- Industri perbankan nasional mencatat laba bersih 31 persen dari target tahunan selama periode empat bulan pertama tahun 2026.
- Bank Mandiri dan BNI memimpin pertumbuhan laba Big-4 didorong oleh ekspansi kredit yang mencapai 14 persen secara tahunan.
- Likuiditas perbankan nasional mengetat dengan rekor Loan to Deposit Ratio mencapai 89 persen akibat pertumbuhan kredit yang masif.
Dua bank pelat merah menjadi motor penggerak utama pada aspek ini, yakni BNI dengan pertumbuhan kredit mencapai 21 persen yoy dan Bank Mandiri sebesar 19 persen yoy. Sementara itu, pertumbuhan kredit BCA dilaporkan masih tertinggal di belakang para pesaingnya.
Akselerasi penyaluran kredit yang ekspansif tersebut berdampak langsung pada kondisi likuiditas perbankan yang kini terpantau semakin mengetat. Rasio pinjaman terhadap simpanan atau Loan to Deposit Ratio (LDR) agregat dari kelompok Big-4 melesat hingga menyentuh angka 89 persen.
Level LDR ini merupakan rekor tertinggi dalam kurun waktu 11 bulan terakhir. Ketatnya likuiditas dipicu oleh laju pertumbuhan kredit sepanjang tahun berjalan (year-to-date/ytd) yang tumbuh sebesar 3 persen, secara signifikan melampaui laju pertumbuhan penghimpunan dana pihak ketiga atau deposito yang hanya bertambah sebesar 0,7 persen ytd.
Menyikapi dinamika pasar modal ini, BNI Sekuritas mempertahankan peringkat Neutral/Overweight (N/OW) untuk prospek perbankan dalam jangka waktu 3 bulan hingga 12 bulan ke depan.
Saham BCA (BBCA) ditempatkan sebagai pilihan saham utama (top pick). Tingkat penilaian harga saham (valuation) yang atraktif serta peningkatan momentum pendapatan menjadi fondasi utama yang mendasari pandangan positif untuk jangka panjang 12 bulan ke depan, meskipun ruang bagi faktor pemicu penguatan jangka pendek (short-term catalysts) dinilai masih cukup terbatas.
Berita Terkait
-
IHSG Hari Ini: Analis Sarankan Fokus Saham 'Big Banks' dan Konglomerasi, Kenapa?
-
IHSG Masih Betah di Zona Hijau ke Level 6.195, Besok Berpeluang Lanjut
-
Saham Wilmar di Singapura Anjlok, Usai Pemerintah RI Bidik Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit
-
IHSG Masih Kuat Bertahan Menghijau ke Level 6.218 di Sesi I
-
IHSG Terbang pada Selasa Pagi ke Level 6.200-an, DSSA Hingga BREN Topcer
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
Terkini
-
Tinggalkan Perang Bunga, BTN Kini Kejar CASA Lewat Ecosystem Banking
-
Harga Emas di Pegadaian Turun Semua Hari Ini, Cek Daftarnya di Sini!
-
Fitch Afirmasi Peringkat Bank Jago (ARTO) di Level A dengan Outlook Stabil
-
IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini
-
Ratusan Bank dan Bank Syariah Resmi Merger Massal, Ini Dampaknya!
-
Dari Sedekah Muncul Ide Usaha, Sandal Produksi Rumahan Ini Kini Tembus Pasar Nasional
-
IHSG Hari Ini: Analis Sarankan Fokus Saham 'Big Banks' dan Konglomerasi, Kenapa?
-
Diversifikasi Aset ke Luar Negeri, Strategi Timeless Amankan Kekayaan?
-
Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok
-
Dadan Hindayana Berencana MBG Dibagikan di Arab Saudi Sebelum Dicopot