Bisnis / Keuangan
Rabu, 03 Juni 2026 | 08:29 WIB
Integrasi layanan Bank Jago dan GoPay diharapkan bisa mendorong inklusi keuangan. Foto: Ilustrasi logo Bank Jago. [Antara]
Baca 10 detik
  • Fitch Ratings resmi menetapkan peringkat nasional jangka panjang 'A-(idn)' dengan outlook stabil bagi PT Bank Jago Tbk.
  • Kekuatan kredit Bank Jago didorong oleh ekspansi perbankan digital serta perbaikan profitabilitas yang dinilai cukup tangguh.
  • Manajemen risiko melalui asuransi kredit berhasil menjaga rasio kredit bermasalah tetap rendah di tengah pertumbuhan agresif.

Suara.com - Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings Indonesia, resmi mengafirmasi Peringkat Nasional Jangka Panjang PT Bank Jago Tbk (ARTO) pada level 'A-(idn)'. Prospek atau outlook dari peringkat tersebut ditetapkan berada pada posisi 'Stabil'.

Sebagai informasi, peringkat nasional di kategori 'A' mencerminkan ekspektasi pasar terhadap tingkat risiko gagal bayar (default risk) yang relatif rendah jika dibandingkan dengan emiten atau obligasi lain di negara yang sama.

Peringkat ini menegaskan bahwa tingkat kelayakan kredit intrinsik standalone Bank Jago dinilai cukup tangguh, yang didorong oleh keberhasilan ekspansi bisnis perbankan digital serta perbaikan profitabilitas yang berkelanjutan.

Meski demikian, Fitch memberikan catatan bahwa keunggulan peringkat tersebut masih diimbangi oleh struktur portofolio yang terkonsentrasi, laju ekspansi kredit yang sangat pesat, serta orientasi penyaluran dana ke segmen nasabah yang memiliki profil risiko lebih tinggi.

Penilaian Fitch terhadap profil risiko Bank Jago sangat dipengaruhi oleh kebijakan target pertumbuhan bank yang ambisius. Portofolio emiten bank digital ini dinilai masih condong kepada sektor kredit tanpa agunan untuk kategori ritel serta Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Karakteristik segmen ini dinilai membawa tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata industri perbankan sejenis, yang berpotensi menahan beban kerugian penurunan nilai serta biaya kredit (cost of credit) di level yang tinggi.

Namun, manajemen risiko Bank Jago dinilai berhasil mengompensasi tekanan tersebut melalui skema asuransi kredit dan pengalihan kredit bermasalah kepada pihak ketiga.

Berkat strategi ini, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Bank Jago mampu terjaga rendah di level 0,8 persen per akhir Maret 2026.

Ke depan, Fitch memproyeksikan rasio NPL Bank Jago berpotensi mengalami kenaikan ke rentang 1,1 persen hingga 1,2 persen seiring dengan potensi berkurangnya cakupan asuransi kredit.

Baca Juga: RI Raih Nilai Jelek dari Fitch, Airlangga: Ekonomi Dunia Tertekan Perang

Walau begitu, penerapan bunga kredit yang memadai serta diversifikasi portofolio yang kian matang diyakini mampu menjaga biaya kredit tetap berada pada tingkat yang dapat dikelola, yakni di kisaran 4,5 persen.

Tren Penurunan Modal Inti Utama (CET1)

Pesatnya pertumbuhan aset tertimbang menurut risiko (ATMR) akibat ekspansi kredit yang agresif diperkirakan akan berdampak pada penurunan rasio kecukupan modal bank.

Fitch mencatat rasio modal inti utama atau Common Equity Tier 1 (CET1) Bank Jago bertengger di level 28,8 persen per akhir Maret 2026.

Mengingat model bisnis bank digital memerlukan bantalan permodalan yang lebih besar untuk menyerap risiko, rasio CET1 ini diproyeksikan akan menyusut, namun tetap dikategorikan memadai dalam jangka pendek karena didukung oleh peningkatan kemampuan bank dalam membentuk modal secara internal (internal capital generation).

Indikator Sensitivitas Peringkat Fitch untuk Bank Jago:

  • Pemicu Penurunan Peringkat: Peringkat dapat diturunkan jika agresivitas di segmen berisiko tinggi memicu pembengkakan rasio NPL di atas 6 persen atau penurunan rasio CET1 di bawah 20 persen secara berkepanjangan.
  • Pemicu Kenaikan Peringkat: Peringkat berpeluang dinaikkan jika bank mampu melakukan diversifikasi portofolio kredit secara berkelanjutan dengan selera risiko yang terkendali, yang dibuktikan lewat perbaikan biaya kredit yang signifikan tanpa memperburuk rasio NPL.

Load More