI berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang sangat impresif, yakni melonjak 13,8% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp15,63 triliun, dibandingkan perolehan kuartal I-2025 yang sebesar Rp13,74 triliun.

Rapor hijau ini sejalan dengan raihan PPOP yang terkerek naik dari Rp29,80 triliun menjadi Rp32,18 triliun. Keberhasilan ini juga ditopang oleh pertumbuhan kredit yang melaju hingga 13,7% serta ekspansi dana murah (Current Account Saving Account/CASA) yang tumbuh subur sebesar 13,2%.

Analis dari KB Valbury Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi, dalam riset terbarunya memaparkan bahwa performa keuangan BRI pada triwulan pertama tahun ini bergerak sangat solid.

Menurutnya, mesin pertumbuhan laba bersih perseroan dipicu oleh efisiensi di pos biaya dana (cost of funding) yang turun tajam, alokasi biaya provisi yang lebih rendah, serta kokohnya perolehan dana murah di dalam struktur pendanaan bank.

Realita di lapangan ini mendorong KB Valbury Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi BUY (Beli) untuk saham BBRI. Target harga yang dipasang berada di level Rp4.010 per lembar saham, yang mencerminkan valuasi Price to Book Value (PBV) sebesar 1,8 kali untuk tahun 2026.

Saat ini, saham BBRI dinilai sangat atraktif dan terdiskon karena diperdagangkan pada level 1,4 kali PBV 2026, posisi yang berada di bawah level minus dua standar deviasi historisnya.

Load More