Bisnis / Inspiratif
Selasa, 02 Juni 2026 | 08:36 WIB
Owner Owah Cafe, Sukamto, berpose di depan cafe miliknya. (Suara.com/Irwan Febri)
Baca 10 detik
  • Sukamto, pensiunan PNS asal Klaten, menyulap rumah mangkrak di tengah sawah menjadi usaha kuliner bernama Owah Cafe.
  • Sejak dibuka tahun 2020, usaha sempat mengalami kerugian operasional besar akibat pandemi COVID-19 selama dua tahun pertama.
  • Sukamto memanfaatkan modal KUR BRI untuk membangun ruang indoor, yang berhasil meningkatkan kapasitas serta pendapatan bisnisnya.

Suara.com - Mental Sukamto, seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), di Klaten, Jawa Tengah, terbilang luar biasa. Ia nekat membeli rumah yang mangkrak selama 20 tahun di tengah sawah dan kini disulap menjadi kafe megah.

Sukamto merupakan pensiunan PNS guru seni dari Grobogan. Selepas pensiun dari pengabdian sebagai pendidik anak bangsa, dirinya pulang ke Klaten, ke rumah mertua bersama istri dan anaknya.

Namun, Sukamto ingin tinggal mandiri dan tidak merepotkan mertua ketika pindah ke Klaten. Sehingga, dirinya memilih membeli rumah di tengah sawah yang sudah kosong selama 20 tahun.

Kondisi rumah yang lawas dan letaknya di tengah sawah membuat istri dan anaknya tidak ikut tinggal. Bahkan, keputusan nekat sempat membuat dirinya mendapat celetukan gila oleh sang istri.

Pemilik Owah Cafe, Sukamto, ketika menceritakan perjalanan hidupnya. (Suara.com/Irwan Febri)

"Dulu saya PNS di Grobogan. Istri saya asal Klaten, saya pindah ke sini dan beli ini. Rumah lama ini di tengah sawah. Ini sudah mangkrak 20 tahun tidak dihuni, gara-gara tidak ada jalan. Tapi akhirnya saya beli," kata Sukamto kepada Suara.com.

"Semua keluarga menetang. Saya 3 tahun di situ, sendirian. Sampai dibilang, 'Papahmu gila itu, masak hidup di sawah'," kenangnya sembari tertawa.

Sukamto tahu bahwa itu adalah guyonan biasa dari istrinya. Sebab, meski tinggal sendiri, sang istri kerap datang untuk mengunjungi dirinya hingga akhirnya memutuskan tinggal serumah bersama anaknya juga hingga sekarang.

"Saya kan orang seni, pendidikan seni saya. Saya ingin menyulap barang jelek menjadi bagus. Itu adalah kemampuanku seperti itu," ungkap Sukamto.

"Gara-gara Covid ada hikmahnya. Adik ipar kena Covid, akhirnya ngungsi. Anak saya ngungsi, malah kerasaan. Awalnya ngga mau, turun di motor saja tidak mau," lanjutnya.

Baca Juga: BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

Namun, Sukamto yang memang berjiwa seni memiliki insting berbeda mengenai rumah tersebut. Siapa sangka, dengan jiwa kreatifnya, rumah itu disulap perlahan hingga menjadi tempat usaha yang diberi nama Owah Cafe.

"Saya kan orang seni, pendidikan seni saya. Saya ingin menyulap barang jelek menjadi bagus. Itu adalah kemampuanku seperti itu," ungkap Sukamto.

Perjalanan Tidak Mudah dan Penuh Tantangan

Sukamto membuka Owah Cofee pada 2020. Terbilang nekat, karena dibuka pada saat pademi COVID-19, yang mana banyak pembatasan aktivitas masyarakat.

Ia pun bercerita bahwa mengalami kerugian selama dua tahun. Per bulan, kerugian Rp10-15 juta untuk operasional, gaji karyawan, dan lain-lain.

Kerugian tersebut membuat sang anak khawatir hingga menyuruhnya untuk menutup usaha tersebut.

Load More