- Pemerintah bentuk Danantara DSI untuk kelola devisa ekspor SDA.
- Ekspor SDA menyumbang 60% total ekspor nasional.
- Praktik manipulasi ekspor dinilai ganggu devisa dan rupiah.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan alasan strategis pemerintah membentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Badan ekspor anyar itu disiapkan untuk mengoptimalkan pengelolaan Devisa Hasil Ekspor (DHE) sektor sumber daya alam (SDA) yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor nasional.
Dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026), Airlangga menyebut ekspor komoditas SDA saat ini menyumbang sekitar 60% dari total ekspor nasional. Karena porsinya sangat dominan, pemerintah menilai pengelolaannya perlu diperketat.
“Pengaturan pengelolaan ekspor komoditas SDA strategis ini sudah sangat mendesak,” ujar Airlangga.
Ia merinci tiga komoditas dengan kontribusi ekspor terbesar, yakni batu bara sebesar 8,65%, kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) 8,63%, dan ferro alloy 5,82%.
Menurut Airlangga, komoditas tersebut bukan hanya bernilai besar bagi perdagangan nasional, tetapi juga berasal dari sektor ekstraktif yang memiliki dampak lingkungan tinggi. Selain itu, aktivitas ekspornya dinilai rawan praktik trade mis-invoicing atau under-invoicing, yakni manipulasi nilai maupun volume ekspor.
Ia menegaskan, perbedaan pencatatan data perdagangan antara Indonesia dan negara tujuan ekspor selama ini memicu ketidakakuratan data perdagangan nasional. Kondisi tersebut dinilai berdampak negatif terhadap penerimaan devisa dan stabilitas nilai tukar rupiah.
“Perbedaan pencatatan antara Indonesia dengan negara penerima membuat validitas data perdagangan kita kacau. Ini sangat berpengaruh negatif pada penerimaan devisa dan nilai tukar rupiah,” tegasnya.
Karena itu, pemerintah memutuskan membentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai badan khusus pengelola ekspor SDA strategis. Langkah tersebut juga disebut sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 terkait pemanfaatan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Pemerintah berharap keberadaan Danantara DSI dapat memperkuat pengelolaan devisa ekspor, meningkatkan investasi, memperbesar pembiayaan pembangunan, hingga menjaga stabilitas ekonomi nasional baik dari sisi makro maupun mikro.
Baca Juga: Apa Itu Danantara Sumber Daya Indonesia? 'Senjata' Baru Prabowo Sikat Mafia
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kementerian Ekraf Perluas Pasar Produk Kreatif ke Kanada
-
Kemnaker Klaim Belum Ada Laporan PHK di TikTok Tokopedia
-
Bulog Dukung Gerakan Tanam Padi Serentak di Kawasan Cetak Sawah Merauke
-
BULOG Tindak Lanjuti Laporan Warga di Karawang, Perkuat Pengendalian Hama Gudang
-
Prambanan Jazz Festival Kembali Hadir, Pengunjung Bisa Nikmati Berbagai Promo lewat BRImo
-
Ekonom CORE Minta Danantara Buka Laporan Keuangan 2025, Buktikan Diri SWF Global
-
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud, Setiap Indikasi Korupsi Dilaporkan ke APH
-
Legalisasi Sumur Minyak Rakyat Dinilai Jadi Titik Balik Industri Migas
-
Ekonomi Jakarta Melaju 5,59 Persen, Ini Strategi Pramono Menuju 50 Kota Global
-
Bulog Tindak Lanjuti Laporan Warga Sekitar Gudang, Pastikan Kenyamanan Lingkungan Tetap Terjaga