- BUMN ini mengawasi dan mengelola ekspor komoditas strategis seperti batu bara, CPO, dan paduan besi.
- Tujuannya menghancurkan manipulasi nilai perdagangan atau misinvoicing agar devisa hasil ekspor masuk ke dalam negeri.
- Langkah tegas ini diharapkan melonjakkan penerimaan negara demi memperkuat kedaulatan ekonomi dan kesejahteraan seluruh rakyat.
Suara.com - Praktik kotor di sektor ekspor sumber daya alam (SDA) Indonesia kini menemui lawan sepadan. Selama bertahun-tahun, negara ditengarai kerap dirugikan oleh ulah oknum atau "mafia" perdagangan yang memanipulasi data dan melarikan dolar ke luar negeri.
Menjawab tantangan ini, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah drastis dengan meluncurkan "senjata" pamungkas: PT Danantara Sumber Daya Indonesia.
Keberadaan perusahaan ini pertama kali diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Gedung DPR RI, Rabu (20/5/2026). Lewat perusahaan ini, pemerintah tidak akan lagi membiarkan kekayaan alam Indonesia diekspor secara bebas tanpa pengawasan ketat.
Lantas, apa sebenarnya PT Danantara Sumber Daya Indonesia dan bagaimana cara kerjanya menyikat para mafia ekspor?
Penjaga Gerbang Harta Karun RI
Secara harfiah, PT Danantara Sumber Daya Indonesia adalah sebuah perusahaan baru yang dibentuk oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Perusahaan ini ditugaskan khusus oleh pemerintah untuk menjadi BUMN pengelola dan pengawas tunggal tata niaga ekspor komoditas SDA strategis.
Dengan aturan baru ini, transaksi ekspor komoditas "raksasa" tanah air wajib dilakukan melalui BUMN ini. Beberapa komoditas yang langsung masuk dalam target pengawasan ketat adalah:
- Batu Bara
- Minyak Kelapa Sawit (CPO)
- Fero Alloy (Paduan Besi)
Artinya, pihak swasta tidak bisa lagi main mata dalam mengekspor tiga komoditas penyumbang cuan terbesar bagi Indonesia ini. Semua harus melewati pintu yang dijaga oleh Danantara Sumber Daya Indonesia.
Baca Juga: Puan Maharani Senyum-senyum Usai Prabowo Puji dan Terima Kasih ke PDIP di Paripurna
Bagaimana Cara Kerjanya "Menyikat" Mafia?
Pembentukan BUMN khusus ekspor ini bukan sekadar menambah birokrasi, melainkan sebuah strategi mematikan untuk menutup celah-celah kecurangan yang selama ini dieksploitasi oleh mafia ekspor. Berikut adalah misi utamanya:
1. Menghancurkan Praktik Trade Misinvoicing
Ini adalah trik lawas para mafia. Trade misinvoicing adalah praktik manipulasi nilai perdagangan. Sebagai contoh, melaporkan harga atau volume barang lebih rendah dari aslinya untuk menghindari pajak dan bea keluar.
Dengan hadirnya Danantara SDA, seluruh data ekspor akan divalidasi dengan sangat ketat. Integritas data akan menjadi senjata untuk menghentikan kebohongan pelaporan.
2. Memaksa Dolar "Pulang Kampung"
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kementerian Ekraf Perluas Pasar Produk Kreatif ke Kanada
-
Kemnaker Klaim Belum Ada Laporan PHK di TikTok Tokopedia
-
Bulog Dukung Gerakan Tanam Padi Serentak di Kawasan Cetak Sawah Merauke
-
BULOG Tindak Lanjuti Laporan Warga di Karawang, Perkuat Pengendalian Hama Gudang
-
Prambanan Jazz Festival Kembali Hadir, Pengunjung Bisa Nikmati Berbagai Promo lewat BRImo
-
Ekonom CORE Minta Danantara Buka Laporan Keuangan 2025, Buktikan Diri SWF Global
-
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud, Setiap Indikasi Korupsi Dilaporkan ke APH
-
Legalisasi Sumur Minyak Rakyat Dinilai Jadi Titik Balik Industri Migas
-
Ekonomi Jakarta Melaju 5,59 Persen, Ini Strategi Pramono Menuju 50 Kota Global
-
Bulog Tindak Lanjuti Laporan Warga Sekitar Gudang, Pastikan Kenyamanan Lingkungan Tetap Terjaga