- Rupiah terperosok ke Rp17.957 per dolar AS.
- BI perketat pembelian valas tanpa underlying.
- Ancaman Rp18.000 bayangi ekonomi dan pasar keuangan.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) tampaknya mulai kewalahan dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang hampir jembol menuju Rp18.000 per hari ini Rabu (3/6/2026). BI sendiri mengaku tidak bisa sendiri untuk kembali menguatkan mata uang Garuda itu.
Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah berada di level Rp17.957 per dolar AS. Posisi ini menjadi salah satu titik terlemah rupiah dalam beberapa tahun terakhir dan semakin mendekati level yang selama ini dianggap sebagai "zona merah" bagi pasar keuangan domestik.
Meski dalam kondisi sulit, BI mengaku terus memantau perkembangan pasar keuangan global dan domestik yang tengah bergejolak. Bank sentral menegaskan akan terus melakukan intervensi dan mengerahkan berbagai instrumen kebijakan untuk menahan laju pelemahan rupiah.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Ramdan Denny mengatakan pihaknya akan tetap hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar serta memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.
"Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta senantiasa hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal," ujar Ramdan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Di tengah tekanan yang terus membesar, BI juga mulai memperketat transaksi valuta asing. Sejak 2 Juni 2026, bank sentral memberlakukan batas pembelian valas tunai terhadap rupiah tanpa dokumen underlying menjadi maksimal US$25.000 per pelaku per bulan.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya untuk meredam spekulasi dan menjaga ketersediaan likuiditas valuta asing di dalam negeri. Namun, kebijakan itu sekaligus mencerminkan besarnya tekanan yang sedang dihadapi rupiah akibat derasnya arus keluar modal asing dan menguatnya dolar AS di pasar global.
Tak hanya itu, BI juga terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi lintas negara melalui skema Local Currency Transaction (LCT). Kerja sama ini telah dijalankan dengan Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab untuk mengurangi dominasi dolar AS dalam transaksi internasional.
Meski berbagai langkah telah disiapkan, bayang-bayang pelemahan rupiah ke level Rp18.000 per dolar AS masih menjadi perhatian serius. Jika tekanan eksternal terus berlanjut, risiko kenaikan biaya impor, inflasi barang konsumsi, hingga meningkatnya beban utang berdenominasi dolar berpotensi membebani perekonomian nasional.
Baca Juga: Danantara Belum Buka Laporan Keuangan, Koalisi Sipil: Waspada Celah Korupsi Aset Negara!
Karena itu, BI menilai stabilitas rupiah tidak bisa dijaga sendirian. Sinergi antara pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, dunia usaha, dan pelaku pasar menjadi faktor penting untuk mencegah tekanan terhadap mata uang Garuda semakin dalam.
" Untuk itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, dunia usaha, dan pelaku pasar guna memastikan bekerjanya mekanisme pasar secara baik serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Transaksi Jumbo Rp1,2 Triliun di Saham BBCA, Ada Apa?
-
Final Piala Dunia 2026 Jam Berapa di Indonesia? Ini Jadwal WIB, WITA, dan WIT
-
Asics Gel Nimbus 27 Vs Asics Novablast 5, Mana Sepatu Lari yang Cocok untuk Long Run?
-
Jangan Asal Charger! 4 Kebiasaan Ini Bikin Baterai iPhone Cepat Rusak
-
Apa Itu Weton Tulang Wangi? Ini Ciri dan Keistimewaannya
-
BRI Ajak Warga Jakarta Hidup Sehat Lewat Inovasi Terbaru
-
APBN Bukan Dompet Pejabat: Bijak Sebelum Menghamburkan Anggaran
-
6 HP Murah Rp1 Jutaan untuk Ngonten, Kamera Jernih Buat Edit CapCut Lancar
-
4 Rekomendasi Pompa Air Lokal Tangguh dan Irit Listrik, Harga Mulai Rp400 Ribuan!
-
Dosa Masa Lalu yang Tak Pernah Mati: Ulasan Mendalam Film Lastri Arwah Kembang Desa