Bisnis / Keuangan
Rabu, 03 Juni 2026 | 08:10 WIB
Gedung Bank Mandiri. (Dok: Bank Mandiri)
Baca 10 detik
  • Industri perbankan nasional mencatat laba bersih 31 persen dari target tahunan selama periode empat bulan pertama tahun 2026.
  • Bank Mandiri dan BNI memimpin pertumbuhan laba Big-4 didorong oleh ekspansi kredit yang mencapai 14 persen secara tahunan.
  • Likuiditas perbankan nasional mengetat dengan rekor Loan to Deposit Ratio mencapai 89 persen akibat pertumbuhan kredit yang masif.

Dua bank pelat merah menjadi motor penggerak utama pada aspek ini, yakni BNI dengan pertumbuhan kredit mencapai 21 persen yoy dan Bank Mandiri sebesar 19 persen yoy. Sementara itu, pertumbuhan kredit BCA dilaporkan masih tertinggal di belakang para pesaingnya.

Akselerasi penyaluran kredit yang ekspansif tersebut berdampak langsung pada kondisi likuiditas perbankan yang kini terpantau semakin mengetat. Rasio pinjaman terhadap simpanan atau Loan to Deposit Ratio (LDR) agregat dari kelompok Big-4 melesat hingga menyentuh angka 89 persen.

Level LDR ini merupakan rekor tertinggi dalam kurun waktu 11 bulan terakhir. Ketatnya likuiditas dipicu oleh laju pertumbuhan kredit sepanjang tahun berjalan (year-to-date/ytd) yang tumbuh sebesar 3 persen, secara signifikan melampaui laju pertumbuhan penghimpunan dana pihak ketiga atau deposito yang hanya bertambah sebesar 0,7 persen ytd.

Menyikapi dinamika pasar modal ini, BNI Sekuritas mempertahankan peringkat Neutral/Overweight (N/OW) untuk prospek perbankan dalam jangka waktu 3 bulan hingga 12 bulan ke depan.

Saham BCA (BBCA) ditempatkan sebagai pilihan saham utama (top pick). Tingkat penilaian harga saham (valuation) yang atraktif serta peningkatan momentum pendapatan menjadi fondasi utama yang mendasari pandangan positif untuk jangka panjang 12 bulan ke depan, meskipun ruang bagi faktor pemicu penguatan jangka pendek (short-term catalysts) dinilai masih cukup terbatas.

Load More