Bisnis / Keuangan
Minggu, 19 Juli 2026 | 09:08 WIB
BBCA. [ist]
Baca 10 detik
  • PT Bank Central Asia Tbk mencatatkan transaksi jumbo sebesar Rp1,2 triliun di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 17 Juli 2026.
  • Saham BBCA di pasar reguler melonjak 4,02 persen ke level Rp6.475 didorong aksi beli bersih investor asing senilai Rp698,29 miliar.
  • Analis KB Valbury Sekuritas merekomendasikan opsi beli pada pembukaan perdagangan Senin, 20 Juli 2026 dengan target harga mencapai Rp6.875 per saham.

Suara.com - Pergerakan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan aktivitas luar biasa pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, Jumat (17/7/2026).

Di samping apresiasi harga yang signifikan di pasar reguler, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mendeteksi adanya transaksi tutup sendiri (crossing) bernilai raksasa yang dieksekusi melalui pasar negosiasi.

Berdasarkan pantauan data dari platform Stockbit Sekuritas, transaksi berukuran jumbo tersebut melibatkan pemodal asing yang menggunakan jasa perantara JP Morgan Sekuritas.

Nilai perpindahan tangan saham perbankan swasta terbesar ini menembus angka Rp1,2 triliun. Transaksi ini mencakup volume sebanyak 1,9 juta lot saham yang disepakati pada level harga rata-rata Rp6.400 per lembarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen korporasi mengenai pihak-pihak yang terlibat maupun latar belakang di balik transaksi negosiasi tersebut.

Di pasar reguler, kinerja saham emiten yang terafiliasi dengan Grup Djarum ini juga tampil sangat impresif. Harga saham BBCA ditutup meroket 4,02 persen, mengantarkannya bertengger di level Rp6.475 per saham.

Sepanjang sesi perdagangan Jumat, tercatat perputaran volume sebanyak 319,19 juta lembar saham dengan frekuensi perpindahan tangan mencapai 56.469 kali. Akumulasi nilai transaksi di pasar reguler menyentuh Rp2,04 triliun.

Lonjakan harga ini didorong oleh kuatnya permintaan dari investor asing yang mencatatkan pembelian bersih (net buy) mencapai Rp698,29 miliar.

Fase pembalikan arah (rebound) saham BBCA sejatinya mulai terdeteksi sehari sebelumnya, yakni pada Kamis (16/7/2026), ketika saham ditutup menguat 1,63 persen diiringi masuknya dana asing senilai Rp186,75 miliar.

Baca Juga: IHSG Masih di Level 6.000, Saham RANS Melonjak Hampir 25 Persen

Tren positif ini memutus rantai tekanan jual, mengingat sebelumnya asing terpantau terus melakukan aksi jual bersih (net sell) secara konsisten pada rentang 10 hingga 15 Juli 2026.

Proyeksi Teknikal dan Rekomendasi Trading

Menyikapi dinamika pergerakan harga dan derasnya arus modal yang masuk, tim analis dari KB Valbury Sekuritas merilis proyeksi teknikal untuk panduan awal pekan. Analis merekomendasikan opsi trading buy untuk saham BBCA pada pembukaan bursa Senin (20/7/2026) esok, dengan parameter sebagai berikut:

Area Beli (Entry Point): Rp6.275 – Rp6.475
Target Harga 1 (Take Profit/Resistance 1): Rp6.575
Target Harga 2 (Resistance Lanjutan): Rp6.875
Batas Risiko (Stop Loss): Rp5.975 (Apabila pergerakan saham menembus tren penurunan).

DISCLAIMER: Artikel ini disajikan murni untuk tujuan informasi dan edukasi pergerakan pasar modal, bukan merupakan rekomendasi, ajakan, atau instruksi untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Segala bentuk keputusan dan risiko investasi, baik keuntungan maupun kerugian yang timbul akibat fluktuasi harga saham (capital gain/loss), sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing investor.

Load More