Bisnis / Properti
Rabu, 20 Mei 2026 | 07:25 WIB
Ilustrasi rumah secong yang jadi incaran Gen Z. [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/rwa]
Baca 10 detik
  • Generasi Z mulai melirik pasar rumah bekas sebagai alternatif hunian karena harga yang jauh lebih terjangkau.
  • Panangian Simanungkalit menyatakan rumah sekunder memiliki keunggulan lokasi strategis, infrastruktur matang, serta legalitas aset yang telah terjamin.
  • Pelepasan puluhan ribu aset melalui mekanisme lelang di Jakarta menjadi momentum bagi masyarakat memiliki hunian pertama.

Suara.com - Generasi muda atau Gen Z mulai melirik rumah bekas atau second. Hal ini terlihat dari pertumbuhan pasar rumah second yang semaki diminati.

Anggota Satgas Perumahan sekaligus Pengamat Properti, Panangian Simanungkalit menilai pasar rumah second kini menjadi peluang besar bagi anak muda untuk mulai memiliki hunian dengan harga yang lebih terjangkau.

"Properti saat ini on the track karena ada momentum rumah second ke pasar sekunder. Ini menjadi peluang besar khususnya bagi Gen Z untuk mulai masuk ke pasar properti dengan legalitas yang sudah jelas dan harga yang masih kompetitif," ujar Panangian di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Menurut dia, tren rumah second diperkirakan terus tumbuh seiring terbatasnya suplai rumah baru dibandingkan kebutuhan hunian masyarakat yang terus meningkat setiap tahun.

Ilustrasi rumah bekas. [Antara]

Panangian menilai pasar sekunder dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini kesulitan membeli rumah baru akibat harga yang terus melonjak.

Selain lebih terjangkau, rumah second umumnya berada di kawasan yang sudah berkembang dan memiliki infrastruktur matang.

Apalagi, kata Panangian, banyak rumah second berada di lokasi premium dengan harga tanah yang masih mengacu pada nilai puluhan tahun lalu.

"Ibaratnya, kita beli tanahnya saja sudah untung," kata Panangian.

Dalam waktu dekat, pasar properti juga diperkirakan akan diramaikan oleh pelepasan puluhan ribu aset rumah second melalui mekanisme lelang. Properti yang dipasarkan terdiri dari berbagai segmen mulai dari rumah subsidi, rumah komersial, apartemen hingga kavling dengan harga yang bervariasi.

Baca Juga: Tangerang Geser Jaksel Jadi Incaran Baru Pencari Rumah

Menurut Panangian, kondisi ini bisa menjadi momentum bagi Gen Z yang ingin mulai berinvestasi maupun memiliki rumah pertama.

"Pasar rumah second ini menarik karena sebagian besar aset sudah berada di kawasan yang hidup, infrastrukturnya terbentuk, dan harga tanah terus meningkat. Dari sisi investasi maupun hunian, potensinya masih sangat besar," katanya.

Ia juga memastikan rumah-rumah yang dipasarkan telah melalui proses pengecekan legalitas sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait status kepemilikan maupun administrasi aset.

Tak hanya itu, pasar rumah second juga akan didukung skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) khusus bagi masyarakat yang ingin membeli rumah bekas dengan sistem cicilan.

Panangian optimistis penguatan pasar sekunder akan memberikan dampak positif terhadap industri properti nasional sekaligus memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat muda.

"Selama ini masyarakat terlalu fokus pada rumah baru, padahal rumah second juga memiliki value yang tinggi. Dengan edukasi yang tepat, pasar sekunder bisa menjadi salah satu motor baru pertumbuhan sektor properti nasional," tutur Panangian.

Load More