- PKP menilai tantangan Pancasila kini bukan lagi konflik ideologi, melainkan pergeseran nilai akibat perubahan sosial, budaya, dan arus digital yang mengikis karakter bangsa.
- PKP mengajak masyarakat menghidupkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari melalui gotong royong, toleransi, musyawarah, dan penghormatan terhadap keberagaman.
- Menurut PKP, Indonesia Emas 2045 hanya dapat tercapai dengan membangun manusia yang berkarakter Pancasilais, bukan sekadar mengandalkan pembangunan ekonomi dan teknologi.
Pendidikan yang bermutu, kesehatan yang merata, kesempatan kerja yang produktif, penguatan karakter kebangsaan, komunikasi publik yang sehat, serta tata kelola pemerintahan yang berintegritas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menghidupkan nilai-nilai Pancasila.
PKP juga menilai bahwa tantangan terbesar generasi muda Indonesia bukan hanya kompetisi ekonomi global, tetapi juga menjaga identitas kebangsaan di tengah derasnya arus informasi dan perubahan budaya yang berlangsung sangat cepat.
"Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, maka kita tidak cukup membangun infrastruktur, industri, atau teknologi. Kita harus membangun manusia Indonesia yang Pancasilais: sehat, cerdas, berintegritas, berbudaya, menghormati keberagaman, dan memiliki semangat gotong royong," tegas Isfan.
Bagi PKP, sosial budaya bangsa Indonesia pada hakikatnya adalah ruang hidup Pancasila.
Ketika kehidupan sosial masih menjunjung persaudaraan, ketika perbedaan masih dapat dikelola melalui musyawarah, ketika agama menjadi sumber kebaikan bersama, ketika budaya lokal tetap dihormati, dan ketika keadilan terus diperjuangkan, maka Pancasila hidup dan bekerja dalam kehidupan bangsa.
Sebaliknya, apabila kehidupan sosial menjadi semakin terpecah, intoleran, individualistis, kehilangan adab, dan tercerabut dari akar budayanya, maka Pancasila berisiko tinggal sebagai simbol formal yang kehilangan daya hidup di tengah masyarakat.
Pada momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini, PKP mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak hanya menjaga Pancasila sebagai ideologi negara, tetapi juga menghidupkannya dalam pendidikan, kebudayaan, keluarga, ruang publik, tata kelola pemerintahan, ketahanan nasional, dan pembangunan manusia Indonesia.
"Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonominya, tetapi oleh kualitas manusianya. Dan kualitas manusia Indonesia hanya akan kokoh apabila dibangun di atas nilai-nilai Pancasila yang hidup dalam kehidupan nyata, bukan sekadar dalam dokumen dan pidato," tukas Isfan.
Berita Terkait
-
Aset Ketum Pemuda Pancasila Disita KPK, Diduga Berkaitan dengan Gratifikasi Korupsi Batu Bara
-
Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Tenor hingga 40 Tahun Siap Dijalankan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Mendagri dan Menteri PKP Bakal Revisi Definisi MBR Serta Menghapus Hambatan Domisili
-
Pakai AI untuk Lambang Negara, BRIN Terjebak Kesalahan Fatal yang Tak Termaafkan?
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
24 Korban KM Nurul Salsa Masih Hilang, Basarnas Kerahkan KN SAR Kamajaya
-
4 Rekomendasi Parfum SAFF & Co. Paling Wangi dan Tahan Lama, Lengkap dengan Review
-
I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki: Bertahan Hidup Lewat Harapan-harapan Kecil
-
Takut Dihakimi Manusia, 6 dari 10 Gen Z Indonesia Pilih Curhat ke AI
-
Cara Cek Sepatu New Balance 530 Ori, Kenali Bedanya dengan yang KW
-
Ikut Beri Dukungan, Tom Cruise Bagikan Momen usai Nonton Film The Odyssey
-
CENTCOM: 50 Ribu Pasukan Amerika Serikat Siaga Serang Iran
-
5 Rekomendasi Sepatu Jalan yang Nyaman untuk Pemakaian Sehari-hari, Ringan dan Empuk
-
Harta Karun di Balik Serat Kayu: Kisah Guru Trenggalek Merawat Manuskrip Islam Abad ke-19
-
Janji Fabio Calonego Usai Memperpanjang Masa Bakti Bersama Persija Jakarta