- Sukamto, pensiunan PNS asal Klaten, menyulap rumah mangkrak di tengah sawah menjadi usaha kuliner bernama Owah Cafe.
- Sejak dibuka tahun 2020, usaha sempat mengalami kerugian operasional besar akibat pandemi COVID-19 selama dua tahun pertama.
- Sukamto memanfaatkan modal KUR BRI untuk membangun ruang indoor, yang berhasil meningkatkan kapasitas serta pendapatan bisnisnya.
"Buka tahun 2020, pas awal Covid. Justru itu, karena itu menjadi tolak ukur. Rata-rata orang tidak mau keluar, kan. Ternyata benar tidak mau keluar, rugi, tidak ada yang beli," kenang Sukamto.
"Tiap hari dapat 75 ribu, kadang 100 ribu, kadang kosong. Kadang ada grebekan jam 9 malam. Itu dua tahun rugi terus. Hampir kerugiannya 10-15 juta sebulan. Anak saya sampai nyuruh tutup," lanjutnya.
Namun, tipikal Sukamto yang santai dan diniatkan awalnya sebagai hiburan, maka Owah Cafe tetap bertahan. Ia terus berinovasi menu hingga fasilitas.
Owah Cafe tidak hanya menyajikan minuman, tetapi juga resto. Fasilitas juga semakin lengkap, karena ada dua lantai, banyak joglo, live music, dan sebagainya.
"Misi saya memang untuk hiburan. Tapi kalau hiburan terus, saya harus bayar karyawan sama tombok terus, nanti lama-lama habis uang saya," ujar Sukamto.
"Kemudian inovasi. Cafe kan beda dengan warung makan, yang bisa makan terus pulang. Makanya saya tambahi cafe dan resto. Menyediakan makanan-makanan khusus. Sekarang karyawan hampir 15, kalau casual banyak sekali. Terutama dapur itu, dapur banyak," imbuhnya.
Semakin Besar dengan Dibangun Ruang Indoor
Owah Cafe kini tidak lagi sekadar tempat nongkrong dan makan, tetapi juga tempat yang lebih multifungsi setelah Sukamto membangun ruang indoor. Bangunan baru itu kerap dijadikan ruang rapat dari berbagai instansi.
Dengan adanya kegiatan rapat, yang biasanya berisikan banyak orang, tentu turut membantu kuantitas penjualan makanan dan minuman yang ada di Owah Cafe.
Baca Juga: BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing
Sukamto pun mengaku bahwa memanfaatkan program KUR (Kredit Usaha Rakyat) dari PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI untuk membangun ruang indoor itu.
Ia meminjam sebesar Rp100 juta, yang semua dialokasikan untuk membangun ruangan tersebut.
"Sejak awal jadi pegawai jadi nasabah BRI. Tahun berapa ya, 90-an lah dengan BRI. Pinjam-pinjam gitu. Bahkan transferan sertifikasi dari BRI juga sampai sekarang," kata Sukamto.
"Habis itu, ada KUR itu. KUR itu baru, pinjam 100 juta, saya paskan untuk membangun indoor. Saya paskan. Tidak boleh lebih dari 100 juta. Karena saya pengin keuntungan nanti untuk beli meja kursi atau untuk apa," imbuhnya.
BRI Berharap Bisa Terus Bersama Owah Cafe
Pihak BRI mengungkapkan bahwa pemilik Owah Cafe merupakan nasabah lama BRI Unit Klaten Utara dan telah memanfaatkan fasilitas pembiayaan untuk pengembangan usaha.
"Jadi, beliau itu nasabah lama di Unit Klaten Utara. Nasabah unit, kemudian punya fasilitas itu juga dari unit," kata SPO BRI Cabang Klaten, Nanik Dwi Retnawati.
"Terus menurut beliau sangat terbantu, fasilitas KUR bisa dipakai untuk tambah modal kerjanya. Cafenya jadi lebih gede," lanjutnya.
Tak hanya pembiayaan, BRI juga mendukung sistem transaksi non-tunai di Owah Cafe melalui fasilitas QRIS dan Electronic Data Capture (EDC).
"Kami juga support di mesin pembayaran, sudah kami berikan QRIS dan EDC," imbuhnya.
BRI pun berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut seiring perkembangan usaha Owah Cafe ke depannya.
"Harapannya nanti berkelanjutan dengan BRI. Kebetulan juga dia adanya pembayaran masuk di sini, semakin banyak transaksinya non cash. Sudah mengurani uang tunai.
"Nanti juga ada, sesudah menikmati KUR bisa lebih besar lagi perputaran uangnya yang masuk di BRI, bisa terus bersama BRI," lanjutnya.
Dari rumah tua di tengah sawah yang dulu dianggap tak layak dihuni, Sukamto membuktikan bahwa keberanian memulai, ketekunan bertahan, dan keyakinan pada mimpi perlahan bisa mengubah tempat sederhana menjadi ruang yang hidup dan memberi manfaat bagi banyak orang.
Berita Terkait
-
BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing
-
Persib Bandung Buka Suara Terkait Sanksi FIFA, Ternyata Ini Penyebabnya
-
Resmi Berpisah, Ini Statistik Mentereng M Rahmat di Bali United
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
-
Canggihnya Ambulans Universitas Sanata Dharma, Multifungsi dan Bisa untuk Operasi Ringan
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Rupiah Jadi Mata Uang Asia Paling Terburuk, Sentuh Level Rp17.887 per Dolar AS
-
IHSG Terbang pada Selasa Pagi ke Level 6.200-an, DSSA Hingga BREN Topce
-
Usai Libur Panjang, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp 2.774.000/Gram
-
PHK Tembus 15.425 Orang, Pemerintah Diminta Hati-hati Susun Aturan IHT
-
Harga Minyak Dunia Tertahan di Tengah Drama AS-Iran, Nasib Selat Hormuz Jadi Penentu
-
Mimpi Buruk bagi Pasar Modal RI, Investor Bisa Kabur Jika DSI Mendominasi
-
Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: UBS dan Galeri24 Turun, Antam Masih Kokoh!
-
Prabowo Beri Perlakuan Khusus Buat Donald Trump di Aturan Devisa Hasil Ekspor
-
Kemenko Perekonomian Ingatkan Penyusunan Aturan IHT Harus Seimbang
-
FTSE Tendang 8 Saham IHSG dari Indeks Global Equity, Ada DSSA, NCKL Hingga GOTO