- Pasar properti nasional pada kuartal I 2026 masih menunjukkan ketahanan meski dihadapkan pada tekanan ekonomi global, faktor cuaca, dan dinamika musiman.
- Rumah tipe kecil dan menengah menjadi penopang utama pertumbuhan pasar properti nasional karena kebutuhan hunian dasar dengan harga terjangkau.
- Segmen rumah besar atau Tipe ≥201 justru mengalami koreksi sebesar -0,5 persen secara kuartalan dan -0,7 persen secara tahunan.
Suara.com - Pasar properti nasional pada kuartal I 2026 masih menunjukkan ketahanan meski dihadapkan pada tekanan ekonomi global, faktor cuaca, dan dinamika musiman. Di tengah perlambatan segmen premium, rumah kecil dan menengah justru menjadi penopang utama pasar.
Indeks Harga Jual Rumah Nasional tercatat relatif stabil dengan penurunan tipis sebesar -0,1 persen secara kuartalan maupun tahunan. Namun, di balik stagnasi itu, segmen rumah kecil dan menengah masih mencatat pertumbuhan positif.
“Segmen rumah kecil dan menengah menjadi penopang pertumbuhan pasar, didorong oleh keterjangkauan dan kebutuhan hunian dasar yang menjaga permintaan tetap stabil,” ungkap CEO Founder Pinhome Dayu Dara Permata kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).
Rumah Tipe ≤54 tumbuh 0,3 persen dibanding kuartal sebelumnya dan naik 1 persen secara tahunan. Sementara rumah Tipe 121–200 meningkat 0,5 persen secara kuartalan, menunjukkan kebutuhan terhadap hunian terjangkau masih menjadi prioritas masyarakat di tengah tekanan daya beli.
Kondisi tersebut memperlihatkan pasar masih bergerak pada segmen yang lebih sesuai dengan kebutuhan dasar dan keterjangkauan harga, terutama ketika konsumen lebih berhati-hati mengambil keputusan pembelian.
“Data terbaru Indeks Harga Jual Rumah Nasional pada kuartal 1 tahun 2026 menunjukkan kondisi relatif stabil dengan penurunan tipis sebesar -0,1% baik secara kuartalan maupun tahunan," jelasnya.
Berbeda dengan rumah kecil dan menengah, segmen rumah besar atau Tipe ≥201 justru mengalami koreksi sebesar -0,5 persen secara kuartalan dan -0,7 persen secara tahunan.
Perlambatan ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pasar premium di tengah ketidakpastian global, termasuk tekanan ekonomi internasional dan faktor cuaca yang ikut memengaruhi keputusan investasi.
“Penurunan ini mencerminkan kehati-hatian di pasar premium, dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global akibat eskalasi ketegangan di Timur Tengah serta faktor cuaca," ungkapnya.
Baca Juga: Nasib Pasar Properti Tanah Air Pascapandemi, Masih Buntung Apa Untung?
Berita Terkait
-
Suku Bunga hingga Ego Pasar: Menakar Napas Baru Industri Properti di Tengah Ketidakpastian
-
Harga Rumah Nasional Naik Tipis 0,4 Persen, Pasar Properti Dinilai Masih Stabil
-
Sinyal Bahaya Pasar Properti: BI Ungkap Penjualan Rumah Anjlok, Harga Ikut Melambat
-
Strategi ASG Hadirkan Konsep Multifungsi untuk Hadapi Tantangan Pasar Properti
-
Profil Dayu Dara Permata, Pendiri dan CEO Pinhome
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888
-
Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram
-
Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah
-
IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing
-
Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya
-
Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya
-
AHY Bidik Industri Kendaraan Listrik Nasional, Targetkan Brand EV Buatan Indonesia
-
Paraguay Cuan Ratusan Miliar Usai Kalahkan Jerman di Laga Kontroversial
-
Tak Mau Investasi Hilirisasi Bernilai Jumbo Gagal, BP BUMN Gandeng KPK
-
IHSG Berpotensi Rebound! Cek Analisis Teknikal dan Sentimen Positif Hari Ini