- IHSG jeblok 8 hari beruntun, investor asing ramai jual saham.
- BI Rate naik ke 5,25%, rupiah tetap tertekan di Rp17.700/USD.
- Sentimen kebijakan ekspor dan MSCI bikin pasar makin panik.
Suara.com - Pasar keuangan domestik kembali berada dalam tekanan berat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah selama delapan hari perdagangan berturut-turut, sementara langkah agresif Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25 persen belum mampu memulihkan kepercayaan investor maupun memperkuat rupiah secara signifikan.
Pada perdagangan Kamis (21/5/2026), IHSG kembali terkoreksi lebih dari 1 persen dan menyentuh level terendah dalam lebih dari setahun. Tekanan jual asing masih deras membayangi pasar saham Indonesia di tengah kekhawatiran terhadap arah kebijakan ekonomi nasional dan meningkatnya risiko global.
Bank Indonesia sebelumnya secara mengejutkan menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang terus tertekan akibat penguatan dolar AS serta ketidakpastian pasar global.
Namun, pasar tampaknya belum sepenuhnya yakin. Rupiah masih bergerak di kisaran Rp17.650-Rp17.700 per dolar AS meski sempat menguat tipis pasca pengumuman BI Rate. Investor menilai kenaikan suku bunga belum cukup untuk meredam kekhawatiran terhadap arus modal keluar dan prospek pertumbuhan ekonomi domestik.
Selain tekanan eksternal, pelaku pasar juga menyoroti sejumlah sentimen domestik. Mulai dari rencana sentralisasi ekspor komoditas melalui badan baru pemerintah, potensi perubahan aturan sektor SDA, hingga rebalancing indeks global MSCI yang diperkirakan memicu aksi jual lanjutan di sejumlah saham besar.
Kondisi ini membuat IHSG tercatat telah turun lebih dari 15 persen hanya dalam delapan hari perdagangan terakhir. Bahkan, posisi indeks kini semakin jauh dari level puncaknya di awal tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Surat Kadin China ke Prabowo Jadi Alarm Keras, DPR Bongkar Banyaknya Biaya Siluman Investasi RI
-
Cara Memilih SBN untuk Pemula, Investasi Aman dan Cuan Mulai 1 Juta Rupiah
-
Apa Itu Fenomena Slot Jackpot? Kian Menggila Saat Ekonomi Melemah
-
Market Cap IHSG Terpangkas Rp1.000 Triliun, Rupiah Anjlok: S&P Beri Sinyal Bahaya
-
Rupiah Masuk Zona Merah, Pagi Ini Melemah ke Rp17.683 per Dolar AS
-
Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Kembali Dipatok Rp 2,78 Juta/gram
-
IHSG Masih Jatuh ke Jurang di Jumat Pagi, Bertahan di Level 6.000
-
Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu
-
Profil 'Super-Trader' Danantara Sumberdaya Indonesia, Sang Penyelamat Rp15.400 Triliun
-
10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga CPO, Modus Operandinya Lintas Negara