- Sayurbox dan HappyFresh dikabarkan menjajaki merger strategis.
- Konsolidasi dipicu tekanan profitabilitas dan pendanaan startup.
- Grab dan GoTo berpotensi tersambung lewat transaksi ini.
Suara.com - Startup penyedia bahan pangan segar, Sayurbox, dikabarkan tengah menjajaki skema kerja sama strategis hingga kemungkinan merger dengan rivalnya, HappyFresh. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi salah satu aksi konsolidasi terbesar di sektor belanja kebutuhan harian berbasis digital di Indonesia.
Menurut laporan DealStreetAsia, pembicaraan masih berada pada tahap awal dan belum ada kepastian mengenai bentuk kesepakatan akhir. Namun, sumber yang mengetahui proses tersebut menyebutkan bahwa kombinasi kedua perusahaan dapat membuka jalan bagi restrukturisasi kepemilikan yang lebih luas di tengah tantangan pendanaan dan tekanan profitabilitas yang masih membayangi industri startup Asia Tenggara.
Potensi merger ini menarik perhatian karena latar belakang investor kedua perusahaan. HappyFresh diketahui mendapat dukungan dari Grab, sementara Sayurbox selama ini identik dengan ekosistem Tokopedia yang kini berada di bawah naungan GoTo Group. Jika terwujud, kesepakatan tersebut akan mempertemukan dua startup yang sebelumnya berada di ekosistem digital yang berbeda.
Di sisi lain, wacana merger muncul saat kedua perusahaan masih berupaya memperkuat bisnis di tengah perlambatan sektor e-grocery. HappyFresh sebelumnya telah menghentikan operasinya di Malaysia dan Thailand untuk fokus pada pasar Indonesia setelah menghadapi tantangan pendanaan dan restrukturisasi bisnis.
Sementara itu, Sayurbox juga pernah melakukan efisiensi operasional, termasuk penutupan sejumlah gudang dan fokus pada peningkatan profitabilitas. Perusahaan yang berdiri sejak 2017 tersebut sebelumnya berhasil menghimpun pendanaan Seri C senilai US$120 juta untuk memperluas jaringan rantai pasok dan memperkuat layanan distribusi produk segar di Indonesia.
Analis menilai konsolidasi menjadi langkah yang semakin masuk akal bagi startup e-commerce kebutuhan pokok. Persaingan ketat, biaya logistik tinggi, serta tuntutan investor untuk mencapai profitabilitas membuat banyak perusahaan digital kini lebih fokus pada efisiensi dibandingkan ekspansi agresif. Jika merger terjadi, entitas gabungan berpotensi memiliki skala operasional yang lebih besar, jaringan pemasok yang lebih luas, serta basis pelanggan yang lebih kuat.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari kedua perusahaan terkait pembicaraan tersebut. Pasar masih menunggu apakah penjajakan itu akan berujung pada merger penuh, kemitraan strategis, atau bentuk kolaborasi lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar 2nd Fun Kids Swimming Competition
-
Langgar Tradisi FIFA, Donald Trump Tetap akan Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026
-
Lebih Transparan, Begini Cara BRI Digitalisasi Transaksi di Lapas
-
Kenyamanan Jadi Prioritas Baru dalam Mobilitas Warga Kota
-
Heboh Transpuan Bogor Dilempar Air Seni, Amnesty Duga Buntut dari Perpres 111/2025
-
Spanyol vs Argentina: 6 Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026
-
Mitra Grab Sambut Positif Skema Komisi 8 Persen, Sebut Tak Ada Lagi Potongan Tambahan
-
Korban Tewas Kecelakaan Sibolangit Dibawa ke RS Adam Malik, Kondisi Mengenaskan
-
Dengue Rugikan Indonesia Rp9 Triliun di 2024: Mengapa 3M Saja Tidak Lagi Cukup?
-
Penantian 18 Tahun Terbayar, 5 Ribu Penggemar 'Karaoke Massal' di Konser Peterpan Malaysia