- Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG anjlok 4,11 persen pada Rabu 3 Juni 2026 akibat keraguan investor terhadap kredibilitas kebijakan pemerintah.
- Kondisi ini dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah, penyusutan kelas menengah, serta tekanan dari berbagai sentimen negatif pasar global.
- Ujian kredibilitas pasar modal Indonesia selanjutnya akan ditentukan melalui peninjauan indeks global oleh MSCI dan FTSE pada Juni.
"Masalahnya, kebijakan Indonesia yang tidak bijak suka muncul tiba-tiba secara misterius,dan seringkali malah memberikan another blow to the market," ujar Liza.
Dalam jangka pendek, Liza menyebut FTSE dan MSCI kemungkinan akan menjadi ujian terpenting berikutnya.
"Pertanyaan yang harus dijawab investor bukan lagi 'mengapa IHSG jatuh?' melainkan, apakah pasar saat ini sedang menilai risiko Indonesia secara objektif, atau sudah mulai menghukum Indonesia lebih keras daripada yang seharusnya," ujar Liza.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah dipimpin sektor barang baku yang turun sebesar 9,31 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor infrastruktur yang masing-masing turun sebesar 5,23 persen dan 5,01 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu WEHA, MMIX, OMRE, MSIN dan CASA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni TPIA, APIC, ARKO, GMTD dan KJEN.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.767.373 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 40,17 miliar lembar saham senilai Rp25,25 triliun. Sebanyak 69 saham naik, 692 saham menurun dan 54 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 1.742,76 poin atau 2,61 persen ke 68.477,00, indeks Shanghai menguat 8,87 poin atau 0,22 persen ke 4.083,97, indeks indeks Hang Seng melemah 405,11 poin atau 1,56 persen ke 26.038,32, dan indeks Strait Times menguat 37,29 poin atau 0,73 persen ke 5.134,98.
Berita Terkait
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang
-
Menkeu Purbaya Ramal Rupiah Menguat 3 Bulan Lagi
-
Rupiah Nyaris Jebol ke Rp18.000! Himbara Ramai-ramai Tunjuk Thomas Djiwandono, Ada Apa?
-
Rupiah Selangkah Lagi Masuk Jurang Rp18.000, Investor Asing Ramai-Ramai Hengkang dari RI
-
Rupiah Nyaris Jebol Rp18.000 per Dolar AS, BI Mulai Kewalahan: Kami Tidak Bisa Sendirian!
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang
-
Dirikan Brand Minyak Telon, Alumni Geografi UGM Berhasil Pasarkan Produk hingga Asia Tenggara
-
Purbaya Ungkap Fungsi dan Tugas Baru OJK di RUU P2SK, Ini Rinciannya
-
IPO SpaceX Siap Pecahkan Valuasi Tertinggi dalam Sejarah, Setara 10 Kali Lipat APBN
-
S&P Dikabarkan Bahas Downgrade Utang RI, Benarkah?
-
Purbaya Ancam Pecat Petinggi BUMN Ekspor PT DSI Jika Tak Becus: Saya Anggota Pengawas Danantara!