- PT Bank Jago Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp86 miliar pada kuartal pertama tahun 2026, naik 42 persen.
- Jumlah nasabah Bank Jago meningkat menjadi 19,4 juta orang dengan total penghimpunan dana pihak ketiga sebesar Rp26,4 triliun.
- Penyaluran kredit mencapai Rp25,2 triliun dengan rasio kredit bermasalah tetap terjaga rendah di level 0,8 persen pada Maret 2026.
Suara.com - PT Bank Jago Tbk melaporkan kinerja keuangan dengan performa yang sangat positif pada kuartal pertama 2026.
Kinerja keuangan Bank Jago 2026 menunjukkan pertumbuhan yang konsisten di seluruh lini bisnis.
Dari sisi profitabilitas, Bank Jago membukukan laba bersih setelah pajak (net profit after tax/NPAT) sebesar Rp86 miliar. Angka ini mencerminkan kenaikan fantastis sebesar 42 persen dibandingkan laba pada akhir Maret 2025 yang sebesar Rp60 miliar.
Lalu, perusahaan mencatst lonjakan jumlah nasabah, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), hingga penyaluran kredit yang berkualitas.
Pertumbuhan ini terlihat jelas dari jumlah nasabah Bank Jago yang menembus angka 19,4 juta pada akhir Maret 2026. Dari total tersebut, sebanyak 15,2 juta merupakan pengguna aktif Aplikasi Jago untuk kebutuhan simpanan (funding).
Jika dibandingkan dengan posisi pada kuartal I-2025 yang tercatat sebanyak 16,3 juta nasabah, maka terdapat penambahan signifikan lebih dari 3 juta nasabah baru hanya dalam waktu satu tahun.
Sejalan dengan penambahan nasabah, penghimpunan DPK Bank Jago juga melonjak 23 persen secara tahunan. Hingga Maret 2026, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp26,4 triliun, naik dari posisi sebelumnya sebesar Rp21,4 triliun pada Maret 2025.
Dari total DPK tersebut, porsi dana murah atau current account and savings account (CASA) mendominasi sebesar 53 persen atau setara Rp13,9 triliun, sementara sisanya merupakan deposito sebesar 47 persen atau Rp12,5 triliun.
“Peningkatan DPK ini menunjukkan nasabah semakin banyak dan percaya untuk memanfaatkan produk dan layanan Bank Jago sebagai bagian dari pengelolaan keuangan mereka,"kata Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris dalam siaran pers yang diterima, Jumat (24/4/2026).
Baca Juga: Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret
Menurutnya, kini Aplikasi Jago bukan sekadar tempat untuk menabung dan bertransaksi, tetapi sudah menjadi tempat untuk menumbuhkan keuangan nasabah secara lebih menyeluruh.
Pada sisi intermediasi, Bank Jago mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 24 persen secara tahunan. Hingga akhir kuartal I-2026, total kredit yang disalurkan mencapai Rp25,2 triliun, meningkat dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp20,3 triliun.
Strategi kolaborasi dengan mitra ekosistem digital, perusahaan pembiayaan, serta lembaga keuangan lainnya menjadi kunci utama pencapaian ini.
Meskipun ekspansi kredit berjalan agresif, Bank Jago tetap memegang teguh prinsip kehati-hatian. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang terjaga sangat rendah di level 0,8 persen, jauh di bawah rata-rata industri perbankan nasional.
Pertumbuhan kredit yang solid ini pun berhasil mengerek total aset perseroan menjadi Rp39,5 triliun, atau tumbuh 22 persen dibandingkan Maret 2025 yang sebesar Rp32,5 triliun.
Kondisi permodalan pun tetap kokoh dengan capital adequacy ratio (CAR) di level 29,9 persen, sementara loan to deposit ratio (LDR) berada di posisi 95 persen.
Berita Terkait
-
Laba Bersih Melesat 115 Persen, Bank Jago (ARTO) Catat Kinerja Solid Sepanjang 2025
-
Transaksi Digital Melejit, Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,7 Persen di Awal 2026
-
Perbanas dan BRI: Kredit 9,96% dan DPK 13,48% Tunjukkan Perbankan Tangguh
-
Volume Transmisi Gas PGN Naik, EBITDA Tembus USD971,2 Juta
-
BRIVolution Reignite Perkuat Sumber Pertumbuhan, Laba Perusahaan Anak BRI Group Tembus Rp10,38T
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Selat Malaka Punya Siapa? Indonesia Tidak Bisa Sembarangan Tarik 'Tol Laut' Seperti Ide Purbaya
-
Pemerintah Klaim 30 Persen Peserta Magang Nasional Langsung Direkrut Karyawan
-
OJK Tepis Hoaks Tabungan Masyarakat Digunakan untuk Biayai Program Pemerintah
-
Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara
-
Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar
-
7 Bulan Menjabat, Harta Kekayaan Menkeu Purbaya Naik Rp18,2 M dan Tak Memiliki Utang
-
Isi Lengkap Candaan Menkeu Purbaya soal Selat Malaka yang Bikin Malaysia dan Singapura Berang
-
Siapa Penguasa Selat Malaka? Malaysia-Singapura Tolak Ide Purbaya Pajaki Kapal
-
Sinergi DPRD dan Harita Group Dorong KIPP Kayong Utara Jadi Motor Ekonomi Baru Daerah
-
Transaksi Gadai Meningkat Pascalebaran, Masyarakat Ambalawi Manfaatkan Emas Jadi Sumber Likuiditas