- Sukamto, pensiunan PNS asal Klaten, menyulap rumah mangkrak di tengah sawah menjadi usaha kuliner bernama Owah Cafe.
- Sejak dibuka tahun 2020, usaha sempat mengalami kerugian operasional besar akibat pandemi COVID-19 selama dua tahun pertama.
- Sukamto memanfaatkan modal KUR BRI untuk membangun ruang indoor, yang berhasil meningkatkan kapasitas serta pendapatan bisnisnya.
Suara.com - Mental Sukamto, seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), di Klaten, Jawa Tengah, terbilang luar biasa. Ia nekat membeli rumah yang mangkrak selama 20 tahun di tengah sawah dan kini disulap menjadi kafe megah.
Sukamto merupakan pensiunan PNS guru seni dari Grobogan. Selepas pensiun dari pengabdian sebagai pendidik anak bangsa, dirinya pulang ke Klaten, ke rumah mertua bersama istri dan anaknya.
Namun, Sukamto ingin tinggal mandiri dan tidak merepotkan mertua ketika pindah ke Klaten. Sehingga, dirinya memilih membeli rumah di tengah sawah yang sudah kosong selama 20 tahun.
Kondisi rumah yang lawas dan letaknya di tengah sawah membuat istri dan anaknya tidak ikut tinggal. Bahkan, keputusan nekat sempat membuat dirinya mendapat celetukan gila oleh sang istri.
"Dulu saya PNS di Grobogan. Istri saya asal Klaten, saya pindah ke sini dan beli ini. Rumah lama ini di tengah sawah. Ini sudah mangkrak 20 tahun tidak dihuni, gara-gara tidak ada jalan. Tapi akhirnya saya beli," kata Sukamto kepada Suara.com.
"Semua keluarga menetang. Saya 3 tahun di situ, sendirian. Sampai dibilang, 'Papahmu gila itu, masak hidup di sawah'," kenangnya sembari tertawa.
Sukamto tahu bahwa itu adalah guyonan biasa dari istrinya. Sebab, meski tinggal sendiri, sang istri kerap datang untuk mengunjungi dirinya hingga akhirnya memutuskan tinggal serumah bersama anaknya juga hingga sekarang.
"Saya kan orang seni, pendidikan seni saya. Saya ingin menyulap barang jelek menjadi bagus. Itu adalah kemampuanku seperti itu," ungkap Sukamto.
"Gara-gara Covid ada hikmahnya. Adik ipar kena Covid, akhirnya ngungsi. Anak saya ngungsi, malah kerasaan. Awalnya ngga mau, turun di motor saja tidak mau," lanjutnya.
Baca Juga: BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing
Namun, Sukamto yang memang berjiwa seni memiliki insting berbeda mengenai rumah tersebut. Siapa sangka, dengan jiwa kreatifnya, rumah itu disulap perlahan hingga menjadi tempat usaha yang diberi nama Owah Cafe.
"Saya kan orang seni, pendidikan seni saya. Saya ingin menyulap barang jelek menjadi bagus. Itu adalah kemampuanku seperti itu," ungkap Sukamto.
Perjalanan Tidak Mudah dan Penuh Tantangan
Sukamto membuka Owah Cofee pada 2020. Terbilang nekat, karena dibuka pada saat pademi COVID-19, yang mana banyak pembatasan aktivitas masyarakat.
Ia pun bercerita bahwa mengalami kerugian selama dua tahun. Per bulan, kerugian Rp10-15 juta untuk operasional, gaji karyawan, dan lain-lain.
Kerugian tersebut membuat sang anak khawatir hingga menyuruhnya untuk menutup usaha tersebut.
Berita Terkait
-
BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing
-
Persib Bandung Buka Suara Terkait Sanksi FIFA, Ternyata Ini Penyebabnya
-
Resmi Berpisah, Ini Statistik Mentereng M Rahmat di Bali United
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
-
Canggihnya Ambulans Universitas Sanata Dharma, Multifungsi dan Bisa untuk Operasi Ringan
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Pemerintah Izinkan Maskapai Kenakan Fuel Surcharge hingga 50 Persen
-
Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali
-
Rupiah Melemah! Wisatawan Singapura Mulai Serbu Jakarta untuk Belanja, Mulai Kemang Hingga SCBD
-
Dukung Kualitas Pendidikan & SDM,Dewan Komisaris Pertamina Berbagi Inspirasi di Sekolah Area Operasi
-
Pemerintah Resmi Izinkan BUMN Impor Migas Tanpa Tender, Berlaku Saat Kondisi Darurat
-
Telkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi
-
Rupiah Jadi Mata Uang Asia Paling Terburuk, Sentuh Level Rp17.887 per Dolar AS
-
IHSG Terbang pada Selasa Pagi ke Level 6.200-an, DSSA Hingga BREN Topce
-
Usai Libur Panjang, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp 2.774.000/Gram
-
PHK Tembus 15.425 Orang, Pemerintah Diminta Hati-hati Susun Aturan IHT